• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 15 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

ITB Fasilitator Atasi Sampah Tamansari

Editor
Kamis, 14 Mei 2026 - 01:16
(Foto: Humas Pemkot Bandung)

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi penanganan sampah melalui monitoring dan pengecekan kondisi persampahan di kawasan bawah Jalan Layang Pasopati, Kecamatan Tamansari, Kota Bandung, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran Kecamatan Tamansari, para lurah dan RW, Dinas Lingkungan Hidup, penyuluh sampah, serta akademisi dan praktisi dari ITB.

RelatedPosts

Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, Peringatan Tsunami Berakhir

Kemenpar Promosikan Desa Wisata Lewat EduTourism di Australia

Kementerian Kehutanan Sigap Atasi Karhutla di Kalsel

Wakil Rektor ITB, Agus Jatnika menyatakan kesiapan menjadi fasilitator agar penanganan sampah di Kota Bandung tidak lagi berhenti pada tataran wacana, tetapi segera masuk ke tahap implementasi nyata.

Menurut Agus, persoalan sampah di Bandung sudah terlalu lama dibahas tanpa eksekusi yang terukur.

Karena itu, ITB hadir untuk membantu penerapan berbagai teknologi pengolahan sampah yang selama ini telah dikembangkan di lingkungan kampus.

“Kalau wacana rasanya sudah puluhan tahun kita bicarakan. Sekarang tinggal bagaimana eksekusi. ITB diberi amanat menjadi fasilitator agar penanganan sampah ini bisa segera berjalan,” ujar Warek ITB seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Berbagai inovasi pengolahan sampah disebut telah siap diterapkan di masyarakat, mulai dari pemanfaatan styrofoam menjadi produk baru, pengolahan plastik menjadi brick block, hingga teknologi pengolahan sampah organik dan sistem ekonomi sirkular berbasis komunitas.

Kesadaran Masyarakat

Menurut Dosen SBM ITB, Melia Famiola, tantangan terbesar bukan lagi pada teknologi, melainkan bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar sampah dipandang sebagai sesuatu yang memiliki nilai manfaat ekonomi.

“Selama ini sampah masih dianggap masalah sosial dan kerja voluntarisme. Padahal sampah bisa menjadi raw material dan membuka ekonomi baru,” ujar Melia.

Ia menjelaskan, ITB tengah mendorong konsep circular activator atau penggerak ekonomi sirkular berbasis komunitas dan startup. Konsep tersebut terinspirasi dari pengembangan ekonomi sirkular di Melbourne, Australia, yang melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama menyelesaikan persoalan jangka pendek berupa penumpukan sampah, sedangkan tahap kedua membangun sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

“Sampah jangan lagi dilihat sebagai beban pemerintah semata, tetapi sebagai peluang ekonomi baru yang melibatkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengungkapkan, Kota Bandung saat ini menghadapi tekanan besar dalam pengelolaan sampah.

Produksi sampah harian Kota Bandung mencapai sekitar 1.600 hingga 1.700 ton per hari, sementara pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dibatasi sekitar 980 ton per hari.

“Kebayang sisanya mau dikemanakan. Itu menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar Zul, sapaan akrabnya.

Antisipasi Pemkot

Menurutnya, Pemkot Bandung telah melakukan berbagai langkah mulai dari penyediaan insinerator, RDF, program Gaslah, komposter, hingga penguatan rekayasa sosial di tingkat kewilayahan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah pengolahan akhir sampah setelah dipilah.

Ia mengapresiasi semangat masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan, dan RW yang mulai aktif menjalankan program pengolahan sampah mandiri, termasuk pembuatan kompos pit dan program urban farming melalui konsep “Karasa” dan “Buruan SAE”.

“Masalahnya sampah tidak bisa menunggu. Sampah terus datang setiap hari. Jadi kita harus bergerak lebih cepat,” katanya.

Dalam forum tersebut, sejumlah akademisi ITB juga menyampaikan pentingnya penguatan sosial engineering dan perubahan perilaku masyarakat.

Salah satu usulan yang muncul adalah membangun platform komunikasi atau aplikasi bersama antar pengelola sampah se-Kota Bandung agar praktik-praktik baik di suatu wilayah dapat direplikasi di wilayah lain.

Selain itu, penataan kawasan bawah Pasopati juga didorong agar tidak lagi dipandang sebagai “ruang belakang” kota, tetapi menjadi etalase pengelolaan sampah modern berbasis komunitas.

Salah satu praktik menarik dipaparkan oleh Adlinus dari FMIPA ITB yang telah mengembangkan konsep peternakan ayam dan budidaya maggot berbasis sampah organik di kawasan Pasirlayung.

Melalui sistem “apartemen ayam dan maggot”, sampah organik diolah menjadi pakan maggot, maggot menjadi pakan ayam, sementara hasil telur dibagikan kepada warga. Sistem tersebut disebut mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dari sampah menjadi gizi. Jadi ada ekonomi yang berputar di masyarakat,” ujarnya.

Model tersebut mendapat perhatian dari Pemkot Bandung dan dinilai berpotensi direplikasi di wilayah lain, termasuk Tamansari yang memiliki keterbatasan lahan.

Tags: Bandung Darurat SampahITBkota bandung

Related Posts

Gempa NTT

Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, Peringatan Tsunami Berakhir

Editor
15 Agustus 2026

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui status peringatan dini pascagempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang...

Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney memperluas pasar wisata edukasi (EduTourism) Australia dengan memperkenalkan desa wisata Indonesia sebagai ruang belajar yang memadukan sejarah, seni, budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal, Kemenpar menggelar rangkaian promosi pada 3–4 Agustus 2026, diawali dengan kegiatan "Indonesia Goes to School: Experience Wonderful Indonesia in the Classroom" di Claremont College, (3/8/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

Kemenpar Promosikan Desa Wisata Lewat EduTourism di Australia

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney memperluas pasar wisata...

Penanganan kebakaran hutan dan lahan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kementerian Kehutanan Sigap Atasi Karhutla di Kalsel

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, BANJARBARU - Kementerian Kehutanan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sistem deteksi dini berbasis pemantauan...

Petugas gabungan pemadam kebakaran di Bromo Tengger Semeru.(Foto: Humas Kemenhut)

Alhamdulillah! Kebakaran Bromo Teratasi

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, PROBOLINGGO - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dipastikan telah padam. Saat ini petugas...

Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten Bogor

Kado Kemerdekaan, Rudy Susmanto Hapus Sanksi Administratif PBB-P2 hingga Tahun Pajak 2025

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, CIBINONG – Bupati Bogor, Rudy Susmanto memberikan kado kemerdekaan bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa.(Foto: Setneg)

Pusat Finansial dan Giant Sea Wall Warnai Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat dan berorientasi jangka panjang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung