• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hasil Tangkapan Nelayan Kian Minim? BRIN Kasih Solusi

Editor
Senin, 23 Februari 2026 - 11:32
Kapal Nelayan. (Foto: KKP)

Kapal Nelayan. (Foto: KKP)

SATUJABAR, JAKARTA – Sebanyak 80 persen nelayan tradisional masih bergantung pada kapal berbahan bakar fosil. Kondisi ini menjadi tantangan utama sektor perikanan tangkap dan berdampak pada tingginya biaya operasional serta kualitas hasil tangkapan. Untuk itu, diperlukan inovasi teknologi di bidang kapal tangkap.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Teknologi Proses Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hens Saputra, dalam webinar Energi Manufaktur (ENMA) Edisi 03, Rabu (18/2). Webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN ini sebagai upaya mendorong kolaborasi riset dan inovasi terapan di bidang teknologi kapal. Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Teknologi Kapal Perikanan Berbasis Kolaborasi Riset untuk Ketahanan Pangan dan Daya Saing Nelayan,” tersebut, bertujuan untuk meningkatkan peran serta BRIN dalam pembangunan ekonomi biru di Indonesia.

RelatedPosts

Karhutla di Gunung Ciremai Kuningan Terkendali, Polisi Usut Penyebab Kebakaran

Juru Parkir di Pasar Caringin Bandung Diserang Puluhan Orang, 1 Tewas 2 Luka

Menbud Apresiasi Jambore Batik Jawa Barat 2026, Penguatan Ekosistem dan Literasi Batik

“Untuk menekan biaya operasional nelayan dan meningkatkan mutu hasil tangkap, dibutuhkan kapal tangkap dengan teknologi terkini yang mengedepankan penggunaan energi baru terbarukan serta dilengkapi dengan fasilitas monitoring berbasis digital. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi pentahelix antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, media dan komunitas nelayan masyarakat,” ungkap Hens seperti dikabarkan Humas BRIN.

Ini sesuai dengan yang disampaikan Kepala PRTH, Teguh Muttaqie, saat membuka acara. Ia  menyampaikan bahwa BRIN perlu berkolaborasi dengan asosiasi dan mitra-mitra strategis untuk mengetahui kebutuhan teknologi yang dibutuhkan untuk nelayan saat ini.

Komitmen kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi juga diwujudkan melalui pengembangan riset dan inovasi teknologi kapal yang aplikatif. Menjawab kebutuhan nelayan yang terus berkembang, Perekayasa Ahli Muda PRTH BRIN, Nanang Setiyobudi, menjelaskan bahwa kelompok risetnya saat ini sedang mengembangkan inovasi kapal hybrid layar penangkap rajungan. Ia berpendapat, riset tersebut mengusung penerapan teknologi ramah lingkungan, dengan fokus pada kearifan lokal kapal dan api bubu kubah di Rembang Jawa Tengah untuk mendukung kampung nelayan merah putih dan ekonomi biru.

“Tantangan para nelayan kecil adalah tidak bisa menjangkau perairan yang lebih jauh dari pesisir, rata-rata nelayan kecil hanya mampu mencapai jarak 12 NM, kedua ukuran rajungan yang tertangkap masih berukuran kecil sebab ukuran rajungan yang berukuran lebih dari 13 cm berada diperairan dalam yang sulit dijangkau oleh kapal nelayan kecil, ketiga besarnya biaya operasional terutama dari bahan bakar minyak mencapai 70% dari total pengeluaran operasional,” Nanang memaparkan.

Ia melanjutkan, BRIN menawarkan solusi riset dan inovasi pengembangan kapal layar menggunakan tenaga angin dan hybrid listrik. Kapal ini mampu meningkatkan jarak tempuh lebih jauh sekaligus hemat energi. Kapal hybrid ini mampu beroperasi selama 10 hari, menampung hasil tangkap hingga dua ton, serta memiliki sistem penggerak layar dan listrik sehingga menghemat bahan bakar minyak hingga 76% tiap perjalanan.

