• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wamenag Tutup Madrasah Robotic Competition di Bogor, Ciptakan Generasi Unggul Sains Berakhlak Mulia

Editor
Minggu, 02 November 2025 - 01:56
Wamenag Romo Syafii menyampaikan pidato dan arahan saat penutupan MRC 2025.(Foto: Humas Kemenag)

Wamenag Romo Syafii menyampaikan pidato dan arahan saat penutupan MRC 2025.(Foto: Humas Kemenag)

SATUJABAR, BOGOR – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Menurutnya, Islam tidak hanya syariah.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat menutup Madrasah Robotic Competition (MRC) 2025 di Living World Kota Wisata, Bogor. MRC merupakan ajang kompetisi di bidang teknologi yang terbesar bagi siswa madrasah. Penyelenggaran even ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang unggul pada bidang sains dan teknologi sekaligus berakhlak mulia.

RelatedPosts

Pemkot dan DPRD Kota Bandung Sahkan 2 Raperda

Bangunan Liar di Terusan Pasirkoja Kota Bandung Ditertibkan

Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Bus Damri di Jalan Pasteur Bandung

Wamenag menekankan bahwa teknologi dan nilai keagamaan harus berjalan beriringan. Wamenag mengajak siswa madrasah menjadi pelopor inovasi yang menjaga agama, akhlak, dan kemaslahatan umat.

Romo menegaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, teknologi bukan berada di luar ajaran agama, melainkan bagian dari perjuangan intelektual dan spiritual seorang Muslim dalam memakmurkan kehidupan.

“Islam tidak hanya syariah. Islam mengawal kehidupan manusia dalam keseluruhan aspek kehidupan, bicara tentang teknologi itu juga bicara tentang Islam,” ujarnya di Bogor, Sabtu (1/11/2025) dilansir laman Kemenag.

Wamenag juga mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Ia merujuk pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang urgensi pendidikan yang visioner dan relevan dengan masa depan.

“Didiklah anakmu dengan ilmu yang berbeda dari ilmu yang diajarkan kepadamu, karena mereka akan hidup di zaman berbeda dengan dirimu”, sebutnya.

Menurut Wamenag, pesan tersebut menegaskan bahwa generasi hari ini tidak bisa dibekali dengan cara pandang dan kompetensi masa lalu semata. Pendidikan, termasuk di madrasah, harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan era modern.

Wamenag kemudian menyampaikan bahwa penguasaan robotika tidak boleh berhenti pada aspek teknis dan kecanggihan semata. Teknologi, menurutnya, harus diarahkan untuk kemaslahatan manusia dan kemajuan peradaban, sejalan dengan nilai-nilai dasar dalam Islam.

“Robot kita ciptakan untuk kepentingan manusia, untuk menjaga agama kita, jiwa, akal, keturunan, dan harta kita bersama”, ujar Wamenag.

Ia menuturkan bahwa tujuan pendidikan di madrasah bukan hanya melahirkan generasi yang mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga yang mampu menavigasi dan memanfaatkannya demi keadaban dan kemanusiaan. Karenanya, Wamenag berharap lahir lebih banyak ilmuwan dan inovator dari lingkungan madrasah, yang mampu menggabungkan kecerdasan intelektual dengan kedalaman spiritual.

“Jadilah profesor di bidang teknologi. Ciptakan robot terbaik. Jangan sampai kita dikendalikan robot, tetapi robot yang harus kita kendalikan”, pesannya.

Menutup arahannya, Wamenag menyampaikan selamat kepada para finalis MRC yang hadir pada hari ini. Wamenag berpesan, kepada para peserta, untuk tidak berpuas diri hanya pada apa yang dicapai hari ini. Kepada yang belum beruntung, untuk terus berusaha membuktikan diri kedepannya.

“Saya ingatkan kalian untuk terus berkarya, jangan hanya berpuas diri dengan apa yang didapat hari ini, harus fokus untuk apa yang akan datang ke depannya. Untuk yang belum berhasil, jangan berkecil hati, buktikan pada event-event selanjutnya bahwa kalian yang akan jadi pemenang”, pesannya.

Hadir dalam giat ini, Dirjen Pendis Amien Suyitno, Stafsus Wamenag, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, beserta jajarannya.

Tags: KemenagMadrasah Robotic CompetitionRomo MaarifRomo Syafi'iRomo Syafiiiwamenag

Related Posts

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama DPRD Kota Bandung menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Rabu, 17 Juni 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot dan DPRD Kota Bandung Sahkan 2 Raperda

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama DPRD Kota Bandung menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah...

Penertiban bangunan liar di Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bangunan Liar di Terusan Pasirkoja Kota Bandung Ditertibkan

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bangunan liar (bangli) yang ditertibkan berdiri di atas Ruang Milik Jalan (Rumija) di sepanjang Jalan Terusan Pasirkoja,...

Ilustrasi korban kecelakaan lalu-lintas.(Foto:Istimewa).

Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Bus Damri di Jalan Pasteur Bandung

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas terlindas Bis Damri di Jalan Dr. Djunjunan, atau Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa...

Tujuh tuntutan mahasiswa dalam aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar, Sampaikan 7 Tuntutan

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Jawa Barat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung...

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan insentif guru madrasah non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Editor
17 Juni 2026

Insentif guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026, ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar saat rapat di...

Sistem koridor biometri di imigrasi saat kepulangan jemaah haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: Sistem Koridor Biometrik Pangkas Antrean

Editor
17 Juni 2026

Pemulangan kali ini mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan perhajian di Jawa Timur melalui implementasi sistem keimigrasian biometrik SATUJABAR, SURABAYA –...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.