• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 30 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

ITB Fasilitator Atasi Sampah Tamansari

Editor
Kamis, 14 Mei 2026 - 01:16
(Foto: Humas Pemkot Bandung)

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi penanganan sampah melalui monitoring dan pengecekan kondisi persampahan di kawasan bawah Jalan Layang Pasopati, Kecamatan Tamansari, Kota Bandung, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran Kecamatan Tamansari, para lurah dan RW, Dinas Lingkungan Hidup, penyuluh sampah, serta akademisi dan praktisi dari ITB.

RelatedPosts

Piala Dunia 2026, Babak 32 Besar: Adu Penalti, Paraguay Pulangkan Jeman

Bandara Husein Reaktivasi, Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur

Angkot Pintar, Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis

Wakil Rektor ITB, Agus Jatnika menyatakan kesiapan menjadi fasilitator agar penanganan sampah di Kota Bandung tidak lagi berhenti pada tataran wacana, tetapi segera masuk ke tahap implementasi nyata.

Menurut Agus, persoalan sampah di Bandung sudah terlalu lama dibahas tanpa eksekusi yang terukur.

Karena itu, ITB hadir untuk membantu penerapan berbagai teknologi pengolahan sampah yang selama ini telah dikembangkan di lingkungan kampus.

“Kalau wacana rasanya sudah puluhan tahun kita bicarakan. Sekarang tinggal bagaimana eksekusi. ITB diberi amanat menjadi fasilitator agar penanganan sampah ini bisa segera berjalan,” ujar Warek ITB seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Berbagai inovasi pengolahan sampah disebut telah siap diterapkan di masyarakat, mulai dari pemanfaatan styrofoam menjadi produk baru, pengolahan plastik menjadi brick block, hingga teknologi pengolahan sampah organik dan sistem ekonomi sirkular berbasis komunitas.

Kesadaran Masyarakat

Menurut Dosen SBM ITB, Melia Famiola, tantangan terbesar bukan lagi pada teknologi, melainkan bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar sampah dipandang sebagai sesuatu yang memiliki nilai manfaat ekonomi.

“Selama ini sampah masih dianggap masalah sosial dan kerja voluntarisme. Padahal sampah bisa menjadi raw material dan membuka ekonomi baru,” ujar Melia.

Ia menjelaskan, ITB tengah mendorong konsep circular activator atau penggerak ekonomi sirkular berbasis komunitas dan startup. Konsep tersebut terinspirasi dari pengembangan ekonomi sirkular di Melbourne, Australia, yang melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama menyelesaikan persoalan jangka pendek berupa penumpukan sampah, sedangkan tahap kedua membangun sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

“Sampah jangan lagi dilihat sebagai beban pemerintah semata, tetapi sebagai peluang ekonomi baru yang melibatkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengungkapkan, Kota Bandung saat ini menghadapi tekanan besar dalam pengelolaan sampah.

Produksi sampah harian Kota Bandung mencapai sekitar 1.600 hingga 1.700 ton per hari, sementara pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dibatasi sekitar 980 ton per hari.

“Kebayang sisanya mau dikemanakan. Itu menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar Zul, sapaan akrabnya.

Antisipasi Pemkot

Menurutnya, Pemkot Bandung telah melakukan berbagai langkah mulai dari penyediaan insinerator, RDF, program Gaslah, komposter, hingga penguatan rekayasa sosial di tingkat kewilayahan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah pengolahan akhir sampah setelah dipilah.

Ia mengapresiasi semangat masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan, dan RW yang mulai aktif menjalankan program pengolahan sampah mandiri, termasuk pembuatan kompos pit dan program urban farming melalui konsep “Karasa” dan “Buruan SAE”.

“Masalahnya sampah tidak bisa menunggu. Sampah terus datang setiap hari. Jadi kita harus bergerak lebih cepat,” katanya.

Dalam forum tersebut, sejumlah akademisi ITB juga menyampaikan pentingnya penguatan sosial engineering dan perubahan perilaku masyarakat.

Salah satu usulan yang muncul adalah membangun platform komunikasi atau aplikasi bersama antar pengelola sampah se-Kota Bandung agar praktik-praktik baik di suatu wilayah dapat direplikasi di wilayah lain.

Selain itu, penataan kawasan bawah Pasopati juga didorong agar tidak lagi dipandang sebagai “ruang belakang” kota, tetapi menjadi etalase pengelolaan sampah modern berbasis komunitas.

Salah satu praktik menarik dipaparkan oleh Adlinus dari FMIPA ITB yang telah mengembangkan konsep peternakan ayam dan budidaya maggot berbasis sampah organik di kawasan Pasirlayung.

Melalui sistem “apartemen ayam dan maggot”, sampah organik diolah menjadi pakan maggot, maggot menjadi pakan ayam, sementara hasil telur dibagikan kepada warga. Sistem tersebut disebut mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dari sampah menjadi gizi. Jadi ada ekonomi yang berputar di masyarakat,” ujarnya.

Model tersebut mendapat perhatian dari Pemkot Bandung dan dinilai berpotensi direplikasi di wilayah lain, termasuk Tamansari yang memiliki keterbatasan lahan.

Tags: Bandung Darurat SampahITBkota bandung

Related Posts

Piala Dunia 2026.(Image: X)

Piala Dunia 2026, Babak 32 Besar: Adu Penalti, Paraguay Pulangkan Jeman

Editor
30 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG — Piala Dunia 2026 selesai menjalani fase grup yang berakhir pada Minggu (28/6/2026) WIB. Sebanyak 32 tim dari...

Perbaikan jalan di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandara Husein Reaktivasi, Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur

Editor
30 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengakselerasi berbagai persiapan menjelang rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara. Saat ini, fokus...

Angkutan Kota di Kota Bandung masuk program Angkot Pintar.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Angkot Pintar, Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis

Editor
30 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan program angkot pintar menunjukkan hasil yang menggembirakan setelah berjalan selama satu tahun....

Anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti.

Senator Agita Dorong Penguatan Persiapan Kesehatan dan Edukasi Jamaah Haji

Editor
30 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti...

Ketua DPD PDIP dan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono.(Foto:Istimewa).

Ketua PDIP Jabar Ono Surono Jadi Saksi Sidang Korupsi Ade Kuswara

Editor
29 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, diperiksa sebagai saksi dalan sidang kasus korupsi ijon proyek Bupati Bekasi nonaktif,...

Keterangan pers Polda Jabar pengungkapan praktik ilegal peredaran benih lobster di wilayah Pangandaran.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Bongkar Peredaran Benih Lobster Tanpa Ijin di Pangandaran, 4 Orang Ditangkap

Editor
29 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG---Polda Jawa Barat membongkar kasus tindak pidana perikanan mengedarkan benih lobster tanpa ijin beroperasi di wilayah Pantai Pangandaran. Empat...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.