• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kayu Raru Kandidat Herbal Antidiabetes, Ungkap BRIN

Editor
Minggu, 01 Maret 2026 - 04:11
BRIN

BRIN

SATUJABAR, JAKARTA – Diabetes masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Hampir setengah miliar penduduk dunia hidup dengan diabetes, dan banyak di antaranya tidak terdiagnosis. Kondisi ini mendorong peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan alternatif pengobatan alami yang terjangkau dengan memanfaatkan kekayaan hayati nusantara, salah satunya kayu raru (Vatica perakensis).

Kayu raru telah lama dimanfaatkan masyarakat Batak sebagai campuran minuman tradisional (tuak) dan dipercaya membantu menurunkan kadar gula darah. Berangkat dari pengetahuan tradisional tersebut, tim peneliti BRIN melakukan kajian ilmiah untuk menguji potensi antidiabetes dari ekstrak kulit kayu raru.

RelatedPosts

Bali Spirit Festival Perkuat Posisi Indonesia di Industri Wellness Global

Luar Biasa! Produk Kopi Kuningan Ikuti World of Coffee Asia 2026 di Thailand

Kementerian Ekraf dan Mahasiswa Gaungkan Fesyen Berkelanjutan di Dressponsible Vol.2

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Agus Ismanto, menjelaskan bahwa ekstrak kayu raru memiliki sifat antioksidan dan berpotensi menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase, enzim yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa.

“Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak kulit kayu raru kami kombinasikan dengan karbon aktif berbahan dasar mocaf (tepung singkong termodifikasi) yang berfungsi sebagai pembawa (carrier) zat aktif,” ujar Agus, pada Senin (23/2).

Karbon aktif tersebut, menurutnya, diproduksi melalui proses pemanasan khusus hingga membentuk struktur berpori sangat halus. Struktur ini diharapkan mampu membawa dan melepaskan senyawa aktif dari ekstrak raru secara lebih efektif di dalam tubuh.

 

Uji Praklinis pada Model Hewan

Agus menjelaskan penelitiannya bersama tim, bertajuk “Efek Antidiabetik Ekstrak Kulit Kayu Raru (Vatica perakensis) dan Karbon Aktif Mocaf pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin”, dilakukan menggunakan tikus jantan yang diinduksi menjadi diabetes. Hewan uji dibagi ke dalam beberapa kelompok, termasuk kelompok kontrol, kelompok yang diberi ekstrak raru tunggal, serta kelompok kombinasi ekstrak raru dan karbon aktif dengan rasio berbeda.

Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak raru tunggal mampu menurunkan kadar gula darah sebesar 21,94%. Sementara itu, kombinasi ekstrak raru dan karbon aktif mocaf menunjukkan penurunan sebesar 18,85% pada rasio 75:25 dan 14,97% pada rasio 50:50.

Meski rasio 75:25 menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan 50:50, kata Agus, secara umum penambahan karbon aktif belum memberikan peningkatan efektivitas yang signifikan dibandingkan ekstrak raru tunggal.

Penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa ekstrak raru mampu menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase secara in vitro hingga lebih dari 90%. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan senyawa fenolik di dalamnya, tambahnya.

Meski menunjukkan hasil menjanjikan, Agus mengakui, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. “Analisis farmakokinetik, mekanisme kerja secara rinci, serta aspek keamanan penggunaan masih perlu dikaji lebih lanjut sebelum memasuki tahap uji klinis pada manusia,” ungkapnya.

Agus menegaskan, riset ini menjadi langkah awal penting dalam mengangkat kearifan lokal sebagai sumber inovasi obat herbal berbasis sains. “Ke depan, tim peneliti akan melakukan analisis fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif, mengoptimalkan sistem penghantaran zat aktif, serta memperdalam kajian mekanisme kerja dan aspek keamanan,” pungkasnya.

Melalui riset ini, BRIN kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan solusi kesehatan berbasis biodiversitas Indonesia, menjadikan kekayaan hayati sebagai fondasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Tags: Diabeteskayu raruKayu Raru Kandidat Herbal Antidiabetes

Related Posts

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau Bali Spirit Festival 2026 di Puri Padi & Yoga Barn, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026).(Foto: Kemenpar)

Bali Spirit Festival Perkuat Posisi Indonesia di Industri Wellness Global

Editor
20 April 2026

Berdasarkan data Global Wellness Institute tahun 2023, Indonesia menjadi kontributor terbesar wellness economy di Asia Tenggara dengan nilai mencapai 56,4...

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri kegiatan Panen Kopi Bersama bertema “Sinergi Petani dan Pemerintah Daerah Menuju Kopi Kuningan Go Internasional” di Kebun Kopi Blok Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Minggu (19/4/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Luar Biasa! Produk Kopi Kuningan Ikuti World of Coffee Asia 2026 di Thailand

Editor
19 April 2026

Keikutsertaan kopi Kuningan dalam ajang internasional ini menjadi bukti bahwa kualitas produk lokal telah diakui dan mampu bersaing di tingkat...

Dressponsible Vol.2.(Foto: Kementerian Ekraf)

Kementerian Ekraf dan Mahasiswa Gaungkan Fesyen Berkelanjutan di Dressponsible Vol.2

Editor
19 April 2026

Dressponsible Vol. 2 merupakan program kampanye edukatif berbasis proyek akhir mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) yang mendorong kesadaran...

(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Bupati Kuningan Resmikan Tempat Hiburan Rakyat ‘Puspa Langlangbuana’

Editor
19 April 2026

kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai langkah mendorong penataan dan pengembangan kawasan PKL agar...

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Homer Coffee, Destinasi Nongkrong “Kalcer” Baru di Jantung Braga

Editor
19 April 2026

Bagi pecinta kafe dengan suasana santai dan estetik, Homer Coffee hadir sebagai pilihan baru yang wajib dikunjungi di Kota Bandung....

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melepas peserta Indonesia 4x4 Overland.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Lepas Peserta Indonesia 4×4 Overland XXII

Editor
18 April 2026

Tren kunjungan wisatawan ke Sumedang menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir, yang menandakan semakin tingginya daya tarik daerah. SATUJABAR,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.