• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Edarkan Ganja, Pasutri Baru 5 Bulan Menikah di Cimahi Ditangkap

Editor
Jumat, 03 Oktober 2025 - 10:01
Pasangan suami-istri pengedar ganja, Zakaria Usman (55) dan Elis Sari (45).(Foto:Istimewa).

Pasangan suami-istri pengedar ganja, Zakaria Usman (55) dan Elis Sari (45).(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, CIMAHI–Pasangan suami-istri baru lima bulan menikah di Kota Cimahi, Jawa Barat, ditangkap polisi karena menjadi pengedar ganja. Polisi menyita barang bukti daun ganja seberat 3,7 kilogram dari bisnis haram yang awalnya dijalani sang istri.

Zakaria Usman, 55 tahun dan Elis Sari, 45 tahun, harus menikmati kesehariannya sebagai pasangan suami-istri di balik jeruji besi. Suami-istri yang baru lima bulan menikah tersebut, ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Cimahi, karena menjadi pengedar ganja.

RelatedPosts

Tidak Terima Ditegur, Pemuda di Bandung Barat Bacok Pengemudi Ojol

Pengedar Sabu di Sumedang Ditangkap, Modus Mengaku Polisi

Puskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak Pasien, Dokter Klarifikasi

Polisi menyita barang bukti daun ganja seberat 3,7 kilogram dari hasil penggeledahan di rumahnya. Penangkapan suami-istri tersebut, merupakan hasil pengembangan dari pengedar yang menjadi kaki-tangannya.

“Kita berhasil mengamankan dua pengedar pasangan suami-istri, dengan barang bukti daun ganja seberat 3,7 kilogram. Penangkapan hasil pengembangan dari kaki-tangannya yang diamankan di Kota Bandung,” ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adiputra, dalam keterangan pers di Markas Polres (Mapolres) Cimahi, Kamis (02/10/2025).

Niko mengatakan, dau ganja yang ditemukan di rumahnya diperoleh dari seorang bandar yang tinggal di Aceh. Bandar berinisial HA tersebut, masih menjadi DPO (daftar pencarian orang).

“Penyuplai daun ganja seorang bandar berinisial HA, tinggal di Aceh, dan saat ini masih DPO. Daun ganja dibeli seharga Rp.15,4 juta untuk dikemas dan diedarkan di wikayah Kota Cimahi, Kabupetan Bandung Barat, termasuk Kota Bandung,” kata Niko.

Niko mengungkapkan, daun ganja dikirim dititio bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Banda Aceh. Barang terlarang tersebut disamaran dengan dibungkus kemasan obat-obatan herbal sehingga tidak dicurigai.

“Jadi dibungkus dengan label obat herbal, kemudian dimasukkan ke dalam tas gendong berwarna hitam dan dibawa dengan menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Banda Aceh ke Kota Bandung,” kata Niko.

Pasangan suami-istri tersebut mendapatkan keutungan sebesar Rp.2 juta dari setiap bungkus daun ganja yang diedarkan. Ironisnya, bisnis haram tersebut awalnya dijalankan sang istri melanjutkan suami sebelumnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Keduanya terancam hukuman pidana lima tahun hingga 20 tahun kurungan penjara, dan denda Rp.1 miliar hingga Rp.10 miliar.

Tags: AKBP Niko Nurullah Adiputrajawa baratKapolres Cimahikota cimahiPasutri Pengedar Ganjapolres cimahiSatresnarkoba Polres Cimahi

Related Posts

Pemuda di Sukabumi Diringkus Polisi Setelah Terlibat Aksi Pengeroyokan dan Pembacokan

Tidak Terima Ditegur, Pemuda di Bandung Barat Bacok Pengemudi Ojol

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Insiden berdarah melukai seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Korban dibacok pelaku yang tidak...

Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi menunjukan barang bukti pengungkapan kasus narkoba jenis sabu, obat keras, hingga minuman keras.(Foto:Istimewa).

Pengedar Sabu di Sumedang Ditangkap, Modus Mengaku Polisi

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Seorang pengedar narkoba jenis sabu beroperasi di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dalam menjakankan bisnis haramnya, pelaku...

Klarifikasi dokter jaga Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengla, atas tuduhan menolak pasien viral di media sosial.(Foto:Istimewa).

Puskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak Pasien, Dokter Klarifikasi

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, MAJALENGKA--Heboh di media sosial, rekaman video seorang pasien yang dinarasikan ditolak berobat di Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat....

Bandung Good Guide,turis,wisman,wisata,jabar

Kunjungan Wisman ke Jabar September 2026 Turun

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada September 2026 tercatat sebanyak 305 kunjungan, atau turun...

Pelayanan peti kemas di Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat.(Foto: Istimewa)

Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 Naik 8,06 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 mencapai USD 31,22 miliar atau naik 8,06 persen dibanding periode yang sama tahun...

inflasi september 2022

Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 Sebesar 2,90 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG – Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 year on year (y-on-y) sebesar 2,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.