• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hotspot Karhutla Kembali Naik, Tim Gabungan Perkuat Operasi

Editor
Selasa, 15 September 2026 - 01:21
Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, terutama di wilayah Kalimantan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, terutama di wilayah Kalimantan.(Foto: Humas Kemenhut)

JAKARTA – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, terutama di wilayah Kalimantan. Penguatan dilakukan melalui respons cepat di lapangan, pemadaman darat, water bombing, patroli udara, pembasahan lahan, serta pemanfaatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi meteorologis.

Dikutip dari laman Kemenhut, berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Senin, 14 September 2026 pukul 21.05 WIB, secara nasional terdeteksi 1.437 hotspot high confidence, meningkat dibandingkan 592 titik pada hari sebelumnya.

RelatedPosts

Kasatresnarkoba dan 7 Anggota Polresta Karawang Dipatsus, Diduga Bebaskan Bandar Obat Keras

Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat Agustus 2026 Sebesar 6,67 Persen

Ekonomi Jawa Barat Triwulan III-2026 Tumbuh 5,89 Persen

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, hotspot high confidence tercatat:

  • Kalimantan Tengah: 689 titik, meningkat dari 89 titik;
  • Kalimantan Barat: 203 titik, meningkat dari 14 titik;
  • Sumatera Selatan: 116 titik, meningkat dari 49 titik;
  • Kalimantan Selatan: 112 titik, meningkat dari 28 titik;
  • Jambi: 9 titik, turun dari 17 titik; dan
  • Riau: 0 titik, tetap nihil hotspot high confidence.

Konsentrasi hotspot terbesar berada di Kalimantan Tengah, diikuti Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, dan dukungan operasi udara pada wilayah yang membutuhkan respons segera.

Di sisi lain, perkembangan lebih baik terlihat di Jambi, sementara Riau kembali tidak mencatat hotspot high confidence pada pemantauan terakhir.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa hotspot. Karena itu, seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan.

Peningkatan hotspot terjadi di tengah kondisi atmosfer yang masih relatif kering. Dalam prakiraan periode 15-21 September, BMKG mencatat sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau, sementara 1.637 titik pengamatan mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem atau lebih dari 60 hari berturut-turut.

BMKG juga mendeteksi sebaran asap melalui citra Satelit Himawari-9 pada 14 September di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Kondisi kering diprakirakan masih mendominasi, sehingga risiko karhutla dan bertahannya kebakaran-terutama pada lahan gambut-masih perlu diwaspadai.

Meski demikian, peluang hujan belum sepenuhnya tertutup. Untuk periode 15-17 September, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang masih berpeluang terjadi antara lain di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut akan terus dimonitor untuk mendukung strategi pembasahan dan operasi lapangan.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak lainnya terus bergerak melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, serta pendinginan.

Pemerintah tetap menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC.

OMC Kementerian Kehutanan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah telah dilaksanakan pada periode hingga 14 September sebagai bagian dari strategi pembasahan gambut dan pengendalian karhutla. Penggunaan OMC selanjutnya menyesuaikan kebutuhan lapangan serta ketersediaan potensi awan yang memenuhi persyaratan meteorologis. BMKG mencatat kedua operasi tersebut sebagai bagian dari rangkaian OMC untuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla.

Kapasitas operasi udara juga diperkuat dengan dukungan Pemerintah Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinook. Kementerian Pertahanan, TNI, dan delegasi Jepang pada 13 September telah melakukan koordinasi kesiapan operasi di Lanud Supadio, Kalimantan Barat. Pembahasan mencakup kesiapan helikopter, wilayah dan jalur penerbangan, mekanisme koordinasi, serta prosedur operasional agar dukungan tiga Chinook dapat terintegrasi dengan operasi karhutla pemerintah secara aman dan efektif.

Penguatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap indikasi hotspot segera direspons dan tidak dibiarkan berkembang menjadi kebakaran. Presiden juga menekankan penguatan edukasi masyarakat serta penegakan hukum terhadap pembakaran secara sengaja, termasuk apabila terdapat indikasi keterlibatan korporasi.

Berdasarkan pemantauan PM2,5, kondisi udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah masih berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Pada beberapa lokasi di Kalimantan masih terlihat area dengan kategori berbahaya.

Pantauan terbaru meteorologi penerbangan BMKG juga memperlihatkan perbedaan kondisi jarak pandang antarwilayah. Di Pontianak, jarak pandang tercatat sekitar 1,2 kilometer dengan kondisi berasap, sehingga masih memerlukan perhatian.

Sementara itu, di Jambi jarak pandang tercatat sekitar 5 kilometer dengan kondisi udara kabur. Di Palangka Rayajarak pandang sekitar 9 kilometer dengan kondisi cerah berawan, sedangkan Pekanbaru sekitar 7 kilometer. Di Palembang dan Banjarmasin, jarak pandang tercatat 10 kilometer atau lebih.

Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membaca situasi karhutla secara terpadu. Jumlah hotspot perlu dilihat bersama hasil groundcheck, kondisi kebakaran, sebaran asap, cuaca, arah angin, kualitas udara, dan jarak pandang.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk terus memantau informasi kondisi udara. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis, karena kelompok tersebut lebih rentan terhadap paparan partikel halus dari asap karhutla.

Di tengah kondisi atmosfer yang masih kering, masyarakat dan pelaku usaha kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Presiden Prabowo juga telah menegaskan agar pencegahan dilakukan sejak tingkat desa dan setiap dugaan pembakaran secara sengaja ditindaklanjuti secara serius.

Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan respons sedini mungkin melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Tags: Hotspot karhutlaKemenhut

Related Posts

Ilistrasi lambang Polri.(Foto:Istimewa).

Kasatresnarkoba dan 7 Anggota Polresta Karawang Dipatsus, Diduga Bebaskan Bandar Obat Keras

Editor
5 November 2026

SATUJABAR, KARAWANG--Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polresta Karawang bersama tujuh anggotanya, menjalani penempatan khusus (patsus). Mereka diperiksa Bidang Profesi dan...

Bursa kerja

Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat Agustus 2026 Sebesar 6,67 Persen

Editor
5 November 2026

BANDUNG - Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2026 sebanyak 26,54 juta orang, naik 0,25 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Tingkat...

Pasar tradisional di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ekonomi Jawa Barat Triwulan III-2026 Tumbuh 5,89 Persen

Editor
5 November 2026

BANDUNG – Ekonomi Jawa Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2026 mencapai Rp...

rumah sakit, fasilitas kesehatan

IPM Nasional 2026 Naik Tahun Sebelumnya

Editor
5 November 2026

JAKARTA - IPM atau Indeks Pembangunan Manusia 2026 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Peningkatan IPM 2026 tersebut disebabkan oleh peningkatan...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Gegara Cemburu, Pemuda di Karawang Aniaya Pacar hingga Tewas

Editor
5 November 2026

SATUJABAR, KARAWANG--Seorang pemuda di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tega menganiaya pacarnya hingga tewas. Aksi penganiayaan dipicu, gara-gara pelaku mengaku cemburu...

Bursa tenaga kerja

Tingkat Pengangguran Terbuka Agustus 2026 Sebesar 4,75 Persen

Editor
5 November 2026

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 sebesar 4,75 persen, turun 0,09 persen poin dibanding Agustus 2025. JAKARTA - Jumlah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.