• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 22 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dugong, Mamalia Laut yang Lucu Ini Ternyata Punya Peran Penting Simpan Karbon dan Jaga Iklim

Editor
Senin, 30 Juni 2025 - 02:16
Dugong (Foto: Dok. BRIN)

Dugong (Foto: Dok. BRIN)

JAKARTA – Dugong, mamalia laut yang sering dijuluki “sapi laut” karena penampilannya yang jinak dan menggemaskan, ternyata memiliki peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan iklim. Fakta ini diungkap dalam Oceanography Biweekly Meeting (OBM) yang digelar secara daring oleh Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRO BRIN), Senin (23/6).

Peneliti PRO BRIN, Sekar Mira, memaparkan bahwa dugong berkontribusi dalam penyimpanan karbon biru melalui interaksinya dengan padang lamun, yang merupakan habitat sekaligus sumber makanan utamanya. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bagaimana aktivitas makan dugong memengaruhi cadangan dan aliran karbon di ekosistem pesisir.

RelatedPosts

Wisata Dieng, Wamenpar: Pengelola Mesti Siap Sambut Libur Sekolah

Seoul Music Awards ke-35: Daftar Pemenang

Menu Olahan Mi Halal Terbaik di Dunia

“Selama ini kita mengenal lamun sebagai penyimpan karbon biru yang efektif. Namun, dugong adalah satu-satunya mamalia laut yang sepenuhnya bergantung pada lamun sebagai sumber makanannya,” ujar Mira dikutip dari situs BRIN.

Ia mempertanyakan lebih jauh: apakah keberadaan dugong hanya mengurangi cadangan karbon lamun, atau justru berkontribusi lebih dalam pada siklus karbon tersebut?

Karbon biru sendiri merujuk pada karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut. Mira mengungkapkan bahwa riset karbon biru selama ini lebih banyak berfokus pada vegetasi. Namun, studi yang melibatkan dugong menunjukkan bahwa mamalia ini juga berperan penting, terutama lewat aktivitas herbivori-nya.

Jejak makan dugong, menurutnya, tak hanya memengaruhi pertumbuhan lamun tetapi juga mempercepat siklus biomassa masuk ke dalam sedimen, yang berpotensi meningkatkan penyimpanan karbon jangka panjang. “Dugong bukan hanya pemakan lamun, tapi juga penggerak proses ekologi yang mendukung mitigasi perubahan iklim,” tegas Mira.

Temuan awal dalam riset ini menyebutkan bahwa dugong juga dapat berfungsi sebagai indikator kesehatan ekosistem padang lamun sekaligus agen ekologis dalam dinamika karbon pesisir. Aktivitasnya dinilai dapat mempercepat dekomposisi dan meningkatkan penyerapan karbon ke sedimen laut.

Selain peran ekologis, diskusi dalam forum OBM juga menyoroti potensi pemanfaatan DNA lingkungan untuk memperkirakan populasi dugong secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan bisa mendukung pelestarian spesies lewat integrasi studi genetika dalam rencana aksi nasional perlindungan dugong.

Mira menutup paparannya dengan menekankan pentingnya menjadikan dugong sebagai bagian dari solusi perubahan iklim. “Dugong bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati laut, tetapi juga komponen penting dalam kestabilan iklim global. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan konservasi berbasis sains dan penguatan agenda karbon biru dalam mitigasi perubahan iklim nasional,” pungkasnya.

Tags: dugong

Related Posts

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa bersama jajaran di kawasan wisata Dieng.(Foto: Humas Kemenpar)

Wisata Dieng, Wamenpar: Pengelola Mesti Siap Sambut Libur Sekolah

Editor
21 Juni 2026

Wisata Dieng merupakan salah satu pariwisata unggulan yang banyak menyedot wisatawan seperti masa libur sekolah. SATUJABAR, DIENG - Wakil Menteri...

Seoul Music Awards 2026.(Image: x.com)

Seoul Music Awards ke-35: Daftar Pemenang

Editor
21 Juni 2026

Seoul Music Awards ke-35 berlangsung dalam acara yang meriah dan megah di INSPIRE Arena, Incheon. Berikut daftar pemenangnya. Pada event...

Mie atau mi Lanzhou China.(Image: Pixabay)

Menu Olahan Mi Halal Terbaik di Dunia

Editor
21 Juni 2026

Anda penyuka kuliner mi dan seorang muslim tentunya akan menyukai food travelling jika memiliki kesempatan untuk memburu menu olahan mie...

Chairul Mukmin, Alumni UMY, Juara SUCI 2026.(Foto: Dok. Muhammadiyah)

Chairul Mukmin, Alumni UMY, Juara SUCI 2026

Editor
17 Juni 2026

Chairul Mukmin atau yang kerap disapa Mukmin, Alumni UMY, menjadi juara dalam Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ke-12. SATUJABAR,...

pariwisata, hotel, bali, pantai, liburan

Hotel di Bali Murah dan Dekat Pantai

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Hotel di Bali murah dan dekat pantai banyak sekali pilihannya. Namun ada sejumlah property yang benar-benar patut...

Grand Final Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) yang berlangsung di Velodrome, Jakarta.(Foto; Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Grand Final Mobile Legends 2026: Dorong Sport Industry

Editor
16 Juni 2026

Grand Final Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) yang berlangsung di Velodrome, Jakarta. SATUJABAR,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.