Penerapan teknologi kapal hybrid tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan tangkap, khususnya pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti rajungan. Sejalan dengan itu, Ketua Asosiasi Pengelola Rajungan Indonesia (APRI) Kuncoro Catur Nugroho menegaskan pentingnya inovasi teknologi kapal bagi wilayah sentra produksi rajungan nasional. Kuncoro menyebutkan bahwa Pulau Jawa merupakan sentra komoditas rajungan terbesar di Indonesia, dan Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil komoditas tertinggi di pulau Jawa.

“Kami sangat menantikan pemanfaatan hasil riset dan inovasi BRIN terkait kapal tangkap yang cepat, efisien dari segi operasional, serta menggunakan energi baru terbarukan. Selain itu, kami juga membutuhkan kapal tangkap yang memiliki tempat penyimpanan dengan kapasitas yang memadai dan teknologi penyimpanan hasil ikan yang modern,” ujar Kuncoro.

Berbagai tantangan dan peluang pengembangan teknologi kapal dibahas dari beragam perspektif dalam webinar ini. Senior Lecturer in Naval Architecture Newcastle University, Simon Benson, menyoroti masih banyaknya nelayan di dunia yang menggunakan kapal terbuka dan bertipe tradisional, dengan desain yang sangat dipengaruhi kondisi wilayah dan budaya sehingga aspek keselamatan pengguna perlu mendapat perhatian lebih.

Sementara itu, Perekayasa Ahli Muda PRTH BRIN Ari Kuncoro menjelaskan bahwa pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal tangkap rajungan berpotensi signifikan dalam menekan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan. Di sisi lain, Perekayasa Ahli Madya BRIN Endah Suwarni menyampaikan bahwa BRIN juga mengembangkan kapal ancak berbahan material fiberglass untuk mengoptimalkan pemanenan rumput laut secara lebih efisien.

Webinar tersebut juga membahas sejumlah tantangan ketahanan pangan, transisi energi bersih, dan peningkatan daya saing produk perikanan. Inovasi yang diharapkan yaitu mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan, sistem pengolahan hasil tangkap di atas kapal, keselamatan kerja, dan efisiensi desain. Diskusi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi penta-helix, mendorong kemandirian industri kapal nasional, serta berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan, peningkatan ekspor perikanan, dan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Tags: BRINHasil Tangkapan NelayanNelayan Indonesia

Related Posts

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Karhutla di Gunung Ciremai Kuningan Terkendali, Polisi Usut Penyebab Kebakaran

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan,...

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Juru Parkir di Pasar Caringin Bandung Diserang Puluhan Orang, 1 Tewas 2 Luka

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Juru parkir biasa beraktivitas di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi sasaran aksi penyerangan puluhan orang....

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon didamping Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf (kiri) dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat Pembukaan Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Hotel Golden Flower, Bandung, Jawa Barat.(Foto: Dok. Kemenbud)

Menbud Apresiasi Jambore Batik Jawa Barat 2026, Penguatan Ekosistem dan Literasi Batik

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem batik dan integrasi literasi membatik ke dalam kurikulum pendidikan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau bangunan bersejarah eks Bioskop Dian yang berlokasi di Jl. Dalem Kaum No. 58, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat.(Foto: Dok. Kemenbud)

Kunjungi Eks Bioskop Dian, Menbud Dorong Peningkatan Status Cagar Budaya

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau bangunan bersejarah eks Bioskop Dian yang berlokasi di Jl. Dalem Kaum No....

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Hotel Westin Jakarta, Jumat (23/10/2026) malam.(Foto: Humas Kementerian ESDM)

Daftar Penerima Penghargaan Energi Soebroto 2026

Editor
25 Oktober 2026

JAKARTA - Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan...

Muhammad Farhan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Indonesian Marketing Association (IMA) UMKM & Tourism Award 2026 di El Hotel Bandung, Sabtu 24 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Butuh Gedung Konvensi Berkapasitas Lebih dari 10.000 Orang

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Kota Bandung sangat berpeluang menarik wisatawan melalui Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) berskala nasional maupun internasional. Apalagi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.