• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 5 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Jejak Tahu Ditengarai Dari Tiongkok

Editor
Minggu, 14 Januari 2024 - 04:10
Tahu

Oleh DryPot - Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=14132647

Jejak tahu ditengarai dari Tiongkok seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.

Nama “tahu” merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: hanyu pinyin: doufu), yang secara harfiah berarti “kedelai terfermentasi”.

RelatedPosts

Ciremai Coffee Culture Festival: Menyedu Semangat Warga Kuningan

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Panggung Rakyat Meriah

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi

Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi.

Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.

Versi tahu yang dikenal di Jepang adalah tahu sutra (kinugoshi tōfu).

Tahu sutra lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan lebih lanjut, sehingga biasanya dikonsumsi mentah.

Tahu secara umum dibawa para perantau Cina ke seluruh penjuru dunia sehingga menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.

JEJAK TAHU DI INDONESIA

Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu.

Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning.

Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan yang ditemui di tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe.

Di Kediri tahu kuning menjadi makanan khas. Tahu ini dikenal sebagai tahu takwa. Tempat lain yang juga terasosiasi dengan tahu adalah Sumedang (tahu Sumedang).

Tahu masih terkait dengan kembang tahu dan tauhue (juga disebut sebagai “kembang tahu”) menurut cara pembuatannya.

Aneka makanan yang melibatkan tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu campur, tahu guling, tahu isi (tahu bunting), perkedel tahu, dan kerupuk tahu, tahu pedes, tahu krispi, tahu petis dan tahu gimbal.

Tahu goreng biasanya dihidangkan untuk menemani makanan berkuah cair, seperti mi bakso dan soto; atau batagor.

Siomay, salah satu bentuk dimsum, juga menggunakan tahu kukus sebagai komponennya.

 

JEJAK TAHU DI KOREA

Dubu adalah tahu Korea. Orang Korea memanfaatkan tahu untuk berbagai jenis masakan.

Referensi awal mengenai tahu di Korea dapat ditemukan dalam Catatan Mogeun (Mogeunjip) yang ditulis oleh Yi Saek (bernama pena Mogeun, 1328-1396) pada zaman Dinasti Goryeo (938-1392).

Dalam satu puisinya, Yi Saek mengungkapkan kelezatan tahu yang baru saja dibuat.

Referensi lain menuliskan tentang cara memasak tahu Korea dalam Yangchonjip oleh Gwon Geun serta Heo Gyun (1569-1618), seorang sastrawan Dinasti Joseon yang menulis artikel dalam Domundaejak tentang kelembutan rasa dubu yang dijual pedagang di luar Gerbang Changui.

Sebuah catatan di Sejongsillok (Catatan Pemerintahan Raja Sejong) menyebutkan bahwa Kaisar Ming memuji kelezatan tahu di Joseon dan wanitanya pandai memasak makanan yang lezat.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa teknik membuat tahu diperkenalkan dari daratan Cina ke Korea pada zaman Dinasti Goryeo sejak abad ke-10. Dari Korea barulah tahu dikenalkan ke Jepang.

Tahu Korea teksturnya di antara tahu Cina dan Jepang, tidak keras atau lembut.[5] Orang Jepang memperkenalkan lebih banyak lagi jenis tahu ke Korea semasa Penjajahan Jepang atas Korea (1910-1945).

Dubu jeongol, adalah masakan jeongol tahu dengan sejarah 200 tahun. Dubu jeongol direbus bersama daging sapi, kecambah, lobak putih, dropwort, jamur, bawang, wortel dan kaldu dalam panci besar.

Dubu Buchim, tahu goreng, merupakan salah satu masakan yang disajikan dalam banchan.

Tahu sutera (sundubu): adalah tahu lembut yang tidak diproses layaknya tahu biasa. Sundubu yang paling terkenal adalah sundubu dari Desa Chodang yang dinamakan Chodang Dubu, diproses dengan menggunakan air laut sehingga menghasilkan rasa yang unik.

Sundubu dimakan dengan kecap dan bumbu-bumbu pedas sambil minum makgeolli.

Dubu kimchi, tahu goreng dengan kimchi.

Dubu jorim, tahu goreng dengan saus jorim yang terbuat dari campuran bumbu-bumbu.

Sundubu jjigae adalah jjigae dengan gochujang berisi tahu sutera (sundubu) dan sayur-sayuran.

Sumber: Wikipedia

Tags: tahu

Related Posts

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar beserta jajaran di Ciremai Coffee Culture Festival 2026.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Ciremai Coffee Culture Festival: Menyedu Semangat Warga Kuningan

Editor
5 September 2026

KUNINGAN – Ciremai Coffee Culture Festival mewarnai Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan. Kuningan Kopi Festival 2026 atau Ciremai Coffee Culture...

Pimpinan daerah foto bareng warga di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Panggung Rakyat Meriah

Editor
2 September 2026

KUNINGAN — Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 diwarnai dengan tumpleknya ribuan masyarakat yang memadati kawasan Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Kuningan,...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Ruswati.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi

Editor
1 September 2026

SUMEDANG - Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 yang jatuh pada 1 September 2026 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memperlihatkan hidangan tutut di BUMDes Festival Jawa Barat 2026.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Tutut Jadi Hidangan Spesial di BUMDes Festival Jawa Barat 2026

Editor
31 Agustus 2026

KUNINGAN – Tutut, kuliner sederhana yang lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan, mendapat panggung istimewa dalam BUMDes Festival Jawa Barat 2026...

Festival Merah Putih Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Festival Merah Putih 2026 Kota Bogor Resmi Ditutup

Editor
31 Agustus 2026

BOGOR - Sajian teatrikal yang mengisahkan perjuangan Jenderal Besar Sudirman yang digelar di Shelter Skadron 6, Lanud Atang Sendjaja, Bogor...

Sekda Kuningan U Kusmana mengatakan sudah menyiapkan rangkain acara menarik sambut Hari Jadi Kuningan 1 September.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hari Jadi Kuningan 1 September 2026, Sekda: Lebih Khidmat, Lebih Meriah

Editor
30 Agustus 2026

KUNINGAN – Hari Jadi Kuningan 1 September, Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah menyiapkan sejumlah program di usia kabupaten itu yang ke...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.