• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Seren Taun 2026 di Cigugur Kuningan, Seribu Pelita Menyala

Editor
Kamis, 04 Juni 2026 - 10:01
Pembukaan Damar Sewu dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.(Foto: humas Pemkab Kuningan)

Pembukaan Damar Sewu dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.(Foto: humas Pemkab Kuningan)

KUNINGAN – Perlahan cahaya-cahaya kecil mulai menyala di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal di Kel/Kec. Cigugur. Di tengah suasana sakral itu, ritual Damar Sewu resmi membuka rangkaian Upacara Adat Seren Taun Tahun Rayagung 1959 Saka atau Seren Taun 2026, Rabu (3/6/2026).

Momen yang selalu dinantikan masyarakat adat ini bukan sekadar seremoni tahunan. Nyala seribu pelita seolah menjadi penanda bahwa tradisi, nilai-nilai luhur, dan warisan budaya leluhur masih hidup dan terus dijaga di tengah perubahan zaman.

RelatedPosts

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Pembukaan Damar Sewu dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., disaksikan masyarakat adat, tokoh budaya, tokoh agama, unsur Forkopimda, hingga tamu undangan dari berbagai daerah.

Hadir juga Anggota DPD RI Arya Wedakarna, Ketua Yayasan Tri Panca Tunggal Dewi Kanti Setianingsih, Pangeran Gumirat Barna Alam, Allya Djatikusuma, para budayawan, seniman, serta masyarakat yang di kawasan Paseban.

Bupati Dian mengatakan, cahaya seribu pelita memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penerangan. “Melalui ritual Damar Sewu, kita tidak hanya menerangi kegelapan malam. Lebih dari itu, kita sedang menegaskan pesan simbolik yang sangat kuat bahwa cahaya kearifan lokal harus tetap menyala,” ujarnya.

Mengusung tema “Merawat Prasasti Peradaban Budaya untuk Masa Depan Bangsa”, Seren Taun tahun ini menjadi ajakan bersama untuk menjaga identitas budaya sebagai benteng peradaban di tengah derasnya arus globalisasi.

“Martabat suatu bangsa diukur dari sejauh mana mereka menghargai budayanya sendiri. Kehilangan budaya berarti kehilangan identitas, dan kehilangan identitas berarti runtuhnya sebuah peradaban,” tegas Bupati Dian.

Seren Taun 2026 di Cugugur Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)
Seren Taun 2026 di Cugugur Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Di bawah langit malam Cigugur yang dihiasi cahaya pelita, mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan, toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kuningan.

Sementara itu, Anggota DPD RI Arya Wedakarna mengaku terkesan dengan konsistensi masyarakat adat Cigugur dalam merawat tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

Sebagai sosok yang dekat dengan kehidupan budaya di Bali, Arya menilai Seren Taun memiliki nilai dan daya tarik yang tidak kalah dengan berbagai festival budaya besar di Indonesia.

“Saya sering menghadiri kegiatan budaya di berbagai daerah, namun ketika datang ke Cigugur saya melihat sebuah festival budaya yang luar biasa. Seren Taun adalah kekayaan budaya Nusantara yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap pelestarian budaya lokal, termasuk perhatian terhadap situs budaya, artefak, pusaka, dan berbagai peninggalan sejarah yang berada di lingkungan Paseban Tri Panca Tunggal.

Seren Taun 2026 sendiri akan berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 Juni 2026. Camat Cigugur Yono Rohmansyah menjelaskan berbagai agenda budaya, sosial, edukasi, hingga spiritual telah disiapkan untuk menyambut masyarakat dan wisatawan.

Seren Taun 2026 di Cugugur Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)
Seren Taun 2026 di Cugugur Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Rangkaian kegiatan diawali dengan Nyandak Pare ti Leuit, Mesek Pare, Siraman Baleg Kembang, dan Damar Sewu. Selanjutnya akan digelar Pesta Dadung, Seribu Kentongan, pameran artefak budaya, seminar kebangsaan, pengobatan gratis, helaran budaya, harmoni lintas agama, hingga puncak Seren Taun pada 8 Juni mendatang.

Lebih dari sekadar perayaan adat, Seren Taun telah menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan budaya, spiritualitas, kebersamaan, dan semangat menjaga warisan leluhur. Malam itu, ketika seribu pelita menyala di Cigugur, masyarakat tidak hanya menyaksikan sebuah ritual budaya. Mereka sedang merawat cahaya peradaban agar tetap hidup dan menerangi perjalanan generasi yang akan datang.

Sumber: Humas Pemkab Kuningan

Tags: cigugur kuninganseren taun

Related Posts

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.(Foto:Istimewa).

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dadan Hindayana, lahir 10 Juli 1967 di Garut Jawa Barat, adalah birokrat Indonesia dan pakar entomologi ahli...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran Pojok Carita pada Minggu, 31 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Editor
1 Juni 2026

Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang ekspresi seni. SATUJABAR, BANDUNG...

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.(Image: BRIN)

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Editor
29 Mei 2026

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada...

Bonita yang menyandang status difabel yang menurunkan rasa cinta Persib Bandung kepada anak-anaknya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Egalitarianisme Persib dan Kisah Wanita Difabel Pecinta Persib

Editor
25 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Siapun dan dalam kondisi apapun boleh menjadi fans Persib, mencintai klub sepenuh hati. Seperti Bonita yang menyandang...

Aksi bersih-bersih kolam ikan dewa di Kuningan>(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Aksi Bersih-bersih di Kolam Ikan Dewa, Merawat Warisan Budaya Kuningan

Editor
24 Mei 2026

Dulu, peristiwanya sempat viral. Ribuan ikan dewa mati. Tepatnya sebanyak 1.200 ekor. Peristiwa itu cukup mengejutkan dan mengundang rasa prihatin....

Bupati Sumedang, jajaran Pemkab dan Warga Sumedang nonton bareng Persib vs Persijap Sabtu sore 23 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Ketika Bupati Sumedang Semringah Persib Juara Liga

Editor
24 Mei 2026

Euforia kemenangan menyelimuti halaman parkir di area Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang saat Bupati Sumedang  Dony Ahmad Munir bersama...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.