• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 17 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
Jumat, 17 Juli 2026 - 09:16
Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin agar mampu menghasilkan rekonstruksi sejarah yang lebih komprehensif sekaligus mendukung pelestarian kawasan warisan budaya. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat kompleksitas perkembangan kota Majapahit yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui kajian arkeologi.

Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PRAPS) BRIN, Irfan Mahmud, mengatakan penelitian Majapahit saat ini perlu melibatkan berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, geografi, arsitektur, ilmu lingkungan, teknologi digital, penginderaan jauh, hingga kecerdasan artifisial.

RelatedPosts

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

“Majapahit merupakan memori kolektif bangsa yang merekam perkembangan politik, ekonomi, teknologi, tata kota, hingga interaksi budaya Nusantara,” ujar Irfan pada Webinar Forum Kebhinnekaan Seri #37 bertajuk “Wawasan Baru di Metropolitan Majapahit”, Selasa (15/7) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Menurut Irfan, proyek Indonesian Field of Archaeology di Trowulan pada dekade 1990-an telah menghasilkan data arkeologi yang sangat kaya. Namun, hingga kini masih banyak aspek yang belum terungkap, mulai dari batas kota, struktur permukiman, sistem pengelolaan air, jaringan jalan, kawasan industri, hingga lanskap budaya Majapahit.

Ia menegaskan, pelestarian kawasan Majapahit tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi antara BRIN, Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar penelitian dan pelestarian dapat berjalan secara beriringan.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Arbastra) BRIN, Hery Jogaswara, menilai forum ilmiah menjadi sarana penting untuk mendiseminasikan hasil riset sekaligus memperkuat kolaborasi penelitian arkeologi.

Menurut Hery, kerja sama BRIN dengan Kementerian Kebudayaan terus diperkuat melalui nota kesepahaman di bidang penelitian, pemanfaatan infrastruktur riset, dan pengelolaan koleksi ilmiah arkeologi.

“Sebagai tindak lanjut, kedua institusi telah membentuk tim bersama untuk mendukung pemanfaatan koleksi arkeologi bagi kepentingan pelestarian budaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, BRIN juga terus berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan dalam mendukung ekskavasi di kawasan Majapahit serta tengah mempersiapkan program penelitian jangka panjang di Situs Liangan, Jawa Tengah. Menurutnya, perkembangan penelitian di berbagai situs arkeologi, termasuk Sentonorejo, perlu terus disampaikan kepada masyarakat berdasarkan temuan ilmiah agar pemahaman terhadap nilai penting warisan budaya Indonesia semakin kuat.

Luas Kawasan Kota Majapahit di Trowulan

Dalam webinar tersebut, Peneliti PRAPS BRIN, Yusmaini Aryawati, memaparkan bahwa berdasarkan sebaran tinggalan arkeologis, luas kawasan Kota Majapahit di Trowulan diperkirakan mencapai sekitar 10 × 10 kilometer persegi yang mencakup sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Ia menjelaskan, kawasan Trowulan telah dihuni jauh sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit. Jejak permukiman berasal dari abad ke-10 Masehi pada masa Mataram Kuno, berlanjut pada era Singhasari, hingga mencapai puncak perkembangannya pada masa Majapahit.

“Data arkeologi menunjukkan adanya pola permukiman setingkat kota yang terbagi dalam sejumlah klaster, seperti Sentonorejo, Segaran, Pendopo Agung, Nglinguk, Grogol, Pakis, dan Puri,” jelas Yusmaini.

Menurutnya, kawasan Sentonorejo diduga merupakan kawasan elite tempat tinggal raja dan bangsawan yang dilengkapi area sakral berupa Pamerajan Agung milik istana. Di kawasan Nglinguk Wetan, tim peneliti juga menemukan kembali 63 sumur kuno dengan bentuk, ukuran, dan teknologi pembuatan yang beragam. Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai sistem permukiman masyarakat Majapahit yang telah memiliki akses terhadap sumber air bersih.

Peneliti PRAPS BRIN, Sugeng Riyanto, menambahkan bahwa karakter permukiman Majapahit di Trowulan diduga merupakan kelanjutan dari masa Singhasari. Menurutnya, Singhasari dan Majapahit berasal dari satu garis keturunan, yakni Wangsa Rajasa yang bermula sejak Ken Arok menaklukkan Kerajaan Kediri pada 1222 Masehi.

Adapun Muhammad Ichwan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur memaparkan berbagai upaya pelestarian di Situs Bhre Kahuripan, mulai dari inventarisasi, ekskavasi, penetapan zonasi, konservasi berkala, hingga penempatan juru pelihara untuk menjaga kelestarian situs.

Melalui forum tersebut, BRIN berharap hasil-hasil penelitian terbaru mengenai Majapahit terus berkembang melalui kolaborasi lintas disiplin. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkaya rekonstruksi sejarah perkotaan Majapahit sekaligus memperkuat pelestarian salah satu warisan budaya terpenting di Indonesia.

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINibu kota Majapahit

Related Posts

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Chairman The Nippon Foundation Yohei Sasakawa mengunjungi Kompleks Kusta Jongaya, RW 04, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (11/7/2026).(Foto: Humas Kemenkes)

Kampung Kusta Jongaya, Menkes: Kusta Bukan Kutukan

Editor
12 Juli 2026

Kampung Kusta Jongaya dikunjungi menjadi wujud komitmen pemerintah bersama mitra internasional untuk mempercepat eliminasi kusta sekaligus menghapus stigma yang masih...

Asia Africa Festival 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Asia Africa Festival 2026: Dari Bandung untuk Kolaborasi Global dan Keberlanjutan

Editor
11 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Asia Africa Festival 2026 resmi dibuka di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu 11...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat