• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 4 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dongkrak Kinerja UMKM Garut, Program Wirahebat Lanjut….

Editor
Minggu, 07 Desember 2025 - 05:46
‎(Foto: Anggana Mulia/ Diskominfo Kab. Garut)

‎(Foto: Anggana Mulia/ Diskominfo Kab. Garut)

SATUJABAR, GARUT – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan pentingnya keberlanjutan program Wirahebat sebagai upaya nyata Pemerintah Kabupaten Garut dalam mewujudkan kemandirian finansial masyarakat. Penegasan ini disampaikan Wabup Putri Karlina saat menghadiri acara Festival Wirahebat Tahun 2025 yang berlangsung di Ciplaz Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Kamis (4/12/2025).

Putri berharap agar program Wirahebat tidak terhenti meskipun terjadi pergantian kepemimpinan daerah. Ia menekankan bahwa tujuan program ini berbeda dengan bantuan sosial biasa, melainkan untuk membangun kemandirian.

RelatedPosts

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Wamendag Roro Kunjungi Pabrik Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya

“Semoganya siapapun yang akan melanjutkan kepemimpinan di 5 tahun ke depan, Wirahebat harus tetap menjadi program yang turun temurun, tidak boleh hilang,” ujar Putri.

Ia menjelaskan filosofi di balik program tersebut, yaitu bantuan yang diberikan pada program Wirahebat ini bertujuan untuk memampukan dan memandirikan masyarakat.

Menurut Putri, kemerdekaan finansial adalah keinginan semua orang, yang berarti memiliki kecukupan untuk berbagai kebutuhan. Hal inilah yang menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Garut melalui program Wirahebat.

Tak hanya itu, Putri juga menjelaskan bahwa pemberian bantuan modal di program Wirahebat dilakukan melalui proses inkubasi dan kurasi yang ketat.

“Kita maunya bantuan kepada masyarakat terkait dengan modal permodalan bisnis adalah lewat inkubasi. Sebelum inkubasi harus kurasi,” jelasnya.

Proses ini penting karena anggaran yang terbatas dari negara harus dikelola agar memberikan dampak dan multiplier effect.

Ia juga menyoroti perbedaan Wirahebat dengan program inkubasi sebelumnya, yaitu penekanannya pada kolaborasi dan pelibatan para creator atau pebisnis kreatif yang telah sukses.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra S. Gumilang, dalam laporannya menjelaskan bahwa Wirahebat adalah program inkubasi kompetitif yang berfokus pada pendampingan, monitoring, dan coaching.

“Pelaksanaan Wirahebat ini merupakan sebuah program inkubasi kompetitif bertujuan untuk menggerakkan ekosistem kewirausahaan yang kolaboratif, inklusi dan berkelanjutan sehingga potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan meningkatnya daya saing UKM,” tutur Hendra.

Ia juga menyampaikan kabar gembira terkait statistik peserta yang didominasi oleh kaum perempuan.

“Peserta Wirahebat itu ternyata kebanyakan dari kaum perempuan,” ungkapnya.

Selain itu, peserta terbagi dari pelaku usaha yang baru merintis (kurang dari 2 tahun) hingga yang sudah lama berwirausaha (lebih dari 10 tahun).

Ia memaparkan, secara total, omset dari 50 peserta yang mengikuti program ini mencapai angka yang fantastis yaitu 19,4 miliar. Untuk tahun depan, ia berharap kegiatan Wirahebat dapat ditingkatkan menjadi 4 batch.

“Secara total omset yang ada ini kurang lebih ada 19,4 miliar,” pungkas Hendra.

Sementara itu, Koordinator Wirahebat, Ganjar Hidayat, menyebut program ini sebagai program kolaborasi lintas dinas yang diinisiasi oleh pimpinan daerah.

Ia melaporkan bahwa peserta telah melewati seleksi dan inkubasi selama kurang lebih tiga bulan, di mana mereka diberikan tugas dan target. Mayoritas peserta menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam hal keberanian tampil di depan umum.

“Rata-rata mereka sekarang sudah berani tampil. Ada yang cerita, ‘Kang sebelumnya saya ngomong di depan degdegan.’ Tapi sekarang sudah mulai berani tampil,” kata Ganjar.

Pencapaian peserta pun sudah terlihat di level nasional, di mana beberapa peserta batch sebelumnya terdapat peserta yang mengikuti program wirausaha unggulan.

“Dari batch satu kemarin ada yang lolos program wirausaha unggulan Bank Indonesia, yang daftar berapa orang tapi yang lolos 20 besar itu ada 2 orang,” ungkapnya bangga.

Ganjar menegaskan bahwa target utama program ini adalah mencetak pengusaha yang berdampak bagi masyarakat Kabupaten Garut, sejalan dengan arahan Wakil Bupati agar fokus pada wirausaha terpilih yang dapat memberikan multiplier effect yang lebih terasa.

Sebagai penutup, ia mengumumkan rencana program Wirahebat Goes To Village di tahun depan, di mana alumni batch sebelumnya akan bertugas menyebarkan semangat wirausaha ke seluruh pelosok Kabupaten Garut.

Berikut Daftar Pemenang Wirahebat Batch II Tahun 2025

  1. Wirahebat Unggul mendapatkan uang tunai sebesar Rp50.000.000.

– Raisa Nur Aminah dengan nama usaha Mirbaicakes.

– Andri dengan nama usaha Pabrik Cuanki Garut.

  1. Wirahebat Tangguh mendapatkan uang tunai sebesar Rp25.000.000.

– Nurris Bayanti Ruhiyantina dengan nama usaha Asha leather.

– Iis Sadiyah dengan nama usaha Alfazza Farm.

– Rini Indriani, S. Pd dengan nama usaha PT. Greenycheem Bumi Lestari.

  1. Wirahebat Inovatif mendapatkan uang tunai sebesar Rp12.500.000.

– Achmad Yalzan dengan nama usaha Bliin Indonesia.

– Retno Novita S dengan nama usaha Gokil – Gosok Keliling Garut.

– Leni Apriyanti dengan nama usaha PD. Tanisha Putri.

– Han Han Faisal dengan nama usaha Adiluhung Coffee.

– Ilpah Rainami dengan nama usaha CandaQ.

– Ai Fuji Nurul Aisah dengan nama usaha Joejoe Creative.

– Ilham Ahmad Firdaus dengan nama usaha Firdaus.

  1. Wirahebat Inspiratif mendapatkan uang tunai sebesar Rp10.000.000.

– Aulia Azhari dengan nama usaha Serendipity.

– Agus Komaludin dengan nama usaha Carpao Coffee.

– Dian Afrilia Setiawati dengan nama usaha MD Project.

– Muhammad Jamaludin dengan nama usaha RuangPikam.

– Sopiyani dengan nama usaha Advi Leather.

– Susanti Mawarsari dengan nama usaha GASEBU (Gula semut Bungbulang).

– Natasya Kusmita dengan nama usaha West Java Leather.

– Wiwin Winarti dengan nama usaha Shidqia Food.

  1. Wirahebat Kategori Ideasi

– Syamil Iksan Alhakim.

– Nurhayati.

– Andi Apriandi.

Tags: umkm garutwakil bupati garut

Related Posts

(Foto: Humas BRIN)

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Editor
2 Mei 2026

Dalam kegiatan tersebut, BRIN mengenalkan berbagai teknologi pengemasan pangan inovatif. Teknologi ini berfungsi untuk perlindungan fisik produk, menjaga kualitas, memperpanjang...

Industri kecil dan menengah (IKM).(Foto: Kemenperin)

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Editor
30 April 2026

Sebagai persyaratan memperoleh TKDN self declare, pelaku usaha harus terdaftar di SIINas dan telah divalidasi sebagai industri kecil. Ketentuan validasi...

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi UMKM Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28 Apr). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses produksi dan perkembangan usaha Bron Chips sebagai salah satu UMKM lokal yang terus berkembang.(Foto: Humas Kemendag)

Wamendag Roro Kunjungi Pabrik Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya

Editor
29 April 2026

Kementerian Perdagangan komitmen untuk terus memfasilitasi UMKM agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. SATUJABAR, SURABAYA- Wakil Menteri Perdagangan...

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.

Kemenperin Donkrak Literasi IKM Fesyen dan Kriya Tangkap Peluang Bisnis Global

Editor
29 April 2026

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang...

Bedog atau golok salah satu alat pertanian sunda

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Editor
27 April 2026

Industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana. SATUJABAR, BANDUNG - Kemampuan industri nasional...

Makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sejarah Epik Cut Nyak Dien Kokohkan Ikatan Sumedang-Aceh

Editor
27 April 2026

Hubungan Aceh dan Sumedang tercermin dari keberadaan sosok pahlawan nasional Cut Nyak Dien yang dimakamkan di Sumedang. SATUJABAR, SUMEDANG -...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.