SATUJABAR, BANDUNG–Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau KDM, menyampaikan, hasil investigasi Tim Inspektorat Jawa Barat, terkait dugaan kasus pelecehan dan penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Tim Inspektorat, tidak menemukan fakta terkait perkara yang menyita perhatian bisa diumumkan ke publik.
Menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau KDM, seluruh pihak yang diperiksa Tim Inspektorat Jawa Barat, membantah adanya kasus dugaan pelecehan dan penganiayaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang. Informasi dugaan pelecehan dan penganiayaan beredar luas dan menyita perhatian masyarakat, karena menyerat nama orang nomor dua di Pemkab Sumedang, Wakil Bupati, M. Fajar Aldila.
“Kita ini kemarin sudah saya tanya ke Tim Inspektorat yang melakukan investigasi. Kalau kita berdasarkan investigasi yang ada di Inspektorat, hasilnya nggak ada yang bisa diumumin,” ujar Dedi Mulyadi, menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (11/08/2026).
Dedi Mulyadi memastikan, tidak ada pengakuan dari pihak manapun dari hasil pemeriksaan, sehingga Tim Inspektorat tidak memiliki kesimpulan yang bisa disampaikan ke publik.
“Kenapa nggak ada yang bisa diumumin? Semua pihak mengaku, perbuatan itu tidak pernah ada. Artinya, semua pihak yang diperiksa Inspektorat tidak ada satu pun yang mengakui peristiwanya ada,” kata Dedi Mulyadi..
Dedi Mulyadi menilai, polemik yang menyita perhatian masyarakat luas tersebut, belum mereda. Untuk itu, ka berencana mendatangi langsung Pemda Sumedang, Senin (14/09/2026).
“Saya nanti, Senin (14/09/2026), akan berkunjung langsung ke Pemda Sumedang. Saya akan tanya langsung Bupati, Wakil Bupati, istrinya, sekprinya,” ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi menegaskan, pertemuan tersebut akan dilakukan secara personal dan kekeluargaan. Semuanya akan diajak ngobrol selayaknya orangtua kepada anak-anak, atau adik-adiknya, sehingga nantinya bisa mendapatkan kesimpulannya secara langsung.
Dedi Mulyadi mengaku, sejak awal pemeriksaan diserahkan kepada Tim Inspektorat, karena merupakan tugas dan ranahnya. Gubernur tidak harus yang melakukan pemeriksaan
“Masa Gubernur langsung yang memeriksa, kan nggak bagus,” sebut Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Wabup Sumedang M Fajar Aldila mengaku, tidak mau ambil pusing terhadap rumor tidak jelas yang beredar, lebih memilih fokus bekerja.
“Menanggapi isu-isu tidak sedap, saya tidak ambil pusing. Gosip-gosip yang tidak berlandaskan sumber, daripada sibuk klarifikasi A, klarifikasi B, lebih baik fokus kerja, kerja,” ujar Fajar.
Fajar menduga, ada unsur politis di balik kabar tersebut, dan meminta masyarakat tidak mudah termakan narasi yang sumbernya tidak jelas. Peristiwa seperti yang beredar tidak pernah ada, dan sekretaris pribadinya masih tetap bekerja di lingkungan Pemkab Sumedang.
“Nanti dijelaskan ada momentumnya. Makanya saya juga bingung, saya bingung, kalian bingung, siapa bingung semuanya bingung,” ungkap Fajar.







