• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 31 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Usut Kasus Kematian Putri di Kamar Kos, Polisi Terapkan Metode Scientific Crime Investigation

Editor
Selasa, 12 Agustus 2025 - 04:15
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang.(Foto:Istimewa).

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, INDRAMAYU–Polisi belum bisa mengungkap kasus kematian Putri Apriyani, dengan wajah gosong terbakar di sebuah kamar kos di Indramayu, Jawa Barat. Polisi menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI), metode ilmiah memanfaatkan disiplin ilmu forensik, untuk memastikan ada tidaknya tindak pidana atas kematian wanita berusia 21 tahun tersebut.

Penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI), metode ilmiah memanfaatkan disiplin ilmu forensik, disampaikan Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, dalam mengusut kasus kematian Putri Apriyani, wanita berusia 21 tahun. Putri Apriyani ditemukan tewas dengan wajah gosong terbakar di kamar kos di Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Sabtu (09/08/2025) lalu.

RelatedPosts

Harga Emas Minggu 31/5/2026 Antam Rp 2.799.000 Per Gram

Pelaku pemalakan Pengendara Mobil Pelat ‘B’ Viral Saat Konvoi Persib Juara di Dago Ditangkap

Ada Jamaah Tak Kebagian Makanan di Mina, Ini Respon Kemenhaj

“Langkah-langkah penyelidikan dalam menangani kasus ini (kematian Putri Apriyani) sedang kami lakukan, dengan menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI). Kami telah menggelar olah TKP (tempat kejadian perkara), mengerahkan Tim Inafis untuk mengetahui sumber api penyebab kebakaran di kamar kos, melakukan otopsi terhadap jasad korban, serta mendatangkan Tim Laboratorium Forensik,” ujar Fajar, dalam keterangannya, Selasa (12/08/2025).

Fajar mengatakan, penyidik saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti awal berdasarkan hasil gelar olah TKP. Ada tidaknya tindak pidana terkait kematian korban, termasuk dugaan kebakaran yang disengaja, masih didalami.

“Kami tentu harus membuktikan terlebih dahulu, apakah kebakaran yang terjadi karena unsur kesengajaan atau bukan. Kami juga masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit,” kata Fajar.

Fajar menegaskan, proses penyelidikan dilakukan secara profesional, ilmiah, cepat, dan transparan. Hasil perkembangan penyelidikan perkara akan disampaikan terbuka kepada pihak keluarga korban maupun masyarakat.

“Proses penyelidikan diarahkan, memastikan apakah ada unsur tindak pidana, atau tidak atas kematian korban. Semua kemungkinan didalami berdasarkan bukti ilmiah, keterangan saksi, dan hasil laboratorium, hingga terang benderang,” tegas Fajar.

Fajar mengungkapkan, Polres Indramayu menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya korban almarhumah Putri Apriyani. Fajar meyakinkan kepada orangtua korban dan keluarga, berusaha secara maksimal untuk mengungkap kebenaran terkait penyebab kematian korban.

Disuruh Ambil Uang
Sebelumnya diberitakan, Putri Apriyani, ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah kamar kos di Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Sabtu (09/08/2025). Tragisnya, jasad wanita berusia 21 tahun tersebut, ditemukan dengan wajah gosong terbakar.

Polisi belum bisa mengungkap kasus kematian Putri, yang tercatat sebagai warga Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Penyebab dan motif kasus kematian Putri, yang diduga sebagai korban pembunuhan masih misteri.

Sejumlah saksi, termasuk teman korban dan pemilik tempat kos, telah dimintai keterangan. Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu, mengamankan sejumlah barang bukti saat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar kos korban.

Korban tidak begitu dikenal warga yang tinggal di sekitar tempat kos. Pemilik kos tidak selalu melaporkan data identitas setiap penghuninya kepada ketua RT.

Kematian tidak wajar Putri meninggalkan duka dan kepedihan bagi orangtuanya. Dalam keterangannya kepada polisi, ayah Putri, Karja, mengaku, sehari sebelum menerima kabar kematian anak bungsunya secara tragis, sempat menyuruh mengambil uang transferan dari ibunya yang bekerja sebagai TKW di luar negeri.

“Saya suruh ambil uang transferan dari ibunya sebesar Rp.35 juta, untuk keperluan menggadai sawah. Semalaman ditunggu, Putri tidak juga datang ke rumah, kemudian saya mendapat kabar seperti itu,” ujar Karja.

Orangtua Putri berharap polisi bisa segera mengungkap kejelasan terkait kejanggalan kematian korban, sekaligus motif yang melatarbelakanginya. Barang-barang milik korban yang diamankan polisi, tas, dompet, ponsel (telepon selular), sementara soal uang transferan belum bisa dipastikan.

Korban pertamakali ditemukan sudah menjadi mayat oleh temannya yang melihat kepulan asap dari dalam kamar. Pintu kamar kos yang terkunci didobrak dengan meminta bantuan tetangga.

Tags: AKBP Mochamad Fajar Gemilangjawa baratkabupaten indramayuKapolres IndramayuKecamatan IndramayuKematian Putri Apriyani Wajah Terbakar di Kamar Kospolres indramayu

Related Posts

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 31/5/2026 Antam Rp 2.799.000 Per Gram

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 31/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.799.000 per gram...

Pelaku pemalakan pengendara mobil saat konvoi Persib Juara di kawasan Dago, Kota Bandung.(Foto:Istimewa).

Pelaku pemalakan Pengendara Mobil Pelat ‘B’ Viral Saat Konvoi Persib Juara di Dago Ditangkap

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pelaku pemalakan terhadap pengendara mobil berpelat nomor 'B' saat konvoi Persib Juara di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, Jawa...

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa permasalahan tersebut bukan disebabkan oleh tidak tersedianya makanan, melainkan akibat kesalahan dalam prosedur distribusi di lapangan.(Foto: HUmas Kemenhaj)

Ada Jamaah Tak Kebagian Makanan di Mina, Ini Respon Kemenhaj

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH - Menanggapi pemberitaan mengenai sejumlah jemaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam kelompok terbang SUB-72 dan disebut tidak...

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) bersama jajaran.(Foto: Humas Kemenhaj)

Wamenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah Tinggalkan Mina

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, MINA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa fase puncak ibadah haji...

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin - Festival Kecamatan Tangguh.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara Hadirkan Edukasi Kebencanaan

Editor
31 Mei 2026

SATUJABAR, BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh Bencana Bogor Utara di Lapangan Kolam Retensi...

Image: Humas Pemkab Bogor

Car Free Night Bogor Dongkrak Kunjungan Wisata

Editor
31 Mei 2026

Car Free Night (CFN) Istimewa itu memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang digelar di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, pada...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.