SATUJABAR, BANDUNG – Seorang penjaga perdamaian gugur secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Satu personel lainnya mengalami luka kritis. Tidak ada seorang pun yang boleh kehilangan nyawa saat mengabdi demi perdamaian.
Dilansir laman resminya, UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan rekan dari penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat menjalankan tugas dengan berani. Pikiran dan harapan kami juga tertuju pada penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini berada di rumah sakit dengan cedera serius.
Kami belum mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan yang terkait.
Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian. Serangan sengaja terhadap penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Sudah terlalu banyak nyawa yang hilang di kedua sisi Blue Line dalam konflik ini. Tidak ada solusi militer. Kekerasan ini harus diakhiri.







