• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 21 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mungkin Tak Lama Lagi, BRIN Bisa Bikin Material Pemurnian Uranium untuk Energi Nuklir

Editor
Rabu, 06 Mei 2026 - 04:41
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Indonesia memiliki potensi besar bahan baku nuklir, salah satunya berasal dari pasir monasit – limbah hasil penambangan timah. Namun, tantangan utama terletak pada pemisahan uranium dan thorium yang bercampur dengan logam tanah jarang.

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan teknologi bahan bakar nuklir berbasis sumber daya lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh peneliti Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN, Ade Saputra dan tim, yang mengembangkan material adsorben inovatif untuk pemurnian uranium.

RelatedPosts

Libur Sekolah 2026: Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi

Wisatawan Tenggelam di Pantai Pasir Putih Sukabumi, Ayah Tewas Anak Hilang

Jet Bisnis Dassault Falcon 10X Sukses Terbang Perdana

Ade mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar bahan baku nuklir, salah satunya berasal dari pasir monasit – limbah hasil penambangan timah. Namun, tantangan utama terletak pada pemisahan uranium dan thorium yang bercampur dengan logam tanah jarang.

“Jika pemisahan ini berhasil, kita tidak hanya menyelesaikan masalah limbah radioaktif, tetapi juga memperoleh logam tanah jarang yang bersih serta bahan bakar nuklir dari sumber domestik,” katanya, saat diwawancara Tim Humas BRIN, Selasa (5 Mei 2026) dikutip laman BRIN.

Menurutnya, kebutuhan energi yang terus meningkat, serta komitmen Indonesia menuju net zero emission, menempatkan energi nuklir sebagai salah satu opsi strategis. Dalam konteks ini, penguasaan teknologi hulu khususnya pemurnian bahan bakar menjadi kunci penting.

Riset yang dilakukan Ade dan tim menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut. Tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada efisiensi proses dan keberlanjutan lingkungan. “Penyiapan bahan bakar nuklir merupakan fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan operasional pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke depan,” ujarnya.

Inovasi utama riset ini adalah pengembangan Covalent Organic Framework (COF) tersulfonasi sebagai material adsorben. COF dikenal sebagai material berstruktur kristalin dengan stabilitas tinggi terhadap kondisi ekstrem, seperti keasaman tinggi dan radiasi.

Material ini dirancang secara spesifik untuk meningkatkan selektivitas terhadap uranium. Dengan pendekatan tersebut, tim berhasil menghasilkan COF-SO₃H yang mampu mengadsorpsi uranium dengan kapasitas tinggi, bahkan dalam kondisi larutan sangat asam yang menyerupai kondisi nyata pengolahan pasir monasit.

Lebih dari itu, material ini menunjukkan ketahanan penggunaan berulang hingga beberapa siklus, sehingga berpotensi menekan biaya operasional dalam aplikasi industri.

Selain material, aspek metode sintesis juga menjadi perhatian penting. Tim mengembangkan pendekatan dissolution-precipitation yang lebih efisien dibanding metode konvensional. Metode ini dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan ke skala besar karena waktu sintesis yang lebih singkat serta penggunaan pelarut yang lebih ramah lingkungan.

Tantangan Riset

Meski demikian, perjalanan riset tidak lepas dari tantangan. “Kami sempat mengalami berbagai kegagalan dalam sintesis, namun dari situ kami melakukan modifikasi hingga akhirnya berhasil mengembangkan metode yang sesuai,” ungkap Ade.

Riset ini memiliki dampak strategis yang luas. Selain meningkatkan efisiensi proses pemurnian uranium, pendekatan berbasis adsorpsi menggunakan COF juga mampu mengurangi limbah cair radioaktif dibanding metode konvensional.

Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya menjawab kebutuhan industri energi, tetapi juga mendukung prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaan bahan radioaktif.

Lebih jauh, penguasaan teknologi ini membuka peluang pemanfaatan sumber daya mineral nasional secara optimal. Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya tersebut untuk kepentingan energi domestik.

Ke depan, pengembangan riset ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku prekursor COF dan keterbatasan fasilitas karakterisasi material radioaktif.

Untuk itu, tim menargetkan pengembangan skala produksi yang lebih besar serta pengujian sistem secara kontinyu pada skala pilot. Kolaborasi dengan industri dan mitra internasional juga menjadi langkah penting dalam mempercepat hilirisasi teknologi.

Riset ini menjadi salah satu langkah awal menuju penguasaan teknologi bahan bakar nuklir secara mandiri di Indonesia. Dalam jangka panjang, kemampuan ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi nuklir yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi bagian dari solusi dalam mendukung kemandirian energi nasional,” pungkas Ade.

Tags: BRINNuklir Indonesiauranium

Related Posts

Penumpang menaiki kapal di pelabuhan mewarnai lonjakan penumpang pada sektor angkutan laut saat libur Nataru 2025/2026.(Foto: Istimewa)

Libur Sekolah 2026: Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Libur sekolah 2026 serta Libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027 menjadi memanjakan warga yang akan liburan. Sesuai...

Ilustrasi korban tenggelam.(Foto:Istimewa).

Wisatawan Tenggelam di Pantai Pasir Putih Sukabumi, Ayah Tewas Anak Hilang

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Ayah dan anak tenggelam saat berenang di Pantai Pasir Putih, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ayah ditemukan tewas, sedangkan anaknya...

Pesawat terbaru dari Dassault Aviation, Falcon 10X, telah sukses menyelesaikan penerbangan pertamanya.(Foto: Istimewa/Dassault Aviation)

Jet Bisnis Dassault Falcon 10X Sukses Terbang Perdana

Editor
20 Juni 2026

SAINT-CLOUD, PRANCIS - Pesawat terbaru dari Dassault Aviation, Falcon 10X, telah sukses menyelesaikan penerbangan pertamanya. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan program...

Ilustrasi debt collector.(Foto:Istimewa).

Aniaya Nasabah Koperasi, 2 Penagih Utang di Sumedang Dihakimi Massa

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Dua orang debt collector, atau penagih utang, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi 'bulan-bulanan' setelah menganiaya nasabahnya. Kedua penagih...

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan tarif tenaga listrik untuk triwulan III tahun 2024 tidak naik.

PLN: Sistem Kelistrikan Jawa Tetap Terkendali

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian,...

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji Bersama jajaran berfoto bersama dengan panitia dan delegasi lai saat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026).(Foto: Kemenpar)

Alhamdulillah! Indonesia Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SINGAPURA - Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim atau...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.