• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 22 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indonesia di Antara Penguasa Teknologi Global, Mau Kemana?

Editor
Kamis, 07 Mei 2026 - 09:35
(Foto: Humas Komdigi)

(Foto: Humas Komdigi)

SATUJABAR, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa Indonesia memilih pendekatan kolaboratif dalam membangun industri kecerdasan artifisial (AI) di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global.

Di saat negara-negara besar memperkuat kontrol terhadap teknologi, Indonesia mengambil posisi sebagai kekuatan menengah yang mendorong keseimbangan antara peran negara dan kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing.

RelatedPosts

Anak Tusuk Ayah Tiri hingga Tewas di Garut Gegara Sakit Hati

Harga Emas Minggu 21/6/2026 Antam Rp 2.668.000 Per Gram

Haji 2026: 874 Jemaah Tiba di Kertajati Majalengka

“Ini saatnya Indonesia menunjukkan kepemimpinan teknologi. Atas nama pemerintah, kami selalu membuka kolaborasi, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga mendorong seluruh sektor industri dan pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam satu ekosistem membangun industri AI agar memberikan akses yang luas,” ujar Wamen Nezar dalam IDN Times Leadership Forum di Jakarta Selatan, Rabu (06/05/2026) melalui keterangan resminya.

Wamen Nezar menegaskan bahwa pendekatan tersebut menjadi pilihan strategis Indonesia di tengah kecenderungan global yang mendorong dominasi negara atas teknologi.

Indonesia menilai pendekatan tersebut berisiko menciptakan ekosistem yang tertutup dan tidak sehat bagi inovasi.

“Jika melihat tren global saat ini, termasuk di Amerika Serikat, terdapat pandangan bahwa negara perlu mengambil kendali lebih besar terhadap teknologi dan perusahaan teknologi. Namun, itu bukan jalan yang akan dipilih Indonesia karena berpotensi mengarah pada apa yang disebut sebagai fasisme teknologi,” jelasnya.

Dalam konteks geopolitik global, Wamen Nezar menyoroti bahwa industri semikonduktor kini menjadi arena utama perebutan pengaruh antarnegara.

Pergeseran ini menandai perubahan besar dari era energi fosil menuju era teknologi berbasis chip.

“Pada abad lalu, kita berbicara tentang minyak sebagai sumber kekuatan utama. Kini, semikonduktor menjadi kekuatan utama di abad ke-21. Setiap negara—baik Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa, maupun negara kekuatan menengah—berupaya menetapkan posisi dalam perang chip dan penguasaan pabrik semikonduktor,” ungkap Wamen Nezar.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar dalam memasuki rantai pasok global industri AI dan semikonduktor. Keterlibatan nasional dalam proses produksi dinilai masih sangat terbatas.

“Indonesia saat ini belum berada dalam rantai pasok global AI. Berdasarkan kunjungan saya ke salah satu produsen di Batam, yaitu Nvidia, saya melihat proses perakitan semikonduktor, dan tidak ada komponen dalam proses tersebut yang berasal dari Indonesia,” paparnya.

Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam ekosistem global melalui pemanfaatan sumber daya strategis yang dimiliki, khususnya mineral kritis.

“Indonesia memiliki sejumlah mineral penting, seperti emas, kobalt, dan nikel, yang digunakan dalam proses pembuatan semikonduktor. Tantangannya adalah bagaimana mengolah mineral tersebut agar siap menjadi bagian dari komponen yang dibutuhkan industri,” tutur Wamen Nezar.

Selain itu, penguatan talenta digital menjadi pilar utama dalam mendukung transformasi tersebut.

Pemerintah terus mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program strategis.

“Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan program AI Talent Factory dengan melibatkan perguruan tinggi, pusat riset, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan AI,” tambahnya.

Dengan mengombinasikan kekuatan sumber daya alam dan talenta digital, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengambil posisi strategis dalam industri AI global melalui pendekatan jalan tengah tanpa bergantung pada kontrol penuh negara, namun tetap menjaga kepentingan nasional.

“Sebagai negara kekuatan menengah, Indonesia memilih jalan tengah dengan memanfaatkan mineral kritis yang dimiliki serta meningkatkan talenta digital sebagai fondasi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat,” pungkasnya.

Tags: komdigiNezarNezar PatriaPenguasa Teknologi GlobalWamen Komdigi

Related Posts

Ilustrasi senjata tajam pisau.(foto: istimewa)

Anak Tusuk Ayah Tiri hingga Tewas di Garut Gegara Sakit Hati

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, GARUT--Seorang pria di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditangkap polisi setelah menusuk ayah tirinya menggunakan pisau dapur hingga tewas. Pelaku...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 21/6/2026 Antam Rp 2.668.000 Per Gram

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 20/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.668.000 per gram...

Jemaah haji 2026 tiba di Bandara Kertajati Majalengka.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: 874 Jemaah Tiba di Kertajati Majalengka

Editor
21 Juni 2026

Haji 2026 memasuki fase pemulangan jemaah dari Tanah Suci ke Tanah Air secara bertahap dengan mengedepankan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan....

Jemaah haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: Kepulangan Jemaah Capai 62 Persen

Editor
21 Juni 2026

Haji 2026 memasuki fase pemulangan jemaah dari Tanah Suci ke Tanah Air secara bertahap dengan mengedepankan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan....

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecek harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Harga Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Stabil

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional dan toko ritel Kota Bandung terpantau relatif stabil. Bahkan...

Penumpang menaiki kapal di pelabuhan mewarnai lonjakan penumpang pada sektor angkutan laut saat libur Nataru 2025/2026.(Foto: Istimewa)

Libur Sekolah 2026: Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Libur sekolah 2026 serta Libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027 menjadi memanjakan warga yang akan liburan. Sesuai...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.