Berita

Ide Nama Braga Beken Diusulkan Rahmat Lazuardi

BANDUNG – Ide nama Braga Beken diusulkan Rahmat Lazuardi menjadi nama resmi kawasan bebas kendaraan (Beken) di Jalan Braga pada akhir pekan.

Nama itu telah diresmikan Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, Sabtu 4 Mei 2024.

Sebelum ide nama Braga Beken diresmikan kawasan Jalan Braga bebas kendaraan awalnya disebut sebagai Braga Free Vehicle.

Pemkot Bandung pun menggelar sayembara pemberian nama untuk kawasan ini melalui Instagram @humas_bandung.

Hasilnya, ada 745 komentar usulan nama untuk kawasan Braga Free Vehicle.

Dari total tersebut, disaring 10 nama yang kemudian didiskusikan dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

Akhirnya, Braga Beken pun terpilih sebagai nama baru untuk kawasan ini. Di balik nama tersebut, ada salah satu pencetus idenya.

Namanya Rahmat Lazuardi. Ia memang bukan satu-satunya yang mengusulkan nama ini.

Namun, berdasarkan data komentar masuk di Instagram @humas_bandung, ia tercatat sebagai pemberi ide nama yang lebih awal meninggalkan komentar.

Rahmat yang memiliki akun Instagram @ra21laz merupakan warga Kecamatan Coblong.

Kesehariannya dekat dengan dunia akademisi. Ia mengajar di Program Profesi Insinyur dan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Bandung.

“Braga itu sudah sama terkenalnya dengan lokasi serupa di beberapa kota lainnya seperti Jogja dengan Malioboro-nya, Bangkok dengan Khaosan Road-nya, atau Korea dengan Myeong-dong Shopping Street-nya,” ujar Rahmat kepada Humas Kota Bandung.

ISTILAH BEKEN

Istilah ‘Beken’ yang jadi ide awalnya, kata Rahmat merupakan adopsi dari kata ‘Bekend’ ke dalam Bahasa Indonesia. Istilah ini aslinya dari Bahasa Belanda.

“Beken yang saya pikirkan bukan hanya beken yang merupakan singkatan dari bebas kendaraan. Artinya “well-known; familiar”. Dikenal baik dan sudah menjadi bagian darah-daging dari aktivitas sehari-hari warga Bandung,” terang Rahmat dilansir bandung.go.id.

Latar belakang keilmuannya di S1 dan S2 Teknik Sipil menjadikannya fokus terhadap tata ruang, arsitektur, lanskap transportasi, dan kota yang ramah kepada pejalan kaki.

“Itu adalah mimpi yang saya ingin wujudkan di kota ini,” tuturnya.

Rahmat berharap, Braga Beken tidak hanya berjalan sementara, melainkan untuk waktu-waktu ke depan.

Ia berharap  kawasan Jalan Braga bisa steril itu dan benar-benar menjadi “walking street” sepenuhnya. Serta bisa dinikmati orang dari semua kalangan tanpa ada gangguan atau lalu lalang dari berbagai jenis kendaraan yang berbahan bakar fosil.

“Semoga juga Braga Beken tidak hanya digelar di akhir pekan, tetapi setiap hari. Saya sangat mengapresiasi kawasan ini,” pungkas Rahmat.

Editor

Recent Posts

Mainkan Jali-Jali, Tim Angklung Bandung Buka Indonesia Shopping Festival 2026 di Jakarta

JAKARTA (7/8/2026) - Tim Muhibah Angklung dari Bandung, Jawa Barat, yang aktif memperkenalkan angklung ke…

2 jam ago

Marbot Masjid di Purwakarta Dibunuh Tetangga karena Sakit Hati

SATUJABAR, PURWAKARTA--Kasus kematian marbot masjid di Kabupaten Purwakarta, saat hendak mengumandangkan Adzan Dzuhur, berhasil diungkap…

4 jam ago

Polisi Bongkar Gudang Miras Ilegal Berkedok Bengkel Las di Bandung, Ribuan Botol Disita

SATUJABAR, BANDUNG--Sebuah bengkel las di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digerebek polisi karena menjadi tempat menyimpan…

6 jam ago

Sudaryono: 66 Kepala SPPG Diberhentikan Tidak Hormat

SATUJABAR, JAKARTA – Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menindak tegas dengan memproses pemberhentian secara…

10 jam ago

Chelsea VS AC Milan di SUGBK, Erick Thohir: Indonesia Jadi Pilihan Laga Pramusim

Chelsea VS AC Milan akan bertanding pada 8 Agustus 2026 di Stadion Utama Gelora Bung…

10 jam ago

Garut dan Korea Selatan Jajaki Kolaborasi Inovasi Budidaya Stroberi dan Bawang

SATUJABAR, GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong…

11 jam ago

This website uses cookies.