• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 9 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Heboh Guru BK SMKN Di Garut Potong Paksa Rambut Siswi, Berujung Permintaan Maaf

Editor
Sabtu, 09 Mei 2026 - 04:12
Ilustrasi rambut habis dipotong.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi rambut habis dipotong.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, GARUT–Beredarnya rekaman video guru Bimbingan Konseling (BK) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memotong paksa rambut sejumlah siswi, menghebohkan jagat maya. Tindakan dinilai berlebihan sebagai bagian dari penegakan disiplin dan tata tertib di sekolah, hingga membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan, berujung permintaan maaf dari sang guru BK menyadari kesalahannya.

Tindakan pemotongan rambut secara paksa menimpa 18 siswi Sekolah Menengah Kejuruan Siswa Negeri (SMKN) 2 Garut, pada Kamis 30 April 2026 lalu. Rekaman video saat pemotongan rambut berlangsung, menghebohkan dunia maya, hingga banyak yabg menilai sebagai tindakan berlebihan.

RelatedPosts

KTT Asean 2026: Bahas Myanmar & Konflik Batas Negara

Haji 2026: 117.452 Jemaah Diberangkatkan, 20 Wafat

Kejadian Bencana Per 9 Mei 2026 dan Penanganan BNPB

Pelaku pemotongan rambut siswi secara paksa tersebut, guru wanita Bimbingan Konseling (BK) di sekolah tersebut. Guru BK berinisial AN yang melakukan memotong rambut siswi secara paksa karena dicat merah, sebagai bagian penegakan disiplin dan tata tertib di sekolah, berujung meminta maaf dan menyadari kesalahannya.

Sang guru BK akhirnya muncul ke publik. Melalui tayangan video yang direkam dan diunggahnta ke media sosial, AN menyampaikan klarifikasi, sekaligus permohonan maaf atas tindakannya.

“Perlu saya sampaikan, bahwa kegiatan (memotong rambut siswi), dilakukan sebagai penegakkan tata tertib di sekolah, yang telah ditetapkan. Khususnya dalam menjaga kerapian dan kedisiplinan peserta didik. Namun demikian, saya menyadari, dalam pelaksanaannya, terdapat hal-hal yang tidak berkenan hingga menimbulkan berbagai persepsi di kalangan masyarakat,” ujar AN, dalam rekaman video di media sosial.

AN kemudian menyampaikan permohonan maaf, terutama kepada siswa yang dicintainya, orang tua, serta masyarakat luas yang merasa tidak nyaman atas tindakan yang telah dilakukannya, hingga menimbulkan kegaduhan. AN memohon maaf dan menyadari atas kesalahannya.

Tidak sang guru BK menuai pro-konta, selain diprotes, ada juga menyampaikan dukungnya di media sosial. Protes salah satunya disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara (Stainus) Garut, yang menerima pengaduan. Asep Muhidin, selaku kuasa hukum para siswi, mengatakan, kejadian bermula saat para siswi kembali ke kelasnya setelah mengikuti pelajaran olahraga.

Sang guru BK tiba-tiba masuk ke kelas sambil membawa gunting melakukan razia, kemudian memeriksa dan memotong rambut sejumlah siswi yabg dicat merah secara paksa. Tindakan guru BK dinilai berlebihan, tidak etis, dan ekstrem, mengingat para siswi sehari-hari menutupi rambutnya dengan hijab selama berada di lingkungan sekolah.

“Alasan guru BK, ada laporan soal rambut siswi yang dicat. Kami mempertanyakan dasar laporannya, kenapa tidak melibatkan orang tua siswi? Itu lebih etis,” ujar Asep kepada wartawan, menyesalkan.

Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, buka suara. Razia menggunting rambut siswi di sekolahnya yang dilakukan guru BK tidak dilakukan tiba-tiba. Tapi, buntut dari rentetan teguran yang tidak diindahkan.

“Akumulasi laporan dari wali kelas dan masyarakat, warna rambut anak SMK (SMKN 2) bisa bebas. Berawal dari rentetan teguran juga,” ungkap Purqon.

Pro-kontra warganet di media sosial menyikapi rekaman video tangisan siswi sambil memegang rambut yang telah terpotong. Banyak warganet mengecam guru BK, karena dinlai terlalu ekstrem dan tidak etis, apalagi siswi yang menjadi sasaran mengenakan hijab. Tidak sedikit juga yang mendukung, sebagai tindakan tegas guru BK menegakan aturan, disiplin, dan etika di sekolah, siswi berhijab tapi rambut diwarnai.

Heboh di jagat maya, akhirnya sampai ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang langsung melakukan pemanggilan. Guru BK, 18 siswi yang terkena razia pemotongan rambut, hingga orangtua, dipertemukan.

Dalam pertemuan, guru BK kepada Dedi Mulyadi mengungkapkan, razia didasari laporan pembiaran terhadap pelajar siswi memiliki rambut dicat merah. Sementara pelajar siswa merasakan tidak adil karena kerap jadi sasaran saat rambutnya panjang.

“Ada laporan, bu kenapa laki-laki (rambut) panjang sedikit langsung dirazia, tapi perempuan rambutnya merah dibiarkan saja. Saat keluar gerbang sekolah, kerudung dibuka dan rambutnya terlihat dicat merah dengan masih mengenakan seragam,” ungkap guru BK, menirukan keluhan siswa.

Dedi Mulyadi menanggapi, langkah yang diambil guru BK bukan sebuah kesalahan. Guru BK justru berniat baik  didasari rasa kasih ayang, bukan karena kebencian.

Pertemuan berakhir dengan perdamaian, antara guru BK, para siswi, serta para orangtua. Di akhir pertemuan, Dedi Mulyadi kemudian memberikan perawatan gratis salon, agar siswi yang terkena razia, bisa merapikan rambut dan penampilannya.

Tags: dedi mulyadigubernur jawa baratGuru BKjawa baratkabupaten garutRazia Memotong Paksa Rambut Siswi DicatSMKN 2 Garut

Related Posts

Menlu Sugiono di KTT Asean 2026.(Foto: Setkab)

KTT Asean 2026: Bahas Myanmar & Konflik Batas Negara

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, CEBU – KTT Asean 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan rekonsiliasi kawasan Asia Tenggara dalam...

Jemaah haji Indonesia di musim haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: 117.452 Jemaah Diberangkatkan, 20 Wafat

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH — Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan...

Logo BNPB,kejadian bencana, penanganan bencana

Kejadian Bencana Per 9 Mei 2026 dan Penanganan BNPB

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi dalam periode pemantauan 8 Mei...

Aksi bersih-bersih Situ Gede Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Situ Gede Kota Bogor Diserbu Ratusan Orang

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, BOGOR – Situ Gede Kota Bogor menjadi salah satu obyek Gerakan bersih-bersih lingkungan yakni Gerakan Indonesia ASRI. Kota Bogor...

Foto : Kolom abu berwarna putih kelabu kehitaman dari erupsi gunung api Dukono terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5) pukul 09.23 WIT. (Pos PGA Dukono)

Mendaki Gunung Dukono dan Gunung Lain Kini Dibatasi, Ini Daftarnya!

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Mendaki Gunung Dukono dan gunung lainnya kini dibatasi menyusul insiden meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten...

Foto : Kolom abu berwarna putih kelabu kehitaman dari erupsi gunung api Dukono terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5) pukul 09.23 WIT. (Pos PGA Dukono)

Korban Hilang Gunung Dukono Terus Dicari

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Korban hilang Gunung Dukono di Halmahera masih dalam tahap pencarian Tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Tim...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.