• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kayu Raru Kandidat Herbal Antidiabetes, Ungkap BRIN

Editor
Minggu, 01 Maret 2026 - 04:11
BRIN, Minyak kayu putih

BRIN

SATUJABAR, JAKARTA – Diabetes masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Hampir setengah miliar penduduk dunia hidup dengan diabetes, dan banyak di antaranya tidak terdiagnosis. Kondisi ini mendorong peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan alternatif pengobatan alami yang terjangkau dengan memanfaatkan kekayaan hayati nusantara, salah satunya kayu raru (Vatica perakensis).

Kayu raru telah lama dimanfaatkan masyarakat Batak sebagai campuran minuman tradisional (tuak) dan dipercaya membantu menurunkan kadar gula darah. Berangkat dari pengetahuan tradisional tersebut, tim peneliti BRIN melakukan kajian ilmiah untuk menguji potensi antidiabetes dari ekstrak kulit kayu raru.

RelatedPosts

The Local Market Jadi Agenda Rutin Bulanan

HoYo FEST 2026, Wamen Ekraf: Perkuat Sinergi

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Dibuka, Topang Sustainable Tourism

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Agus Ismanto, menjelaskan bahwa ekstrak kayu raru memiliki sifat antioksidan dan berpotensi menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase, enzim yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa.

“Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak kulit kayu raru kami kombinasikan dengan karbon aktif berbahan dasar mocaf (tepung singkong termodifikasi) yang berfungsi sebagai pembawa (carrier) zat aktif,” ujar Agus, pada Senin (23/2).

Karbon aktif tersebut, menurutnya, diproduksi melalui proses pemanasan khusus hingga membentuk struktur berpori sangat halus. Struktur ini diharapkan mampu membawa dan melepaskan senyawa aktif dari ekstrak raru secara lebih efektif di dalam tubuh.

 

Uji Praklinis pada Model Hewan

Agus menjelaskan penelitiannya bersama tim, bertajuk “Efek Antidiabetik Ekstrak Kulit Kayu Raru (Vatica perakensis) dan Karbon Aktif Mocaf pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin”, dilakukan menggunakan tikus jantan yang diinduksi menjadi diabetes. Hewan uji dibagi ke dalam beberapa kelompok, termasuk kelompok kontrol, kelompok yang diberi ekstrak raru tunggal, serta kelompok kombinasi ekstrak raru dan karbon aktif dengan rasio berbeda.

Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak raru tunggal mampu menurunkan kadar gula darah sebesar 21,94%. Sementara itu, kombinasi ekstrak raru dan karbon aktif mocaf menunjukkan penurunan sebesar 18,85% pada rasio 75:25 dan 14,97% pada rasio 50:50.

Meski rasio 75:25 menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan 50:50, kata Agus, secara umum penambahan karbon aktif belum memberikan peningkatan efektivitas yang signifikan dibandingkan ekstrak raru tunggal.

Penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa ekstrak raru mampu menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase secara in vitro hingga lebih dari 90%. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan senyawa fenolik di dalamnya, tambahnya.

Meski menunjukkan hasil menjanjikan, Agus mengakui, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. “Analisis farmakokinetik, mekanisme kerja secara rinci, serta aspek keamanan penggunaan masih perlu dikaji lebih lanjut sebelum memasuki tahap uji klinis pada manusia,” ungkapnya.

Agus menegaskan, riset ini menjadi langkah awal penting dalam mengangkat kearifan lokal sebagai sumber inovasi obat herbal berbasis sains. “Ke depan, tim peneliti akan melakukan analisis fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif, mengoptimalkan sistem penghantaran zat aktif, serta memperdalam kajian mekanisme kerja dan aspek keamanan,” pungkasnya.

Melalui riset ini, BRIN kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan solusi kesehatan berbasis biodiversitas Indonesia, menjadikan kekayaan hayati sebagai fondasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Tags: Diabeteskayu raruKayu Raru Kandidat Herbal Antidiabetes

Related Posts

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan (kiri), meninjau salah satu tenant seusai membuka The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD, Jakarta, Sabtu (1/08/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

The Local Market Jadi Agenda Rutin Bulanan

Editor
2 Agustus 2026

The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan masyarakat. SATUJABAR, JAKARTA - Wakil...

HoYo FEST di Pondok Indah Mall 3, Jakarta.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

HoYo FEST 2026, Wamen Ekraf: Perkuat Sinergi

Editor
2 Agustus 2026

HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi yang saling menguntungkan. SATUJABAR, JAKARTA...

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan berlokasi di kawasan Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Dibuka, Topang Sustainable Tourism

Editor
2 Agustus 2026

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan berlokasi di kawasan Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru Kota Bandung. SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mencoba salah satu produk sepatu di Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, Jakarta, Jumat (31/07/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026 di Universitas Paramadina, Jakarta. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Apresiasi Menteri Ekraf pada Pameran Poster Global di Universitas Paramadina

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026...

Festival Literasi Pages and Plates 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan Big Bad Wolf Books Indonesia dengan menghadirkan Festival Literasi Pages and...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat