• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 30 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Dorong Transformasi IKM Fesyen Berkelanjutan Lewat Festival Inovatif di Bali

Editor
Rabu, 10 September 2025 - 07:12
Fashion Anak Muda

Fashion Anak Muda (Ilustrasi/pexels)

SATUJABAR, JAKARTA – Industri fesyen tak lagi sekadar urusan gaya dan tren. Di era yang makin peduli terhadap lingkungan, fesyen kini dituntut bertransformasi menjadi industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menyadari potensi sekaligus tantangan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan transformasi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) fesyen menuju arah yang lebih hijau.

“Dengan kekayaan budaya wastra dan kreativitasnya, pelaku IKM fesyen Indonesia punya potensi besar menerapkan konsep industri berkelanjutan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (9/9) di Jakarta.

RelatedPosts

Wajah Baru Koperasi Kota Bandung, Farhan: Bangkit oleh Talenta

OJK Genjot Kinerja UMKM Wilayah Timur Lewat Digitalisasi Keuangan

Belyanza, Kreativitas yang Tembus Mega Halal Bangkok 2026

Menurut Menperin, transformasi ini bukan hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru—melibatkan komunitas lokal, desainer muda, hingga pelaku IKM dari berbagai daerah.

 

Dari Fesyen, Mendorong Ekonomi Hijau

Sebagai bentuk nyata, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus mendorong pengembangan industri fesyen yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.

Salah satunya melalui Sustainable Fashion Festival (SFF) 2025 yang digelar 2–3 Agustus lalu di Denpasar, Bali. Festival ini merupakan hasil sinergi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), unit kerja di bawah Ditjen IKMA, bersama brand fesyen berkelanjutan TRI Cycle.

“Festival ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain jadi ajang edukasi dan kreativitas, ini juga merupakan aksi nyata menuju fesyen berkelanjutan,” kata Dirjen IKMA Reni Yanita.

 

SFF 2025: Inovasi, Edukasi, dan Aksi Hijau

Dengan mengusung tema “Celebrate the Better Fashion”, SFF 2025 menghadirkan berbagai program inspiratif:

Fashion show dari 8 brand fesyen berkelanjutan

Pameran karya dari 17 pemenang Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA)

Workshop kreatif seperti ecoprint, crochet, dan plastic fusion

Talkshow edukatif diikuti lebih dari 120 peserta

Repair Corner bersama komunitas penjahit lokal

Clothes Swap yang berhasil mengumpulkan 760 kg pakaian bekas

Bazar IKM yang diikuti 39 brand dari berbagai daerah dan mencatat penjualan lebih dari Rp 58 juta

Klinik SINI BISA, menyediakan layanan konsultasi legalitas usaha untuk IKM seperti NIB, SIINas, dan TKDN IK

 

“Antusiasme ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fesyen berkelanjutan,” tambah Reni. “Kami yakin masa depan industri fesyen Indonesia akan lebih cerah dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan inklusif.”

 

Luncurkan Inisiatif Baru: Rekynd Hub dan Brickini

Tak hanya jadi panggung bagi brand lokal, SFF 2025 juga menjadi ajang peluncuran dua inisiatif baru dari TRI Cycle—alumni program Creative Business Incubator BPIFK 2018—yaitu Rekynd Hub dan Brickini.

Menurut Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto, kedua inisiatif ini membawa pendekatan inovatif dalam pengelolaan limbah tekstil.

“Rekynd Hub menjadi ruang pengelolaan tekstil berbasis circularity. Pengunjung bisa menyumbang pakaian bekas, mengolahnya, atau membeli preloved lokal berbasis berat,” jelasnya.

Sementara Brickini, hasil kolaborasi dengan Parongpong Raw Lab, mengolah limbah pakaian renang dari produsen di Bali menjadi produk baru yang fungsional dan berdaya pakai tinggi.

“Kami ingin masyarakat melihat pakaian bukan hanya sebagai barang konsumsi sementara, tapi aset yang bisa diolah kembali dan memberi nilai tambah,” tegas Dickie.

 

Fesyen Berkelanjutan, Masa Depan Industri Kreatif Indonesia

Dengan keberhasilan penyelenggaraan SFF 2025, Kemenperin berharap semangat ini terus tumbuh dan menjadi gerakan nasional. Fesyen Indonesia bukan hanya tampil di panggung mode, tapi juga menjadi contoh transformasi industri kreatif yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Festival ini hanyalah langkah awal. Kami ingin membangun ekosistem fesyen yang kuat, hijau, dan berdaya saing global,” tutup Reni.

Tags: fashionfesyenIKM Fesyenkemenperin

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan sambutan di acara peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Kota Bandung di Hotel Harris Festival Citylink, 28 Juli 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wajah Baru Koperasi Kota Bandung, Farhan: Bangkit oleh Talenta

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) sebagai momentum mempercepat transformasi koperasi agar...

Narasumber dan peserta foto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan" yang diselenggarakan di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Makassar, Senin 27 Juli 2026(Foto: Dok. OJK)

OJK Genjot Kinerja UMKM Wilayah Timur Lewat Digitalisasi Keuangan

Editor
28 Juli 2026

SATUJABAR, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk di Indonesia Timur...

Belyanza.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Belyanza, Kreativitas yang Tembus Mega Halal Bangkok 2026

Editor
24 Juli 2026

Di tengah deretan jenama modest fashion yang terus bermunculan, Belyanza memilih tumbuh dengan jalannya sendiri. Berawal dari kreativitas memodifikasi pakaian...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta, Kamis 23 Jul 2026.(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Kunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta, Kamis 23 Jul 2026....

Rumah Sayur Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Rumah Sayur Kuningan, Bupati: Dorong Ekonomi Petani

Editor
24 Juli 2026

Rumah Sayur menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. SATUJABAR, KUNINGAN -...

IKM Hijau

Kemenperin Undang IKM Ikut Program IKM Hijau

Editor
23 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian serius untuk mempercepat transformasi sektor manufaktur nasional menuju industri yang berkelanjutan dan berdaya saing global....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat