• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 23 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Tekankan Sinergi Riset dalam Upaya Eliminasi HIV/AIDS pada 2030

Editor
Minggu, 08 Desember 2024 - 05:26
HIV AIDS

(Ilustrasi/Pexels)

BANDUNG – Hari AIDS Sedunia 2024 menjadi momentum penting untuk menggalang upaya bersama dalam mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam penanganan HIV/AIDS di Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencapai target global untuk mengakhiri epidemi AIDS pada 2030.

Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PR-KMG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mirna Widiyanti, menjelaskan dalam diskusi publik BRIN Insight Every Friday (BRIEF) edisi ke-144, bahwa ada tiga tujuan utama dalam upaya mengakhiri AIDS: mengurangi infeksi baru, menurunkan angka kematian akibat AIDS, dan menghilangkan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Diskusi yang digelar daring ini bertema “Hari AIDS Sedunia – Bersatu untuk Generasi Bebas HIV” pada Jumat (6/12) dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube BRIN Indonesia.

RelatedPosts

Senator Agita Dorong Penguatan Strategi Cek Kesehatan Gratis, Soroti Akses Layanan Lintas Kelurahan

Bela Ibu Saat Diminta Uang Buat Judol, Remaja 15 Tahun di Bandung Tewas Dianiaya Ayah Kandung

Kasus Keracunan Massal MBG, Kepala SPPG Kalijaga Kota Cirebon Dicopot

Mirna mengungkapkan bahwa pada 2023, Indonesia mencatatkan 515.455 kasus kumulatif HIV/AIDS dengan prevalensi HIV pada usia di atas 15 tahun sebesar 0,26%. Provinsi-provinsi dengan epidemi HIV yang meluas antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Papua, dengan Papua mencatatkan prevalensi tertinggi sebesar 2,3%.

Meskipun terjadi penurunan infeksi baru HIV sebesar 43% pada dekade 2010–2020, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target pengurangan infeksi baru di bawah 5.000 kasus per tahun pada 2030.

 

Strategi Pengendalian HIV/AIDS

Mirna menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah menerapkan empat strategi utama dalam pengendalian HIV/AIDS, di antaranya pencegahan melalui edukasi penggunaan kondom, pemberian alat suntik steril, terapi metadon, serta pemberian profilaksis pra- dan pasca-pajanan (PrEP dan PEP). Program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak juga terus berjalan melalui program PPIA.

Pemerintah juga melaksanakan surveilans dan pengujian, dengan tes HIV tersedia di lebih dari 12.000 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Selain itu, terapi ARV (Antiretroviral Therapy) untuk penanganan HIV dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS) yang sering menjadi pintu masuk HIV, seperti sifilis dan gonore, juga menjadi prioritas.

 

Stigma Terhadap ODHA

Mirna menyoroti masalah stigma terhadap ODHA yang masih tinggi di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara penularan HIV, yang seringkali disalahartikan, menjadi salah satu penyebab berlanjutnya stigma tersebut. Hal ini, menurutnya, memperlambat upaya pengurangan stigma.

“Salah paham masyarakat tentang cara penularan HIV, seperti melalui hubungan seksual atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril, sering menyebabkan stigma yang sulit dihilangkan,” ujarnya dikutip situs resmi BRIN. Mirna menekankan pentingnya edukasi yang benar mengenai HIV melalui tenaga kesehatan dan media massa untuk mengurangi stigma tersebut.

 

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk mencapai target eliminasi HIV pada 2030, Mirna menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), dan berbagai pihak terkait. “Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan banyak LSM dan komunitas untuk mendukung kampanye melawan HIV/AIDS,” katanya.

LSM juga memainkan peran penting dalam mendekati ODHA dan mendukung mereka dalam terlibat dalam kampanye ini. Sinergi antara lembaga pemerintah dan LSM sangat penting untuk mencapai target eliminasi HIV pada 2030, yang mencakup tiga sasaran utama: nol infeksi baru, nol kematian akibat HIV, dan nol diskriminasi terhadap ODHA.

Mirna menutup diskusi dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kerja sama nasional dan internasional, termasuk dengan organisasi seperti UNAIDS dan WHO, untuk memastikan kebijakan ARV sesuai dengan standar global.

“Kita harus bekerja bersama-sama untuk memastikan bahwa target eliminasi HIV pada 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.

Tags: aidsHari Aids SeduniaPengobatan Aids

Related Posts

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

Senator Agita Dorong Penguatan Strategi Cek Kesehatan Gratis, Soroti Akses Layanan Lintas Kelurahan

Editor
23 Oktober 2026

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti mendorong...

Tawuran bacok perkelahian berantem

Bela Ibu Saat Diminta Uang Buat Judol, Remaja 15 Tahun di Bandung Tewas Dianiaya Ayah Kandung

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang remaja pria berusia 15 tahun, di Kabupaten Bandung. Jawa Barat, tewas di tangan ayah kandungnya. Korban tewas saat...

Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

Kasus Keracunan Massal MBG, Kepala SPPG Kalijaga Kota Cirebon Dicopot

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, CIREBON--Kasus dugaan keracunan massal penerima manfaat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, berbuntut panjang. Kepala...

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Kebakaran di Gunung Ciremai Belum Padam, Petugas Hadapi Medan Ekstrem

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, belum sepenuhnya...

Penanganan karhutla guna menekan titik panas.(Foto: Humas Kemenhut)

Tekan Karhutla di Sumsel, BMKG Lakukan OMC Dry Ice

Editor
23 Oktober 2026

PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI mengintensifkan Operasi...

Ilustrasi korban kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Oknum Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Ditetapkan Tersangka

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat menetapkan oknum dokter, yang diduga telah mencabuli balita anak kandungnya sebagai tersangka. Penetapan tersangka dugaan tindak...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.