• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 9 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indonesia Sangat Kompetitif untuk Lokasi Peluncuran Satelit

Editor
Kamis, 09 Juli 2026 - 10:08
satelit stasiun luar angasa

(IMAGE: Pexels)

SATUJABAR, JAKARTA – Keunggulan geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain global di industri antariksa. Didukung rencana pengembangan Bandar Antariksa Biak, posisi strategis tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi peluncuran satelit, menarik investasi, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem antariksa dunia.

Ketua Umum ARIKSA, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan peluncuran satelit dari Biak memiliki keunggulan dibandingkan sejumlah lokasi peluncuran lain karena berada dekat garis khatulistiwa. Menurutnya, kondisi tersebut memungkinkan efisiensi biaya peluncuran melalui pengurangan kebutuhan bahan bakar dan peningkatan kapasitas muatan satelit.

RelatedPosts

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Pastikan Keandalan Distribusi Energi

Menteri UMKM: Mayoritas Pengemudi Ojol Pilih Jadi Bagian dari Usaha Mikro

OJK Terbitkan POJK Baru Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon

“Kalau kita luncurkan dari Biak itu, ada perbedaan Biak dibandingkan India 100 kilogram kurangnya. Dan per kilogram itu kalau saya catat benar 25 ribu dolar. Berarti satelit-satelit yang mengembang, yang meluncurkan dari Biak itu akan saving-nya luar biasa besar. Saving-nya akan 5 ribu dolar per kilogram. Kalau untuk 100 kilogram, hematnya 500 ribu dolar,” ujarnya dalam diskusi panel peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, BRIN Jakarta Pusat, Rabu (8/7) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Selain memberikan keuntungan teknis, Adi menilai posisi geografis Indonesia juga berpotensi menjadi daya tarik investasi internasional. Ia mengusulkan pembentukan Equatorial Alliance, yaitu wadah kerja sama negara-negara di kawasan khatulistiwa untuk memperkuat posisi dalam industri antariksa global. Gagasan tersebut, menurutnya, telah mendapat respons positif dari sejumlah negara.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan antariksa kini menjadi salah satu teknologi strategis yang akan menentukan daya saing ekonomi suatu negara. Karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan keunggulan geografis yang dimiliki sebagai modal untuk memperkuat kapasitas nasional di sektor antariksa.

Menurut Stella, salah satu faktor penting dalam pengembangan teknologi antariksa adalah aspek position, navigation, and timing. Indonesia, katanya, memiliki keunggulan tersebut melalui lokasi Bandar Antariksa Biak yang mampu memberikan efisiensi peluncuran satelit.

Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Adis Alfiawan, menilai pengembangan industri antariksa membutuhkan dukungan seluruh ekosistem, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta. Ia berharap Indonesia memiliki visi strategis yang mampu mendorong investasi dan mempercepat pertumbuhan industri antariksa nasional, sebagaimana keberhasilan peluncuran Satelit Palapa yang menjadi tonggak penting pembangunan telekomunikasi Indonesia.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, mengatakan posisi strategis Indonesia memberikan peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok global industri antariksa. Menurutnya, pengembangan platform satelit di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional.

Heru menegaskan BRIN akan terus mendukung pengembangan ekosistem antariksa melalui riset, penguatan kapasitas nasional, penyediaan infrastruktur penelitian, serta fasilitasi kolaborasi dengan industri. Dengan sinergi tersebut, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan keunggulan geografisnya untuk berkembang sebagai pusat aktivitas antariksa di kawasan khatulistiwa dan memperkuat posisinya dalam industri antariksa global.

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINpeluncuran satelit

Related Posts

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menerima kunjungan kerja Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan ke Integrated Terminal (IT) Jakarta dan Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek pada Rabu (8/7/2026).(Foto: Istimewa)

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Pastikan Keandalan Distribusi Energi

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menerima kunjungan kerja Komisaris Utama PT Pertamina (Persero)...

Ilustrasi driver ojek online (ojol).(Foto:Istimewa).

Menteri UMKM: Mayoritas Pengemudi Ojol Pilih Jadi Bagian dari Usaha Mikro

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menemui ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang mewakili...

ojk kinerja perbankan

OJK Terbitkan POJK Baru Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – OJK atau Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas...

Penjualan eceran, toko, minimarket

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun -0,8%

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penjualan eceran Juni 2026 diprakirakan terjaga. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 diprakirakan sebesar 221,6, terutama ditopang...

survei kegiatan dunia usaha ekspor jawa barat

Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi China 2026 dan 2027 Tumbuh Melambat

Editor
9 Juli 2026

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 4,4% pada tahun 2026. Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan melandai lebih lanjut menjadi...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 9/7/2026 Antam Rp 2.633.000 Per Gram

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 9/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.633.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat