• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BMKG Mendorong Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca untuk Melawan Perubahan Iklim Global

Editor
Jumat, 19 Juli 2024 - 09:52
Suhu rata-rata naik 1,5 derajat celcius akibat perubahan cuaca ekstrem, kata Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin.

Suhu rata-rata naik 1,5 derajat celcius akibat perubahan cuaca ekstrem, kata Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin. (Pixabay)

BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berupaya aktif dalam menanggulangi emisi gas rumah kaca guna mengurangi laju perubahan iklim global.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan membangun tower pemantauan gas rumah kaca (GRK) beserta pos pemantauan GRK di berbagai daerah di Indonesia.

RelatedPosts

Aniaya Nasabah Koperasi, 2 Penagih Utang di Sumedang Dihakimi Massa

PLN: Sistem Kelistrikan Jawa Tetap Terkendali

Alhamdulillah! Indonesia Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Upaya ini sekaligus merupakan dukungan BMKG dalam menyediakan data yang lebih akurat untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.

“Dalam upaya menekan emisi dan memperkuat penyerapan gas rumah kaca berdasarkan observasi dan sains terkini, BMKG tengah mengembangkan program Global Greenhouse Gas Watch (G3W) dan Integrated Global Greenhouse Gas Information System (IG3IS). Implementasi kedua program tersebut melibatkan pembangunan tower pemantauan untuk mengamati gas rumah kaca, yang hasilnya akan dihitung menggunakan model kimia atmosfer,” ujar Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, dalam acara peresmian Tower GRK 100 meter di Jambi hari Kamis (18/7/2024).

Peresmian Tower

Peresmian Tower Pemantauan GRK Terintegrasi berlokasi di Stasiun Klimatologi Jambi dihadiri secara daring oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Turut serta dalam acara tersebut adalah Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanthi, serta Direktur Lingkungan Hidup – Bappenas, Priyanto Rohmattullah.

Peluncuran Tower Pemantauan GRK Terintegrasi di Jambi juga menjadi rangkaian peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Hari MKG) ke-77 dan menyambut HUT ke-79 Republik Indonesia.

Program Global Greenhouse Gas Watch (G3W) dan Integrated Global Greenhouse Gas Information System (IG3IS), yang diinisiasi oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), bertujuan untuk memantau dan melaporkan konsentrasi serta perubahan gas rumah kaca secara global.

Program ini memberikan informasi komprehensif mengenai siklus gas rumah kaca di atmosfer dan permukaan Bumi, sehingga dapat meningkatkan prediksi terhadap perubahan iklim global di masa mendatang.

Menurut Dwikorita, perubahan iklim semakin mengkhawatirkan dan berdampak luas, seperti peningkatan suhu udara global, gangguan siklus hidrologi, dan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang lebih intensif dan konsisten dari semua negara untuk memperlambat laju perubahan iklim ini.

Dwikorita juga menyoroti hasil dari Global Risks Perception Survey (GRPS) 2024 yang dirilis oleh World Economic Forum, yang menunjukkan bahwa cuaca ekstrem merupakan ancaman risiko terbesar yang menjadi perhatian global karena dapat mengganggu rantai pasok barang penting, termasuk makanan dan energi.

Kekhawatiran terhadap cuaca ekstrem jauh lebih dominan dibandingkan dengan kekhawatiran terhadap masalah seperti misinformasi dan disinformasi akibat artificial intelligence (AI), polarisasi sosial dan politik, krisis biaya hidup, serangan siber, dan penurunan ekonomi.

Tags: bmkg

Related Posts

Ilustrasi debt collector.(Foto:Istimewa).

Aniaya Nasabah Koperasi, 2 Penagih Utang di Sumedang Dihakimi Massa

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Dua orang debt collector, atau penagih utang, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi 'bulan-bulanan' setelah menganiaya nasabahnya. Kedua penagih...

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan tarif tenaga listrik untuk triwulan III tahun 2024 tidak naik.

PLN: Sistem Kelistrikan Jawa Tetap Terkendali

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian,...

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji Bersama jajaran berfoto bersama dengan panitia dan delegasi lai saat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026).(Foto: Kemenpar)

Alhamdulillah! Indonesia Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SINGAPURA - Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim atau...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 20/6/2026 Antam Rp 2.668.000 Per Gram

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 20/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.668.000 per gram...

Mata air yang tak pernah surut di Sumedang meski kemarau tersebar di wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua. Desa yang ada di kaki Gunung Tampomas Sumedang.El Nino,kekeringan

El NiNo 2026 Diperkirakan Moderat, Ungkap BRIN

Editor
20 Juni 2026

El Nino yang dinilai akan moderat, namun BRIN tetap mewaspadai kemarau panjang SATUJABAR, JAKARTA - Masyarakat tidak perlu panik menghadapi...

Foto jejak bintan di Observatorium Nasional Timau.(Foto: Humas BRIN)

Mengapa Bintang Tampak Berputar? Begini Penjelasan BRIN

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, KUPANG - Hamparan langit malam yang jernih di kawasan Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memperlihatkan pesonanya....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.