• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dua Opsi Pilihan Buat Warga Pengungsi Longsor Cisarua Sebelum Direlokasi

Editor
Rabu, 28 Januari 2026 - 07:30
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.(Foto:Istimewa).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Sejak diterjang bencana tanah longsor, sebanyak 564 jiwa harus rela berdesakan menempati tempat pengungsian di Gelanggang Olahraga (GOR) Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dalam dua hari ke depan, mereka akan meninggalkan tempat pengungsian dengan dua opsi, tinggal di rumah kerabat dan mengontrak rumah, atau tinggal di hunian sementara yang disiapkan pemerintah.

“Dalam waktu satu-dua kedepan, para pengungsi akan dipindahkan ke tempat hunian sementara, atau diberikan dana tunggu hunian selama dua bulan, bisa tinggal di rumah kerabat atau mengontrak rumah,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangannya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Rabu (28/02/2026)

RelatedPosts

Satu Warga Garut Korban KM Virgo Tenggelam Ditemukan Selamat, 8 Masih Hilang

Harga Patokan Ekspor Komoditas Emas Periode Kedua September 2026 Naik 1,63 Persen

Tatap Masa Depan, Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Telekomunikasi

Suharyanto mengatakan, dana tunggu hunian buat setiap kepala keluarga (KK) diberikan sebesar Rp.600 ribu per bulan. Apabila proses pemulihan masih berjalan, maka waktu dan dan tunggu hunian tersebut, bisa diperpanjang.

“Dimulai Januari, Februari, dan Maret. Apabila hingga Maret rumah warga terdampak yang rusak, atau hilang belum selesai dibangun, maka waktu dan dana tunggunya akan diperpanjang,” kata Suharyanto.

Suharyanto menjelaskan, rumah hunian sementara juga sudah disiapkan pemerintah, jika warga tidak mau mengontrak, atau tinggal sementara di rumah kerabatnya. Dalam skemanya, pemerintah daerah dalam posisi menyiapkan lahan, sementara untuk dana pembangunan hunian dilakukan pemerintah pusat.

“Nilai pembangunannya Rp.25 juta hingga Rp.30 juta per huntara (hunian sementara). Bisa juga dibuat mirip barak senilai Rp.100 juta hingga Rp.110 juta, yang sifatnya sementara bisa menggunakan lahan fasilitas umum, atau meminjam tanah lapang milik masyarakat,” jelas Suharyanto.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan relokasi selama masa tunggu. Rumah di lokasi baru sepenuhnya akan dibangun oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah menyiapkan Rp.60 juta per rumah. Tercatat ada 48 rumah yang terdampak langsung, jumlahnya bisa juga bertambah,” ungkap Suharyanto.

Titik yang akan dijadikan tempat relokasi masih menunggu kajian Badan Geologi, untuk memastikan aman dari potensi bencana. Pemerintah daerah berwenang menentukan lokasi sesuai arahan teknis dari Badan Geologi.

“Pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Bandung Barat harus menyiapkan tanahnya. Baik itu tanah Pemkab, tanah masyarakat yang dibeli, tanah Perhutani, maupun PTPN. Intinya harus tanah negara yang nantinya dihibahkan kepada masyarakat yang terdampak,” ungkap Suharyanto.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi.(Pemprov) Jawa Barat telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp.340 juta buat 34 kepala keluarga (KK) korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Uang Rp.10 juta buat masing-masing kepala keluarga diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mendatangi tempat pengungsian warga terdampak, Minggu (25/01/2026).

“Sudah saya bagikan kepada semuanya, ada 34 KK (kepala keluarga). Kita sudah keluarkan Rp.340 juta, masing-masing Rp.10 juta per KK,” ujar Dedi Mulyadi.

Selain itu, Pemprov Jabar juga sudah menyalurkan bantuan buat 134 Kepala Keluarga (KK) yang tidak terdampak langsung bencana tanah longsor. Mereka diberi bantuan Rp.1 juta per KK, karena harus ikut mengungsi khawatir potensi terjadi longsor susulan.

Lahan baru untuk relokasi warga terdampak tanah longsor belum dipastikan, karena masih fokus proses pencarian dan evakuasi korban. Dedi Mulyadi menjanjikan segera mendapatkan lahan relokasi.

Tags: jawa baratkabupaten bandung baratKecamatan CisaruaKepala BNPBLetjen TNI SuharyantoRelokasi Korban Longsor Cisarua

Related Posts

Kapal Motor Virgo Transport 8, yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa, setelah hilang kontak.(Foto:Istimewa).

Satu Warga Garut Korban KM Virgo Tenggelam Ditemukan Selamat, 8 Masih Hilang

Editor
15 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Satu dari sembilan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, korban hilang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8...

Cadangan devisa emas,harga patokan ekspor emas

Harga Patokan Ekspor Komoditas Emas Periode Kedua September 2026 Naik 1,63 Persen

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua September 2026. HPE emas ditetapkan...

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia telah menyepakati penandatanganan MoU. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk mengembangkan layanan telekomunikasi melalui kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.(Foto: Humas Kemkomdigi)

Tatap Masa Depan, Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Telekomunikasi

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Indonesia dan India memperkuat kerja sama di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi. Kerja sama tersebut dituangkan dalam Memorandum...

Ilustrasi korban tindak kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Dugaan Pelecehan Siswi PKL, Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Terancam Dipecat

Editor
15 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merespons dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum...

Penegakan hukum pada kasus pelanggaran yang akibatkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.(Image: Humas Kemenhut)

Kemenhut Proses 31 Kasus Pelanggaran yang Akibatkan Karhutla

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia berkomitmen menindak tegas setiap pihak yang melakukan pelanggaran dan mengakibatkan kebakaran hutan. Saat ini...

Pemadaman api di TPAS Galuga.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

TPAS Galuga Sudah Tidak Membara, Kerja Keras Semua Pihak

Editor
15 September 2026

BOGOR - Petugas gabungan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga berhasil memadamkan seluruh titik api. Dengan peralatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.