• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 7 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indonesia di Antara Penguasa Teknologi Global, Mau Kemana?

Editor
Kamis, 07 Mei 2026 - 09:35
(Foto: Humas Komdigi)

(Foto: Humas Komdigi)

SATUJABAR, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa Indonesia memilih pendekatan kolaboratif dalam membangun industri kecerdasan artifisial (AI) di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global.

Di saat negara-negara besar memperkuat kontrol terhadap teknologi, Indonesia mengambil posisi sebagai kekuatan menengah yang mendorong keseimbangan antara peran negara dan kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing.

RelatedPosts

Persis Tetapkan Iduladha Rabu 27 Mei 2026

Inisiatif Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Global di WCCE 2026

Isu Siswa Dikeluarkan dari Sekolah Karena Kritik MBG, BGN: Itu Tidak Benar

“Ini saatnya Indonesia menunjukkan kepemimpinan teknologi. Atas nama pemerintah, kami selalu membuka kolaborasi, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga mendorong seluruh sektor industri dan pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam satu ekosistem membangun industri AI agar memberikan akses yang luas,” ujar Wamen Nezar dalam IDN Times Leadership Forum di Jakarta Selatan, Rabu (06/05/2026) melalui keterangan resminya.

Wamen Nezar menegaskan bahwa pendekatan tersebut menjadi pilihan strategis Indonesia di tengah kecenderungan global yang mendorong dominasi negara atas teknologi.

Indonesia menilai pendekatan tersebut berisiko menciptakan ekosistem yang tertutup dan tidak sehat bagi inovasi.

“Jika melihat tren global saat ini, termasuk di Amerika Serikat, terdapat pandangan bahwa negara perlu mengambil kendali lebih besar terhadap teknologi dan perusahaan teknologi. Namun, itu bukan jalan yang akan dipilih Indonesia karena berpotensi mengarah pada apa yang disebut sebagai fasisme teknologi,” jelasnya.

Dalam konteks geopolitik global, Wamen Nezar menyoroti bahwa industri semikonduktor kini menjadi arena utama perebutan pengaruh antarnegara.

Pergeseran ini menandai perubahan besar dari era energi fosil menuju era teknologi berbasis chip.

“Pada abad lalu, kita berbicara tentang minyak sebagai sumber kekuatan utama. Kini, semikonduktor menjadi kekuatan utama di abad ke-21. Setiap negara—baik Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa, maupun negara kekuatan menengah—berupaya menetapkan posisi dalam perang chip dan penguasaan pabrik semikonduktor,” ungkap Wamen Nezar.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar dalam memasuki rantai pasok global industri AI dan semikonduktor. Keterlibatan nasional dalam proses produksi dinilai masih sangat terbatas.

“Indonesia saat ini belum berada dalam rantai pasok global AI. Berdasarkan kunjungan saya ke salah satu produsen di Batam, yaitu Nvidia, saya melihat proses perakitan semikonduktor, dan tidak ada komponen dalam proses tersebut yang berasal dari Indonesia,” paparnya.

Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam ekosistem global melalui pemanfaatan sumber daya strategis yang dimiliki, khususnya mineral kritis.

“Indonesia memiliki sejumlah mineral penting, seperti emas, kobalt, dan nikel, yang digunakan dalam proses pembuatan semikonduktor. Tantangannya adalah bagaimana mengolah mineral tersebut agar siap menjadi bagian dari komponen yang dibutuhkan industri,” tutur Wamen Nezar.

Selain itu, penguatan talenta digital menjadi pilar utama dalam mendukung transformasi tersebut.

Pemerintah terus mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program strategis.

“Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan program AI Talent Factory dengan melibatkan perguruan tinggi, pusat riset, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan AI,” tambahnya.

Dengan mengombinasikan kekuatan sumber daya alam dan talenta digital, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengambil posisi strategis dalam industri AI global melalui pendekatan jalan tengah tanpa bergantung pada kontrol penuh negara, namun tetap menjaga kepentingan nasional.

“Sebagai negara kekuatan menengah, Indonesia memilih jalan tengah dengan memanfaatkan mineral kritis yang dimiliki serta meningkatkan talenta digital sebagai fondasi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat,” pungkasnya.

Tags: komdigiNezarNezar PatriaPenguasa Teknologi GlobalWamen Komdigi

Related Posts

Hewan kurban

Persis Tetapkan Iduladha Rabu 27 Mei 2026

Editor
7 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei...

Peluncurkan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (6 Mei 2026).(Foto: Humas Ekraf)

Inisiatif Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Global di WCCE 2026

Editor
7 Mei 2026

Konferensi akan diselenggarakan pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, dan ditargetkan melibatkan sekitar 80 negara. Forum...

Ilustrasi menu MBG.(Foto:Istimewa).

Isu Siswa Dikeluarkan dari Sekolah Karena Kritik MBG, BGN: Itu Tidak Benar

Editor
7 Mei 2026

SATUJABAR, PEMALARANG - Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah, Reza Mahendra, membantah kabar yang menyebut seorang siswa SDN...

(Foto: Dok. Ekraf)

Indonesia dan Airbus Kembangkan Ekosistem Dirgantara Nasional

Editor
7 Mei 2026

Data International Air Transport Association (IATA) memproyeksikan Indonesia akan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. SATUJABAR,...

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Bupati Garut Sambangi DEN di Jakarta, Ada Apa?

Editor
7 Mei 2026

Kabupaten Garut memang dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor panas bumi. SATUJABAR, JAKARTA — Bupati...

Harimau di Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kabar Bonbin Bandung, Pemkot Bilang Dalam Kondisi Aman

Editor
7 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Masa depan siapa pengelola Kebun Binatang Bandung belum menemui jawabannya. Sambil menunggu kepastian itu, Pemerintah Pusat, Pemerintah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.