• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mungkin Tak Lama Lagi, BRIN Bisa Bikin Material Pemurnian Uranium untuk Energi Nuklir

Editor
Rabu, 06 Mei 2026 - 04:41
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Indonesia memiliki potensi besar bahan baku nuklir, salah satunya berasal dari pasir monasit – limbah hasil penambangan timah. Namun, tantangan utama terletak pada pemisahan uranium dan thorium yang bercampur dengan logam tanah jarang.

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan teknologi bahan bakar nuklir berbasis sumber daya lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh peneliti Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN, Ade Saputra dan tim, yang mengembangkan material adsorben inovatif untuk pemurnian uranium.

RelatedPosts

Supporter Persija Pelaku Perusakan Bus Rombongan Pemain EPA Persib Ditangkap

Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut Pake Pistol Airgun Ditahan

Kemenhut Dorong KUPS Naik Kelas

Ade mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar bahan baku nuklir, salah satunya berasal dari pasir monasit – limbah hasil penambangan timah. Namun, tantangan utama terletak pada pemisahan uranium dan thorium yang bercampur dengan logam tanah jarang.

“Jika pemisahan ini berhasil, kita tidak hanya menyelesaikan masalah limbah radioaktif, tetapi juga memperoleh logam tanah jarang yang bersih serta bahan bakar nuklir dari sumber domestik,” katanya, saat diwawancara Tim Humas BRIN, Selasa (5 Mei 2026) dikutip laman BRIN.

Menurutnya, kebutuhan energi yang terus meningkat, serta komitmen Indonesia menuju net zero emission, menempatkan energi nuklir sebagai salah satu opsi strategis. Dalam konteks ini, penguasaan teknologi hulu khususnya pemurnian bahan bakar menjadi kunci penting.

Riset yang dilakukan Ade dan tim menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut. Tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada efisiensi proses dan keberlanjutan lingkungan. “Penyiapan bahan bakar nuklir merupakan fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan operasional pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke depan,” ujarnya.

Inovasi utama riset ini adalah pengembangan Covalent Organic Framework (COF) tersulfonasi sebagai material adsorben. COF dikenal sebagai material berstruktur kristalin dengan stabilitas tinggi terhadap kondisi ekstrem, seperti keasaman tinggi dan radiasi.

Material ini dirancang secara spesifik untuk meningkatkan selektivitas terhadap uranium. Dengan pendekatan tersebut, tim berhasil menghasilkan COF-SO₃H yang mampu mengadsorpsi uranium dengan kapasitas tinggi, bahkan dalam kondisi larutan sangat asam yang menyerupai kondisi nyata pengolahan pasir monasit.

Lebih dari itu, material ini menunjukkan ketahanan penggunaan berulang hingga beberapa siklus, sehingga berpotensi menekan biaya operasional dalam aplikasi industri.

Selain material, aspek metode sintesis juga menjadi perhatian penting. Tim mengembangkan pendekatan dissolution-precipitation yang lebih efisien dibanding metode konvensional. Metode ini dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan ke skala besar karena waktu sintesis yang lebih singkat serta penggunaan pelarut yang lebih ramah lingkungan.

Tantangan Riset

Meski demikian, perjalanan riset tidak lepas dari tantangan. “Kami sempat mengalami berbagai kegagalan dalam sintesis, namun dari situ kami melakukan modifikasi hingga akhirnya berhasil mengembangkan metode yang sesuai,” ungkap Ade.

Riset ini memiliki dampak strategis yang luas. Selain meningkatkan efisiensi proses pemurnian uranium, pendekatan berbasis adsorpsi menggunakan COF juga mampu mengurangi limbah cair radioaktif dibanding metode konvensional.

Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya menjawab kebutuhan industri energi, tetapi juga mendukung prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaan bahan radioaktif.

Lebih jauh, penguasaan teknologi ini membuka peluang pemanfaatan sumber daya mineral nasional secara optimal. Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya tersebut untuk kepentingan energi domestik.

Ke depan, pengembangan riset ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku prekursor COF dan keterbatasan fasilitas karakterisasi material radioaktif.

Untuk itu, tim menargetkan pengembangan skala produksi yang lebih besar serta pengujian sistem secara kontinyu pada skala pilot. Kolaborasi dengan industri dan mitra internasional juga menjadi langkah penting dalam mempercepat hilirisasi teknologi.

Riset ini menjadi salah satu langkah awal menuju penguasaan teknologi bahan bakar nuklir secara mandiri di Indonesia. Dalam jangka panjang, kemampuan ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi nuklir yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi bagian dari solusi dalam mendukung kemandirian energi nasional,” pungkas Ade.

Tags: BRINNuklir Indonesiauranium

Related Posts

BPA (33), supporter Persija Jakarta salah satu pelaku perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah.(Foto:Istimewa).

Supporter Persija Pelaku Perusakan Bus Rombongan Pemain EPA Persib Ditangkap

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BATANG--Seorang pria asal Jakarta Barat, yang diduga terlibat dalam aksi perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA)...

Ilustrasi senjata.(Foto:Istimewa).

Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut Pake Pistol Airgun Ditahan

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, GARUT--Pelaku penembakan terhadap siswa SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggunakan pistol airgun, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Aksi...

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial melaksanakan verifikasi peningkatan kelas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Gold menuju Platinum di Provinsi Banten dan Jawa Barat.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Dorong KUPS Naik Kelas

Editor
12 Oktober 2026

LEBAK - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial melaksanakan verifikasi peningkatan kelas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari...

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pemprov Jatim memberikan penghargaan itu atas dedikasi Sarmuji dalam membangun Jawa Timur.(Foto: Humas Kemenperin)

Menperin Sarmuji Dorong Percepatan Kawasan Industri

Editor
12 Oktober 2026

SURABAYA - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai kawasan industri sebagai sarana yang baik untuk mendorong industrialisasi. Ia menyebut pengembangan kawasan...

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Prof. Haruni Krisnawati.(Foto: Humas Kemenhut)

Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi Tata Kelola Hutan dan Pembiayaan Iklim melalui REDD+

Editor
12 Oktober 2026

BALI - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bekerja sama dengan Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: ESDM)

Menteri Bahlil Dorong Rakyat Jadi Pemain Energi

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Sumur-sumur minyak yang dikelola masyarakat kini berproduksi secara resmi. Setelah sumur rakyat di Sumatera dan Jawa mulai menghasilkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.