• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

AHY: Satgas Mafia Tanah dan Polda Jabar Ungkap Kasus Mafia Tanah di Jabar Rp.3,6 Triliun

Editor
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 08:24
AHY: Satgas Mafia Tanah dan Polda Jabar Ungkap Kasus Mafia Tanah di Jabar Rp.3,6 Triliun

Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyoho (AHY) dan Kapolda Jabar, Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, mengungkap kasus tindak pidana mafia tanah di Jabar.(Foto:Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan, dua kasus mafia tanah di Jawa Barat (Jabar), dengan potensi kerugian negara dan masyarakat lebih dari Rp.3,6 triliun. Hal tersebut diungkapkan AHY saat hadir ke Markas Polda (Mapolda) Jabar, dalam kegiatan terkait pengungkapan kasus tindak pidana pertanahan di Jabar, pada Jum’at (18/10/2024).

Menteri ATR/BPN, AHY memberikan keterangan pers bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, Ketua Satgas Pemberantasam Mafia Tanah, Brigjen Pol. Arif Rachman, serta Wakil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Riono. AHY menyebutkan, tindak pidana kejahatan yang dilakukan mafia-mafia tanah di Jabar, dua diantaranya di Kabupaten dan Kota Bandung.

RelatedPosts

Soal Satu Data Indonesia, Meutya Hafid: Masyarakat Dimudahkan

Kepada Dirut KAI, Presiden Prabowo Minta Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, dan Kembangkan KA di Bali

Dari Kulit Harimau Sampai Sisik Trenggiling, Barang Bukti Kejahatan Satwa Dilindungi Dimusnahkan

“Masalah tanah ini terus menjadi perhatian kami, termasuk apa yang telah diperjuangkan masyarakat Dago Elos, Kota Bandung. Bahkan, kasus ini sejak 2016, dan tadi dihadirkan warga yang menjadi korban terdampak. Ada sekelompok yang tentunya bagian organisasi mafia tanah yang kemudian memalsukan dokumen bahkan mereka mampu memalsukan dokumen-dokumen lama sebelum Indonesia merdeka sampai mirip sekali seolah itu asli padahal palsu,” ungkap AHY.

AHY melanjutkan, satu per satu, bisa dicarikan solusi dan masyarakat diselamatkan dari ketidakadilan. Selain itu, dampaknya terhadap ekonomi, sosial dengan potensi kerugian negara dan masyarakat, yang jumlahnya sangat besar. Setelah dihitung jumlah nilainya lebih dari Rp 3,6 triliun di Jawa Barat, karena lokasinya sangat strategis yang jika dikembangkan secara ekonomi dan sosial memiliki nilai sangat tinggi.

“Jadi, siapapun mencoba melawan hukum untuk menindas masyarakat, maka negara hadir. Satgas Anti Mafia hadir untuk menghadapi mereka. Kami akan terus dikembangkan dan tidak berhenti sampai disini, akan terus diungkap dan diharapkan masyarakat memberikan dukungan. Kami terus kawal upaya pemberantasan mafia tanah hingga ke akarnya,” tegas AHY.

AHY menjelaskan, sepanjang tahun 2024, total ada sebanyak 98 target operasi (TO), dengan tambahan 11 TO di dalamnya dari sebelumnya 87 TO. Jumlah 98 TO tersebut sudah masuk dalam tahapan penetapan tersangka. Sudah masuk kategori P21 ada 55 TO dengan 155 orang tersangka dari jumlah 488 hektare dengan nilai kerugian mencapai Rp 41,6 triliun.

“Total kerugian meningkat setelah tiga hari lalu dilakukan pengungkapan pertanahan di daerah Bekasi. Sesuatu yang tidak diketahui sebelumnya, tapi langsung ditindaklanjuti,” jelas AHY.

 

Diapresiasi Kapolda

Sementara itu, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Akhmad Wiyagus mengapresiasi kehadiran Menteri ATR/BPN, AHY, yang sebagai momen penting dalam upaya bersama dan sinergi antara Pemerintah Pusat dengan Polda Jabar dalam menangani masalah pertanahan.

Wiyagus mengatakan, pertanahan merupakan salah satu masalah penting yang harus medapat perhatian khusus, apalagi kepolisian sering dihadapkan pada sengketa dan konflik yang tidak hanya merugikan masyarakat, tapi juga menghambat kinerja pemerintah.

“Satgas Anti Mafia Tanah dibentuk dan hadir untuk menangani masalah pertanahan. Mengidentifikasi di bidang pertanahan, mulai pemalsuan sertifikat, sengketa, hingga lainnya yang melibatkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Penanganan kasus-pertanahan terus dilakukan dengan tepat dan transparan,” ujar Wiyagus.

Wiyagus menegaskan, sosialisasi terkait pentingnya memiliki sertifikat tanah yang sah dan informasi mengenai hak-hak kepemilikan tanah gencar dan terus menerus dilakukan di daerah-daerah wilayah hukum Polda Jabar.

“Polda Jabar saat ini tengah menangani beberapa kasus pertanahan melibatkan mafia tanah dan menjadi perhatian publik. Dari enam TO (target operasi) di wilayah hukum Polda Jabar, lima TO sudah tahap P21 (siap disidangkan di pengadilan),” ungkap Wiyagus.(chd).

Tags: AHYkapolda jabarMafia Tanahpolda jabar

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam Sosialisasi Undang-Undang Satu Data Indonesia di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Jakarta Pusat, Kamis (05/11/2026). Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi

Soal Satu Data Indonesia, Meutya Hafid: Masyarakat Dimudahkan

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Masyarakat tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan data dan dokumen administrasi kepada berbagai instansi pemerintah untuk mendapatkan layanan...

Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis siang (05/11/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Kepada Dirut KAI, Presiden Prabowo Minta Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, dan Kembangkan KA di Bali

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta, pada...

Petugas memperlihatkan barang bukti hasil kejahatan terhadap satwa dilindungi di Medan Sumatera Utara.(Foto: Humas Kemenhut)

Dari Kulit Harimau Sampai Sisik Trenggiling, Barang Bukti Kejahatan Satwa Dilindungi Dimusnahkan

Editor
6 November 2026

MEDAN - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan memusnahkan 779 kilogram sisik trenggiling (Manis javanica) dan sejumlah bagian...

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat melaksanakan sosialisasi dan Pre-Construction Meeting (PCM) pekerjaan preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Rabu (4/11/2026).(Foto: Mochama)d Ahdiansyah/Diskominfo Kabupaten Garut)

Jalan Pamegatan–Singajaya Garut Dibangun Lewat Program IJD 2026

Editor
6 November 2026

GARUT - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat melaksanakan sosialisasi dan Pre-Construction Meeting (PCM) pekerjaan preservasi Jalan...

Kegiatan yang berlangsung di Kopi Botanika, Jalan Boenoet Lembur Kuring, Puncak Cigugur, Rabu (4/11/2026), dibuka secara resmi oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Kuningan Investment Summit 2026: Pemkab Tawarkan Pengelolaan Ratusan Aset Daerah

Editor
6 November 2026

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai mengakselerasi optimalisasi pemanfaatan aset daerah melalui penyelenggaraan Kuningan Investment Summit 2026. Kegiatan yang digagas...

Anggota DPD Dapil Jawa Barat Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

Senator Agita: Pelestarian Budaya Harus Dimulai dari Generasi Muda

Editor
6 November 2026

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) sekaligus Wakil Ketua...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.