• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 29 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kasus Influenza Naik, Kemenkes: Masih Rentang Waspada

Editor
Selasa, 29 September 2026 - 04:13
Gangguan kesehatan musim hujan,flu,influenza

Gangguan kesehatan musim hujan (pexels)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Namun, berdasarkan hasil surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026, kondisi tersebut masih berada dalam rentang medium dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

Di Indonesia, hasil surveilans sentinel menunjukkan positivity rate influenza sebesar 56% pada minggu ke-38. Pada surveilans di puskesmas, aktivitas influenza telah berada pada kategori sedang (medium), sementara pada surveilans rumah sakit masih berada pada kategori rendah (low).

RelatedPosts

Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya

Influenza A: Cegah Sebaran, Dinkes Bandung Ajak Warga Terapkan PHBS

CB FEST 2026 Dorong Penguatan Layanan Kebanksentralan, Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kasus influenza perlu direspons dengan penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan dengan kepanikan.

“Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium. Karena itu, yang kita lakukan adalah meningkatkan surveilans dan kesiapsiagaan agar perkembangan kasus dapat terus dipantau,” ujar Menkes Budi melalui keterangan resmi.

Menurut data Kemenkes, peningkatan aktivitas influenza pada periode Agustus–September juga masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terlihat di Indonesia. Pada minggu ke-38 tahun 2026, dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, sebanyak 148 spesimen positif influenza. Virus yang dominan adalah Influenza A (H1N1pdm09).

Kemenkes juga memantau perkembangan Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan banyak diperbincangkan di masyarakat dengan sebutan “superflu”. Istilah “superflu” tersebut bukan merupakan nomenklatur resmi yang digunakan oleh WHO maupun CDC untuk menyebut subclade K. Karena itu, perkembangan influenza perlu dilihat berdasarkan hasil pemeriksaan dan data surveilans, bukan semata-mata berdasarkan istilah yang beredar di masyarakat.

Menkes menegaskan, data surveilans menunjukkan jumlah temuan subclade K pada tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk yang disebut sebagai ‘superflu’ atau H3N2 subclade K, data yang kita pantau justru menunjukkan jumlah temuannya pada tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Jadi, kita perlu membedakan antara informasi yang beredar dengan kondisi berdasarkan data surveilans,” kata Menkes Budi.

Berdasarkan surveilans sentinel ILI-SARI, sepanjang 2025 hingga minggu ke-38 tahun 2026 tercatat 188 hasil pemeriksaan subclade K, dengan 166 temuan pada 2025 dan 22 temuan pada 2026.

Kemenkes tetap melakukan pemantauan terhadap subclade K melalui surveilans sentinel yang melibatkan puskesmas, rumah sakit, serta laboratorium/balai kekarantinaan kesehatan.

Dalam hal pengobatan, sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan suportif dan tidak memerlukan rawat inap. Penggunaan obat antivirus seperti oseltamivir tidak ditujukan untuk semua pasien influenza.

“Oseltamivir penggunaannya harus tepat. Berdasarkan masukan para ahli, obat ini sebaiknya digunakan secara terbatas pada pasien dengan kondisi berat atau pasien dengan komorbid yang memang membutuhkan antivirus,” ujar Menkes Budi.

Pembatasan penggunaan oseltamivir diperlukan untuk mencegah terjadinya resistansi terhadap obat antivirus. Menkes mengibaratkan hal tersebut dengan penggunaan antibiotik yang tidak tepat yang dapat mendorong terjadinya resistansi antimikroba.

“Kita tidak boleh menggunakan antivirus secara berlebihan karena ada risiko resistansi. Kalau resistansi terjadi, justru kita bisa kehilangan pilihan obat ketika menghadapi wabah yang lebih berat dan mengancam nyawa, seperti influenza H5Nx,” lanjut Menkes.

Kemenkes terus memperkuat surveilans influenza, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium, serta komunikasi risiko kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang memburuk.

Kelompok rentan seperti bayi dan anak kecil, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Kenali gejalanya, cegah penularannya, dan segera periksa jika kondisi memburuk.

Tags: fluinfluenzakemenkes

Related Posts

Perwakilan KJRI Hong Kong menghadiri inaugurasi penerbangan Greater Bay Airlines rute Hong Kong–Surabaya di Terminal 2 Hong Kong International Airport, Jumat (25/9/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya

Editor
29 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong mendukung pembukaan rute penerbangan langsung Hong...

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam .(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Influenza A: Cegah Sebaran, Dinkes Bandung Ajak Warga Terapkan PHBS

Editor
29 September 2026

BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus influenza, khususnya Influenza Tipe A,...

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A. M. Djiwandono, bersama jajaran terkait dalam pembukaan Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta (28/9).(Foto: Website Bank Indonesia)

CB FEST 2026 Dorong Penguatan Layanan Kebanksentralan, Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Editor
29 September 2026

JAKARTA - Meluasnya konektivitas ekonomi dan keuangan lintas negara membutuhkan layanan kebanksentralan yang andal, efisien, dan aman untuk mendukung kelancaran...

Jemaah haji Indonesia.(Foto: Humas Kemenhaj)

Biaya Haji 2027, Kemenhaj: Presiden Minta Tetap Ringan

Editor
28 September 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta beban biaya yang ditanggung jemaah haji tetap ringan di tengah perubahan berbagai komponen biaya...

Ilustrasi lowongan kerja.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Lowongan Kerja Nih! Disnaker Kota Bandung Gelar Virtual Job Fair dengan 359 Posisi

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali melaksanakan Virtual Job Fair pada Rabu, 30 September 2026. Sebanyak 6 perusahaan...

Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026.(Foto: Satujabar.com)

Hari Pertama Sirnas A Jabar 2026 Lancar, Peserta dan Orang Tua Sambut Antusias

Editor
28 September 2026

BANDUNG – Hari pertama pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026 pada Senin 28 September 2026 berlangsung lancar dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.