• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 22 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Titik Hotspot Turun 56 Persen, Ungkap Kemenhut

Editor
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:34
Kebakaran hutan dan lahan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kebakaran hutan dan lahan.(Foto: Humas Kemenhut)

Titik hotspot turun paling signifikan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di Kalbar turun menjadi 82 titik pada 20 Agustus atau berkurang 702 titik. Di Kalteng, turun jadi 22 titik atau berkurang 672 titik.

JAKARTA – Kementerian Kehutanan mencatat penurunan jumlah titik panas atau hotspot secara nasional dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot turun dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026.

RelatedPosts

Warga Terdampak Karhutla 3 Juta Jiwa, Kemenkes Terjunkan Tim

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Petugas Gabungan

Dilansir laman Kementerian Kehutanan, data tersebut bersumber dari pemantauan Satelit Terra-Aqua NASA pada tingkat kepercayaan menengah dan tinggi (medium dan high confidence level), yang dihimpun hingga pukul 23.59 WIB setiap harinya. Dengan basis pemantauan yang sama, jumlah hotspot nasional berkurang sebanyak 1.220 titik atau sekitar 56,2 persen dalam satu hari.

Penurunan paling signifikan terpantau di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Barat, jumlah hotspot turun dari 784 titik pada 19 Agustus menjadi 82 titik pada 20 Agustus atau berkurang 702 titik. Di Kalimantan Tengah, jumlahnya turun dari 694 menjadi 22 titik atau berkurang 672 titik.

Penurunan juga terjadi di Kalimantan Selatan, dari 85 titik pada 19 Agustus menjadi 12 titik pada 20 Agustus atau berkurang 73 titik. Secara keseluruhan, jumlah hotspot di ketiga provinsi tersebut turun dari 1.563 menjadi 116 titik atau berkurang sekitar 92,6 persen dalam satu hari.

Penurunan tersebut merupakan perkembangan positif dalam pemantauan karhutla. Namun, kondisi ini belum menunjukkan bahwa seluruh kebakaran telah padam ataupun risiko karhutla telah berakhir.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi sensor satelit dan tidak selalu identik dengan kejadian kebakaran. Hasil pemantauan dapat dipengaruhi waktu lintasan satelit, tutupan awan, kondisi atmosfer, dan kemampuan sensor mendeteksi panas pada saat pengamatan. Karena itu, informasi hotspot tetap ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan.

Kewaspadaan masih diperlukan karena kondisi cuaca kering tetap mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Berdasarkan informasi BMKG yang diperbarui pada 21 Agustus 2026, sebanyak 535 Zona Musim atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau. Curah hujan kategori rendah mendominasi 90,79 persen wilayah, sedangkan 87,28 persen wilayah mengalami sifat hujan bawah normal.

Kondisi tersebut berlangsung sejalan dengan El Niño yang telah mencapai intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole atau IOD yang berada dalam fase positif. Secara umum, kedua fenomena tersebut mendukung berkurangnya curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan serta karhutla, meskipun hujan lokal masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pantauan citra Satelit Himawari-9 BMKG pada 19 Agustus 2026, sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan serta Kalimantan. Sebagian sebaran asap terbawa oleh pola angin hingga meluas ke wilayah sekitarnya. Kondisi tersebut menjadi dasar untuk mempertahankan kesiapsiagaan meskipun jumlah hotspot mengalami penurunan.

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian karhutla melalui koordinasi bersama BMKG, BNPB, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat.

Upaya pengendalian dilakukan melalui pemantauan hotspot, patroli terpadu, verifikasi lapangan, pemadaman darat dan udara, peningkatan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, serta respons cepat di wilayah rawan. Pemantauan dilakukan secara berkala karena jumlah dan persebaran hotspot dapat berubah mengikuti waktu observasi satelit dan kondisi atmosfer.

Kementerian Kehutanan meminta masyarakat dan seluruh pelaku usaha untuk tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar. Aktivitas yang dapat memicu api juga perlu dihindari, terutama di kawasan gambut, semak belukar, dan wilayah yang mengalami kondisi kering berkepanjangan.

Perkembangan hotspot dan situasi karhutla dapat dipantau melalui Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi di https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/.

Tags: Kebakaran Hutan dan LahanKemenhutTitik hotspot

Related Posts

Sejumlah orang membagikan masker untuk menekan bahaya asap akibat karhutla. Berdasarkan data Kemenkes per (21/8), tujuh provinsi yang terdampak karhutla meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.(Foto: Website Kemenkes

Warga Terdampak Karhutla 3 Juta Jiwa, Kemenkes Terjunkan Tim

Editor
22 Agustus 2026

JAKARTA - Warga terdampak karhutla menembus 3 juta orang di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan...

Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Pesawat tersebut yaitu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL), dan UAV Quadcopter.(Foto: Website BRIN)

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Editor
22 Agustus 2026

TANGERANG SELATAN: Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung...

Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Petugas Gabungan

Editor
22 Agustus 2026

Karhutla tercatat seluas 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menjajaki kolaborasi dengan The Sacred Riana untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia, Jakarta, Rabu (19/8/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

The Sacred Riana Sambangi Kementerian Ekraf, Ada Apa?

Editor
22 Agustus 2026

The Sacred Riana berkeinginan untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.  JAKARTA - Wakil Menteri...

Ilustrasi ASN PPPK.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bagaimana Nasib PPPK Paruh Waktu, Apakah Diperpanjang?

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan masa kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan diperpanjang setelah...

Bandung Great Sale 2026 resmi dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di kawasan Laswi Heritage, Jumat, 21 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Great Sale 2026, Ikhtiar Memutarkan Uang

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Bandung Great Sale 2026 resmi dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di kawasan Laswi Heritage, Jumat, 21 Agustus...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.