SATUJABAR, BANDUNG–Kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa siswa sekolah, terus terjadi. Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, sebanyak 31 siswa dan seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cipeundeuy, harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah diduga keracunan MBG.
Penanganan korban dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meluas hingga ke Kota Cimahi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lia N Sukandar, mengonfirmasi, jumlah korban terus bertambah. Penanganan korban tidak hanya terpusat di wilayah Kabupaten Bandung Barat, tapi juga tersebar ke fasilitas kesehatan di Kota Cimahi.
“Laporan terakhir yang kami terima, di RSUD Cibabat Kota Cimahi, ada sebanyak 14 orang, lima diantaranya sudah diperbolehkan pulang. Selain itu, di Klinik Harapan Sehat, ada tujuh orang, dan di RS IMC Cimareme ada 10 orang,” ujar Lia, dalan keterangannya, Senin (14/09/2026).
Lia mengatakan, total korban, sebabyak 31 siswa dan seorang guru. Para korban dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, dengan keluhan mengarah pada gejala keracunan makanan, yakni mual, pusing disertai muntah-muntah, dan diare.
“Kami memang menerima laporan pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan mual, pusing disertai muntah-muntah, dan diare. Bahkan, ada yang sampai demam,” kata Lia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, makanan dari program MBG di sekolah, diduga sebagai penyebab keracunan massal. MBG dikonsumsi siswa, pada Rabu (09/09/2026) dan Kamis (10/09/2026), beberapa saat kemudian para siswa dan guru mengalami gejala keracunan.
Lia mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan sampel makanan program MBG ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), untuk memastikan penyebab keracunan. Dinkes Kabupaten Bandung Barat, masih menunggu keterangan resmi terkait hasil uji laboratorium.







