• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Keracunan MBG di Bandung Barat, Menimpa 32 Siswa dan Guru SD

Editor
Senin, 14 September 2026 - 10:23
Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa siswa sekolah, terus terjadi. Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, sebanyak 31 siswa dan seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cipeundeuy, harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah diduga keracunan MBG.

Penanganan korban dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meluas hingga ke Kota Cimahi.

RelatedPosts

TPAS Galuga Sudah Tidak Membara, Kerja Keras Semua Pihak

Cuti Bersama dan Libur Nasional 2027 Berdasarkan SKB 3 Menteri

Hotspot Karhutla Kembali Naik, Tim Gabungan Perkuat Operasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lia N Sukandar, mengonfirmasi, jumlah korban terus bertambah. Penanganan korban tidak hanya terpusat di wilayah Kabupaten Bandung Barat, tapi juga tersebar ke fasilitas kesehatan di Kota Cimahi.

“Laporan terakhir yang kami terima, di RSUD Cibabat Kota Cimahi, ada sebanyak 14 orang, lima diantaranya sudah diperbolehkan pulang. Selain itu, di Klinik Harapan Sehat, ada tujuh orang, dan di RS IMC Cimareme ada 10 orang,” ujar Lia, dalan keterangannya, Senin (14/09/2026).

Lia mengatakan, total korban, sebabyak 31 siswa dan seorang guru. Para korban dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, dengan keluhan mengarah pada gejala keracunan makanan, yakni mual, pusing disertai muntah-muntah, dan diare.

“Kami memang menerima laporan pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan mual, pusing disertai muntah-muntah, dan diare. Bahkan, ada yang sampai demam,” kata Lia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, makanan dari program MBG di sekolah, diduga sebagai penyebab keracunan massal. MBG dikonsumsi siswa, pada Rabu (09/09/2026) dan Kamis (10/09/2026), beberapa saat kemudian para siswa dan guru mengalami gejala keracunan.

Lia mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan sampel makanan program MBG ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), untuk memastikan penyebab keracunan. Dinkes Kabupaten Bandung Barat, masih menunggu keterangan resmi terkait hasil uji laboratorium.

Tags: Dinkes Kabupaten Bandung Baratjawa baratkabupaten bandung baratKeracunan MBG di Bandung BaratMenimpa 32 Siswa dan Guru SD

Related Posts

Pemadaman api di TPAS Galuga.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

TPAS Galuga Sudah Tidak Membara, Kerja Keras Semua Pihak

Editor
15 September 2026

BOGOR - Petugas gabungan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga berhasil memadamkan seluruh titik api. Dengan peralatan...

Pantai Pangandaran dipadati wisatawam selama libur Lebaran atau cuti bersama Hari Raya Lebaran.(Foto:Istimewa).

Cuti Bersama dan Libur Nasional 2027 Berdasarkan SKB 3 Menteri

Editor
15 September 2026

Cuti bersama 2027 berdasarkan SKB 3 Menteri jumlahnya sebanyak 8 hari sedangkan hari libur nasional 18 hari. JAKARTA - Pemerintah...

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, terutama di wilayah Kalimantan.(Foto: Humas Kemenhut)

Hotspot Karhutla Kembali Naik, Tim Gabungan Perkuat Operasi

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat...

Bupati Bogor Rudy Susmanto di TPA Galuga.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Kebakaran Galuga, Bupati Bogor: Api Hampir Hilang

Editor
15 September 2026

CIBUNGBULANG - Penanganan kebakaran di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga memasuki hari ke-9, Selasa (15/9/2026). Bupati Bogor...

Pertamina melalui Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Senin (14/9).(Foto: Website Pertamina)

Pertamina Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Editor
15 September 2026

LAMPUNG - Pertamina melalui Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Sinar Mas Land tentang Dukungan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten. Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, Banten.(14/09/26).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf)

IN-APPS 2026 Jadi Pintu Masuk Aplikasi Lokal ke Pasar Digital Global

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memberikan penghargaan kepada 13 pegiat dan perusahaan aplikasi dalam Indonesia Application Summit (IN-APPS)...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.