Bupati juga mengajak petani yang memiliki lahan untuk bergabung dalam program tersebut, mengingat kebutuhan lahan dari Garudafood mencapai 1.000 hektare.
SATUJABAR, SUMEDANG – PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk., menandatangani kesepakatan bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang terkait pembangunan dan penguatan kapasitas ekonomi lokal melalui program kemitraan petani kacang tanah di Gedung Negara Sumedang, Rabu (15/4/2026).
Kerja sama ini mencakup penyediaan lahan kacang tanah seluas 150 hektare yang tersebar di Kecamatan Ujungjaya, Jatinunggal, dan Jatigede. Program tersebut tidak hanya menyerap hasil panen petani, tetapi juga memberikan pendampingan teknis budidaya, penyediaan bibit unggul, monitoring produksi, hingga penetapan harga pasar.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, kerja sama ini bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta masyarakat Sumedang secara luas. “Beberapa bulan ke belakang kita sudah melakukan pertemuan terkait penyediaan kacang tanah. Sekarang sudah uji coba 150 hektare yang bermitra dengan petani lokal di Ujungjaya, Jatinunggal, dan Jatigede,” ujarnya dilansir laman Pemkab Sumedang.
Bupati Dony menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap dapat berjalan lancar, berkelanjutan, serta terus berkembang. Ia juga menginstruksikan jajaran terkait, mulai dari Dinas Pertanian hingga kelompok tani, untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal. “Kepada Kadis Pertanian agar terus melakukan monitoring, memastikan perkembangan di lapangan dan segera mengatasi kekurangan agar kerja sama ini sesuai harapan,” katanya.
Bupati juga mengajak petani yang memiliki lahan untuk bergabung dalam program tersebut, mengingat kebutuhan lahan dari Garudafood mencapai 1.000 hektare. Selain sektor pertanian, kerja sama ini juga akan dikembangkan ke sektor lain seperti fresh milk dan pariwisata melalui program Chocolatos X Quest.
Direktur Garudafood, Fransiskus Johny Sugiarto, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kemitraan sekaligus mengurangi ketergantungan impor kacang tanah. “Ini salah satu upaya meningkatkan pendapatan petani. Kami melakukan kerja sama dari program benih, penyuluhan, hingga menjadi offtaker hasil pertanian, sehingga produktivitas dan penghasilan petani meningkat,” katanya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut, termasuk pengembangan sektor fresh milk dan pariwisata. Saat ini, program Chocolatos X Quest telah menarik sekitar 200–300 pengunjung dan turut menyediakan booth bagi UMKM Sumedang untuk memasarkan produk lokal. “Semoga kerja sama ini berjalan baik dan lancar, serta memberikan manfaat bagi petani, UMKM, dan perekonomian Kabupaten Sumedang,” katanya.







