• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Kendaraan Listrik Nasional Kian Kokoh Berkat Early Adopter

Editor
Kamis, 23 April 2026 - 07:21
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Pada tahun 2025, market share kendaraan listrik telah mencapai 21,71 persen, yang terdiri dari battery electric vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, hybrid electric vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus menunjukkan komitmennya dalam memacu percepatan transisi energi dari fosil menuju energi baru terbarukan (EBT), salah satunya melalui penguatan ekosistem industri kendaraan listrik nasional. Langkah ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan optimisme terhadap kemajuan industri kendaraan listrik di dalam negeri.

RelatedPosts

BRIN: Makanan Siap Saji Dimasak Tanpa Api untuk Dukung Layanan Haji

Antisipasi El Nino Godzilla 2026, BMKG & Kemenhut Perkuat Sinergi Preventif

Pertamina Dukung Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM dan Elpiji

“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Berdasarkan data Kemenperin, pasar industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan eksponensial, dengan tingkat Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 140 persen dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, pangsa pasar kendaraan berbasis listrik juga terus meningkat. Pada tahun 2025, market share kendaraan listrik telah mencapai 21,71 persen, yang terdiri dari battery electric vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, hybrid electric vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen. Dari sisi produksi, kontribusi kendaraan berbasis listrik terhadap total produksi nasional juga menunjukkan tren positif, dengan capaian sebesar 11,1 persen pada tahun 2025.

Capaian tersebut akan terus meningkat pada tahun 2026 seiring mulai beroperasinya sejumlah pabrikan baru yang mengikuti program insentif kendaraan listrik dalam kondisi completely built up (CBU). Hal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas pilihan kendaraan listrik bagi masyarakat.

Lebih lanjut, penguatan industri kendaraan listrik nasional juga didukung oleh ekosistem yang semakin terintegrasi, mulai dari industri hulu hingga hilir. Indonesia telah memiliki rantai pasok baterai kendaraan listrik yang mencakup proses refinery, produksi sel baterai, hingga pengolahan ulang (recycling). Kondisi ini menjadi keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki banyak negara lain.

“Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta pun menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan industri ini,” kata Menperin.

Sejumlah produsen global dan nasional telah menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, di antaranya Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, serta Industri Baterai Indonesia. Kehadiran para pelaku industri ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan dapat memperluas segmen pasar sekaligus mempercepat terwujudnya target produksi massal kendaraan listrik nasional yang ditargetkan hadir pada 2028.

Dengan fondasi industri yang semakin kuat, dukungan kebijakan yang konsisten, serta sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Indonesia diyakini mampu menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global sekaligus mendorong terciptanya ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Tags: Industri Kendaraan ListrikkemenperinMenperin

Related Posts

(Foto: Humas BRIN)

BRIN: Makanan Siap Saji Dimasak Tanpa Api untuk Dukung Layanan Haji

Editor
23 April 2026

Dengan teknologi ini, makanan dapat dipanaskan hanya dengan menambahkan air dingin dan tidak perlu pemanas air. Teknologi ini menggunakan bahan...

(Foto: Dok. Kemenhut)

Antisipasi El Nino Godzilla 2026, BMKG & Kemenhut Perkuat Sinergi Preventif

Editor
23 April 2026

Per 21 April 2026, jumlah titik api Indonesia mencapai 1.777 titik dengan Riau dan Kalimantan Barat menjadi yang paling banyak....

(Foto: pertamina.com)

Pertamina Dukung Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM dan Elpiji

Editor
23 April 2026

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pertamina melalui Subholding Pertamina Patra Niaga telah melakukan pembinaan terhadap 136 SPBU dan 237 agen...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (kanan) dan Wakil Bupati Fajar Aldila.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Hari Jadi Sumedang Ke-488: Pacu Program Pembangunan Unggulan

Editor
23 April 2026

Program unggulan Dony/Fajar yakni Pendidikan, infrastruktur jalan, pertanian, dan UMKM SATUJABAR, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan program...

Bupati Dony Ahmad Munir saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sumedang memperingati Hari Jadi Sumedangi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumedang, Rabu (22/4/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Hari Jadi Sumedang Ke-488: Kinerja Pemerintahan Positif

Editor
23 April 2026

Indikator Makro Pembangunan di Kabupaten Sumedang tahun 2025: IPM 75,50 poin, Kemiskinan 8,81 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 6,08 persen,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pengangguran Capai 7,44 Persen, Pemkot Genjot Kursus Pelatihan

Editor
23 April 2026

Tingkat pengangguran di Kota Bandung tercatat sebesar 7,44 persen. Pemkot Bandung menargetkan angka tersebut dapat ditekan melalui peningkatan kompetensi tenaga...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.