• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 18 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

GEMPA NTT 2026: Update Korban Meninggal 60 Orang

Editor
Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26
Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak Gempa NTT M7,7 di Kabupaten Ende. (Foto: BPBD Kabupaten Ende)

Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Ende. (Foto: BPBD Kabupaten Ende)

JAKARTA – Gempa NTT atau Nusa Tenggara Timur dari hasil tim pencarian dan pertolongan (SAR) hingga hari ketiga atau Senin (17/8) pascagempa M7,7, terdata lebih dari 60 warga meninggal dunia. Tim sendiri masih terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak bencana.

Melalui keterangan resmi Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), pencarian dan pertolongan melibatkan ribuan tim gabungan yang dikoordinasikan Basarnas. Tim SAR tersebut meliputi personel Basarnas 63 orang dan potensi SAR 1.799 orang. Pada hari ketiga pascagempa, Basarnas tidak mendapatkan lagi adanya laporan orang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, Basarnas tetap menurunkan personel secara optimal khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

RelatedPosts

Pawai Pembangunan Sedot Atensi Warga Sumedang

Gegara Senggolan Saat Nonton Konser Musik Reggae, 2 Pemuda di Sukabumi Dibacok Celurit

GEMPA NTT: Terjadi 2.119 Gempa Susulan di Flores, BMKG: Waspadai Bangunan Rusak

Selain operasi pencarian dan pertolongan, pelayanan medis darurat terus diupayakan sejak terjadinya gempa NTT pada Sabtu lalu (15/8). Pos komando akan mengoperasikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kepada warga.

Dua rumah sakit lapangan telah dikirimkan menuju Kabupaten Manggarai dan Nagekeo. Fasilitas ini akan berfungsi untuk melayani korban gempa maupun warga yang sakit. Fasilitas medis berupa rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lain di kabupaten tersebut rusak akibat guncangan gempa. Operasional rumah sakit ini nantinya akan mendapatkan dukungan dari tim emergensi medis (EMT) dari Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya pada Minggu (16/8), Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis telah mengaktifkan health emergency operation center atau HEOC di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota di wilayah terdampak bencana. Aktivasi HEOC berada di 9 lokasi strategis. Kesembilan titik tersebut berada di tingkat provinsi dan 9 titik di kabupaten terdampak.

Pada sektor pelayanan darurat kesehatan, Kementerian Kesehatan memobilisasi dua tim manajemen krisis kesehatan, masing-masing menuju Kabupaten Sikka dan Ende. Selanjutnya EMT juga diterjunkan sebanyak dua tim, dimana satu tim mencakup Kabupaten Ende Nagekeo dan Manggarai Barat, dan satu lainnya melayani Kabupaten Sikka.

Di samping itu, Kementerian Kesehatan mengirimkan bantuan obat-obatan, bahan medis habis pakai, emergency kit, tenda pos kesehatan dan oksigen lonsentrator serta tenda pos kesehatan untuk menunjang penanganan darurat.

Pelayanan medis bagi korban terdampak gempa juga mendapatkan dukungan dari personel TNI dan Polri.

 

Dampak Kerusakan

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus memutakhirkan data kerusakan bangunan tempat tinggal.

Rincian kerusakan rumah di wilayah Kabupaten Nagekeo, terdiri 116 unit rumah rusak berat (RB), 6 unit rumah rusak sedang (RS) dan 42 unit rumah rusak ringan (RR).

Kabupaten Ende, kerusakan terdiri dari 108 unit rumah RB, 85 unit rumah RS, dan 268 unit rumah RR.

Kabupaten Manggarai, rincian kerusakan meliputi 761 unit rumah RB, 76 unit rumah RS, 147 unit rumah RR.

Kabupaten Manggarai Timur, kerusakan meliputi 23 unit rumah RB, 15 unit rumah RS, 11 unit rumah RR.

Kabupaten Manggarai Barat, kerusakan meliputi 481 unit rumah RB, 202 unit rumah RS, 231 unit rumah RR.

Kabupaten Ngada, total kerusakan mencapai 1.796 unit rumah. BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan tersebut.

Sedangkan di Kabupaten Sikka, jumlah tempat tinggal terdampak meliputi 145 unit rumah RB, 16 unit rumah RS, 12 unit rumah RR.

Di samping rumah warga, guncangan gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran dan fasilitas umum lain, termasuk akses jalan.

Sampai dengan hari ini (17/8), Pos Pendamping Nasional mencatat jumlah gempa susulan mencapai 1.576 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2. Sedangkan BMKG merilis, dari total gempa susulan tadi, sebanyak 54 gempa susulan yang dirasakan warga. Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan kondisi akan mulai stabil dalam 2–3 minggu ke depan.

BACA JUGA: Gempa NTT: Seribu Gempa Susulan Terjadi Sejak 15 Agustus

Tags: gempa NTT

Related Posts

Pawai Pembangunan tingkat Kabupaten Sumedang sedot atensi warga.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Pawai Pembangunan Sedot Atensi Warga Sumedang

Editor
18 Agustus 2026

SUMEDANG – Pawai Pembangunan Tingkat Kabupaten Sumedang digelar pada Selasa 18 Agustus 2026 di Alun-alun Sumedang. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan...

Ilustrasi aksi penganiayaan.(Foto:Istimewa).

Gegara Senggolan Saat Nonton Konser Musik Reggae, 2 Pemuda di Sukabumi Dibacok Celurit

Editor
18 Agustus 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Gegara senggolan saat menonton konser musik reggae, dua orang pemuda di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dibacok. Salah satu korban...

Gempa susulan di Flores NTT.(Image: BMKG)

GEMPA NTT: Terjadi 2.119 Gempa Susulan di Flores, BMKG: Waspadai Bangunan Rusak

Editor
18 Agustus 2026

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 2119 gempa susulan...

Gempa bumi Nias Selaatan Sumut.(Image: BMKG)

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami 

Editor
18 Agustus 2026

JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah perairan Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Selasa (18/8/2026) pukul 13.02 WIB....

Upacara HUT Kemerdekaan di daerah kebakaran.(Foto: Humas Kemenhut)

Petugas Gelar Upacara di Sela Upaya Pemadaman Kebakaran Hutan

Editor
18 Agustus 2026

PALEMBANG - Di tengah perjuangan mengendalikan api dan sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla), semangat nasionalisme para "Panglima Api" Kementerian...

Seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatera Selatan, pada Senin (17/8/2026).(Foto: Dok. Humas Kemenhut)

Bayi Gajah Sumatera Lahir Bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-81

Editor
18 Agustus 2026

PALEMBANG – Sungguh menggembirakan. Pada moment Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kebahagian itu semakin lengkap dengan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung