• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 28 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dongkrak Kinerja UMKM Garut, Program Wirahebat Lanjut….

Editor
Minggu, 07 Desember 2025 - 05:46
‎(Foto: Anggana Mulia/ Diskominfo Kab. Garut)

‎(Foto: Anggana Mulia/ Diskominfo Kab. Garut)

SATUJABAR, GARUT – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan pentingnya keberlanjutan program Wirahebat sebagai upaya nyata Pemerintah Kabupaten Garut dalam mewujudkan kemandirian finansial masyarakat. Penegasan ini disampaikan Wabup Putri Karlina saat menghadiri acara Festival Wirahebat Tahun 2025 yang berlangsung di Ciplaz Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Kamis (4/12/2025).

Putri berharap agar program Wirahebat tidak terhenti meskipun terjadi pergantian kepemimpinan daerah. Ia menekankan bahwa tujuan program ini berbeda dengan bantuan sosial biasa, melainkan untuk membangun kemandirian.

RelatedPosts

UMKM Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar, MoU Ekspor ke Arab Saudi

UMKM Kabupaten Bogor Didorong Naik Kelas

Pasar Bersih Jambu Dua Jadi Laboratorium UMKM

“Semoganya siapapun yang akan melanjutkan kepemimpinan di 5 tahun ke depan, Wirahebat harus tetap menjadi program yang turun temurun, tidak boleh hilang,” ujar Putri.

Ia menjelaskan filosofi di balik program tersebut, yaitu bantuan yang diberikan pada program Wirahebat ini bertujuan untuk memampukan dan memandirikan masyarakat.

Menurut Putri, kemerdekaan finansial adalah keinginan semua orang, yang berarti memiliki kecukupan untuk berbagai kebutuhan. Hal inilah yang menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Garut melalui program Wirahebat.

Tak hanya itu, Putri juga menjelaskan bahwa pemberian bantuan modal di program Wirahebat dilakukan melalui proses inkubasi dan kurasi yang ketat.

“Kita maunya bantuan kepada masyarakat terkait dengan modal permodalan bisnis adalah lewat inkubasi. Sebelum inkubasi harus kurasi,” jelasnya.

Proses ini penting karena anggaran yang terbatas dari negara harus dikelola agar memberikan dampak dan multiplier effect.

Ia juga menyoroti perbedaan Wirahebat dengan program inkubasi sebelumnya, yaitu penekanannya pada kolaborasi dan pelibatan para creator atau pebisnis kreatif yang telah sukses.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra S. Gumilang, dalam laporannya menjelaskan bahwa Wirahebat adalah program inkubasi kompetitif yang berfokus pada pendampingan, monitoring, dan coaching.

“Pelaksanaan Wirahebat ini merupakan sebuah program inkubasi kompetitif bertujuan untuk menggerakkan ekosistem kewirausahaan yang kolaboratif, inklusi dan berkelanjutan sehingga potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan meningkatnya daya saing UKM,” tutur Hendra.

Ia juga menyampaikan kabar gembira terkait statistik peserta yang didominasi oleh kaum perempuan.

“Peserta Wirahebat itu ternyata kebanyakan dari kaum perempuan,” ungkapnya.

Selain itu, peserta terbagi dari pelaku usaha yang baru merintis (kurang dari 2 tahun) hingga yang sudah lama berwirausaha (lebih dari 10 tahun).

Ia memaparkan, secara total, omset dari 50 peserta yang mengikuti program ini mencapai angka yang fantastis yaitu 19,4 miliar. Untuk tahun depan, ia berharap kegiatan Wirahebat dapat ditingkatkan menjadi 4 batch.

“Secara total omset yang ada ini kurang lebih ada 19,4 miliar,” pungkas Hendra.

Sementara itu, Koordinator Wirahebat, Ganjar Hidayat, menyebut program ini sebagai program kolaborasi lintas dinas yang diinisiasi oleh pimpinan daerah.

Ia melaporkan bahwa peserta telah melewati seleksi dan inkubasi selama kurang lebih tiga bulan, di mana mereka diberikan tugas dan target. Mayoritas peserta menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam hal keberanian tampil di depan umum.

“Rata-rata mereka sekarang sudah berani tampil. Ada yang cerita, ‘Kang sebelumnya saya ngomong di depan degdegan.’ Tapi sekarang sudah mulai berani tampil,” kata Ganjar.

Pencapaian peserta pun sudah terlihat di level nasional, di mana beberapa peserta batch sebelumnya terdapat peserta yang mengikuti program wirausaha unggulan.

“Dari batch satu kemarin ada yang lolos program wirausaha unggulan Bank Indonesia, yang daftar berapa orang tapi yang lolos 20 besar itu ada 2 orang,” ungkapnya bangga.

Ganjar menegaskan bahwa target utama program ini adalah mencetak pengusaha yang berdampak bagi masyarakat Kabupaten Garut, sejalan dengan arahan Wakil Bupati agar fokus pada wirausaha terpilih yang dapat memberikan multiplier effect yang lebih terasa.

Sebagai penutup, ia mengumumkan rencana program Wirahebat Goes To Village di tahun depan, di mana alumni batch sebelumnya akan bertugas menyebarkan semangat wirausaha ke seluruh pelosok Kabupaten Garut.

Berikut Daftar Pemenang Wirahebat Batch II Tahun 2025

  1. Wirahebat Unggul mendapatkan uang tunai sebesar Rp50.000.000.

– Raisa Nur Aminah dengan nama usaha Mirbaicakes.

– Andri dengan nama usaha Pabrik Cuanki Garut.

  1. Wirahebat Tangguh mendapatkan uang tunai sebesar Rp25.000.000.

– Nurris Bayanti Ruhiyantina dengan nama usaha Asha leather.

– Iis Sadiyah dengan nama usaha Alfazza Farm.

– Rini Indriani, S. Pd dengan nama usaha PT. Greenycheem Bumi Lestari.

  1. Wirahebat Inovatif mendapatkan uang tunai sebesar Rp12.500.000.

– Achmad Yalzan dengan nama usaha Bliin Indonesia.

– Retno Novita S dengan nama usaha Gokil – Gosok Keliling Garut.

– Leni Apriyanti dengan nama usaha PD. Tanisha Putri.

– Han Han Faisal dengan nama usaha Adiluhung Coffee.

– Ilpah Rainami dengan nama usaha CandaQ.

– Ai Fuji Nurul Aisah dengan nama usaha Joejoe Creative.

– Ilham Ahmad Firdaus dengan nama usaha Firdaus.

  1. Wirahebat Inspiratif mendapatkan uang tunai sebesar Rp10.000.000.

– Aulia Azhari dengan nama usaha Serendipity.

– Agus Komaludin dengan nama usaha Carpao Coffee.

– Dian Afrilia Setiawati dengan nama usaha MD Project.

– Muhammad Jamaludin dengan nama usaha RuangPikam.

– Sopiyani dengan nama usaha Advi Leather.

– Susanti Mawarsari dengan nama usaha GASEBU (Gula semut Bungbulang).

– Natasya Kusmita dengan nama usaha West Java Leather.

– Wiwin Winarti dengan nama usaha Shidqia Food.

  1. Wirahebat Kategori Ideasi

– Syamil Iksan Alhakim.

– Nurhayati.

– Andi Apriandi.

Tags: umkm garutwakil bupati garut

Related Posts

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran di UMKM Expo di Madiun.(Foto: Humas Kemenhaj)

UMKM Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar, MoU Ekspor ke Arab Saudi

Editor
28 September 2026

MADIUN - Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Madiun menuai kesuksesan besar...

Ketua Dekranasda Kab. Bogor Eva Rudy Susmanto didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan jajaran.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Didorong Naik Kelas

Editor
27 September 2026

JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, mendorong pelaku UMKM Kabupaten Bogor untuk...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyapa pedagang dan warga di Pasar Bersih Jambu Dua.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Pasar Bersih Jambu Dua Jadi Laboratorium UMKM

Editor
20 September 2026

BOGOR - Pasar Bersih Jambu Dua yang bertransformasi sebelumnya dari Pasar Induk Jambu Dua terus menunjukkan tren positif dalam perkembangannya....

PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kemenperin, menembus pasar ekspor Papua Nugini melalui produk parfum dan gel rambut.(Foto: Dok. Kemenperin)

IKM Parfum Binaan Kemenperin Tembus Pasar Papua Nugini

Editor
18 September 2026

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional untuk meningkatkan daya saing dan memperluas...

Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung: UMKM Didorong Masuk Pasar Digital

Editor
18 September 2026

BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengupayakan para pelaku usaha mikro mulai memperluas pemasaran produk melalui kanal digital. Menurutnya,...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Ketua Dekranasda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dekranasda Wajib Bangun Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM

Editor
16 September 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten dan kota di Jawa Barat...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.