• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Jejak Tahu Ditengarai Dari Tiongkok

Editor
Minggu, 14 Januari 2024 - 04:10
Tahu

Oleh DryPot - Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=14132647

Jejak tahu ditengarai dari Tiongkok seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.

Nama “tahu” merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: hanyu pinyin: doufu), yang secara harfiah berarti “kedelai terfermentasi”.

RelatedPosts

Mengawal Eksistensi Keraton dan Kerajaan Nusantara

Pagelaran Wayang Kulit di Rangkaian Hari Kebudayaan 2026

Merawat Warisan Budaya Lewat Lomba Tari Jaipong

Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi.

Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.

Versi tahu yang dikenal di Jepang adalah tahu sutra (kinugoshi tōfu).

Tahu sutra lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan lebih lanjut, sehingga biasanya dikonsumsi mentah.

Tahu secara umum dibawa para perantau Cina ke seluruh penjuru dunia sehingga menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.

JEJAK TAHU DI INDONESIA

Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu.

Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning.

Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan yang ditemui di tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe.

Di Kediri tahu kuning menjadi makanan khas. Tahu ini dikenal sebagai tahu takwa. Tempat lain yang juga terasosiasi dengan tahu adalah Sumedang (tahu Sumedang).

Tahu masih terkait dengan kembang tahu dan tauhue (juga disebut sebagai “kembang tahu”) menurut cara pembuatannya.

Aneka makanan yang melibatkan tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu campur, tahu guling, tahu isi (tahu bunting), perkedel tahu, dan kerupuk tahu, tahu pedes, tahu krispi, tahu petis dan tahu gimbal.

Tahu goreng biasanya dihidangkan untuk menemani makanan berkuah cair, seperti mi bakso dan soto; atau batagor.

Siomay, salah satu bentuk dimsum, juga menggunakan tahu kukus sebagai komponennya.

 

JEJAK TAHU DI KOREA

Dubu adalah tahu Korea. Orang Korea memanfaatkan tahu untuk berbagai jenis masakan.

Referensi awal mengenai tahu di Korea dapat ditemukan dalam Catatan Mogeun (Mogeunjip) yang ditulis oleh Yi Saek (bernama pena Mogeun, 1328-1396) pada zaman Dinasti Goryeo (938-1392).

Dalam satu puisinya, Yi Saek mengungkapkan kelezatan tahu yang baru saja dibuat.

Referensi lain menuliskan tentang cara memasak tahu Korea dalam Yangchonjip oleh Gwon Geun serta Heo Gyun (1569-1618), seorang sastrawan Dinasti Joseon yang menulis artikel dalam Domundaejak tentang kelembutan rasa dubu yang dijual pedagang di luar Gerbang Changui.

Sebuah catatan di Sejongsillok (Catatan Pemerintahan Raja Sejong) menyebutkan bahwa Kaisar Ming memuji kelezatan tahu di Joseon dan wanitanya pandai memasak makanan yang lezat.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa teknik membuat tahu diperkenalkan dari daratan Cina ke Korea pada zaman Dinasti Goryeo sejak abad ke-10. Dari Korea barulah tahu dikenalkan ke Jepang.

Tahu Korea teksturnya di antara tahu Cina dan Jepang, tidak keras atau lembut.[5] Orang Jepang memperkenalkan lebih banyak lagi jenis tahu ke Korea semasa Penjajahan Jepang atas Korea (1910-1945).

Dubu jeongol, adalah masakan jeongol tahu dengan sejarah 200 tahun. Dubu jeongol direbus bersama daging sapi, kecambah, lobak putih, dropwort, jamur, bawang, wortel dan kaldu dalam panci besar.

Dubu Buchim, tahu goreng, merupakan salah satu masakan yang disajikan dalam banchan.

Tahu sutera (sundubu): adalah tahu lembut yang tidak diproses layaknya tahu biasa. Sundubu yang paling terkenal adalah sundubu dari Desa Chodang yang dinamakan Chodang Dubu, diproses dengan menggunakan air laut sehingga menghasilkan rasa yang unik.

Sundubu dimakan dengan kecap dan bumbu-bumbu pedas sambil minum makgeolli.

Dubu kimchi, tahu goreng dengan kimchi.

Dubu jorim, tahu goreng dengan saus jorim yang terbuat dari campuran bumbu-bumbu.

Sundubu jjigae adalah jjigae dengan gochujang berisi tahu sutera (sundubu) dan sayur-sayuran.

Sumber: Wikipedia

Tags: tahu

Related Posts

(Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan / Vidhy Fellizano Sfinoza)

Mengawal Eksistensi Keraton dan Kerajaan Nusantara

Editor
18 Oktober 2026

JAKARTA - Keraton dan kerajaan Nusantara memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia. Potensi tersebut menjadi...

(Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan / Vidhy Fellizano Sfinoza)

Pagelaran Wayang Kulit di Rangkaian Hari Kebudayaan 2026

Editor
18 Oktober 2026

JAKARTA - Wayang Kulit merupakan ekspresi budaya yang telah diakui oleh dunia. Wayang merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang pertama...

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor gelar Pasanggiri Tari Jaipong Rampak dalam rangka peringatan Hari Kebudayaan Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Bogor, di Gedung Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Sabtu (17/10).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Merawat Warisan Budaya Lewat Lomba Tari Jaipong

Editor
17 Oktober 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat komitmen pelestarian seni dan budaya daerah melalui penyelenggaraan Pasanggiri Tari Jaipong Rampak...

Stasiun Nagreg. (Foto: Humas KAI)

10 Stasiun Kereta Api di Elevasi Tinggi Masih Beroperasi

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Perjalanan kereta api di Indonesia melintasi bentang geografis yang beragam. Di Jawa, jalur kereta api menembus kawasan pegunungan...

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10).(Foto: Dok. Kemenbud)

Indonesia Pulangkan 30.000 Lebih Benda Budaya dari Belanda

Editor
13 Oktober 2026

AMSTERDAM — Indonesia berhasil memastikan pengembalian 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya bersejarah dari Belanda, yang secara...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan sapi juara bernama Robinhood.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Robinhood, Sapi Bongsor Asal Sumedang Juara Piala Presiden 2026

Editor
13 Oktober 2026

SUMEDANG – Robinhood, sapi asal Tanjungkerta Kabupaten Sumedang dengan pemilik Ace Taryana, menjadi juara di Piala Presiden 2026 beberapa waktu...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.