SATUJABAR, JAKARTA – Harga Properti triwulan I 2026 jenis residensial di pasar primer tumbuh terbatas, ungkap survey Bank Indonesia. Kondisi itu tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I 2026 yang tumbuh sebesar 0,62% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 sebesar 0,83% (yoy).
Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe menengah meningkat, sementara penjualan unit properti residensial tipe kecil dan besar belum kuat. Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer turun sebesar 25,67% (yoy), setelah tumbuh sebesar 7,83% (yoy) pada triwulan IV 2025.
SIMAK: Follow TikTok Satujabar.com
Dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 80,66% dari total kebutuhan pembiayaan. Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 69,87% dari total skema pembelian.
Triwulan Sebelumnya
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 tumbuh terbatas. Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 0,83% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84% (yoy).
Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe kecil dan menengah tumbuh positif di tengah penjualan unit properti tipe besar yang masih terkontraksi. Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tumbuh positif sebesar 7,83% (yoy), meningkat dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,29% (yoy).








