• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

“Menyibak Jejak Masa Lalu Bandung dari Tepi Cikapundung”

Editor
Selasa, 15 Juli 2025 - 05:28
Prasasti Cikapundung Tamansari

Prasasti Cikapundung Tamansari.(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

Di tengah deru kendaraan dan padatnya permukiman Kota Bandung, tepatnya di Kampung Cimaung, Kelurahan Tamansari, sebuah batu tua berdiri diam di tepi Sungai Cikapundung. Batu itu tak banyak bicara, tapi dua baris tulisan samar di permukaannya menyimpan kisah yang menunggu untuk dikuak.

Sudah puluhan tahun batu itu berdiri di sana, sebagian tubuhnya tertanam di tanah, seolah menanti seseorang datang untuk mendengarkan cerita yang terlupakan. Batu itu pertama kali ditemukan pada tahun 1959 oleh seorang warga bernama Oong Rusmana. Ia mungkin tak menyangka, bahwa temuan sederhana itu akan mengundang rasa ingin tahu para ahli dari berbagai penjuru.

RelatedPosts

Tsunami Besar di Selatan Jawa 400 Tahun Lalu, Begini Faktanya

Hari Jadi Bogor 544: Kirab 140 Pusaka Kujang di Kota Bogor

Hari Jadi Bogor Diperkaya Pameran Pusaka Nusantara

Kini, lebih dari enam dekade setelah penemuan itu, harapan untuk membuka kembali lembaran sejarah masa lalu pun kembali menyala. Pada 9 Juli 2025, penelitian terhadap batu yang diduga sebagai Prasasti Cikapundung Tamansari resmi dimulai. Kegiatan ini bukan sekadar penggalian arkeologis, tapi perjalanan menelusuri jejak masa lalu yang mungkin telah terkubur berabad-abad lamanya.

Dipimpin oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, tim peneliti terdiri dari para arkeolog, epigraf, konservator, hingga antropolog. Mereka datang dengan semangat yang sama: membongkar misteri tulisan kuno yang terukir di atas batu sepanjang 180 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 55 cm.

Tulisan itu diduga beraksara Sunda Kuna—salah satu bentuk aksara yang menjadi saksi bisu perkembangan budaya dan peradaban masyarakat Sunda tempo dulu. Tapi, belum ada satu pun yang benar-benar yakin. Sejumlah akademisi seperti Nandang Rusnanda, Titi Surti Nasriti, Anton Ferdianto, hingga Muhammad Zakaria Hidayat pernah mengkaji batu ini. Namun, belum ada kesimpulan pasti. Batu itu tetap menjadi teka-teki sejarah yang belum terpecahkan.

Selama 10 hari ke depan, hingga 18 Juli 2025, tim akan melakukan ekskavasi langsung di lokasi. Tanah akan digali perlahan, batu dibersihkan dengan hati-hati, dan setiap guratan akan diteliti dengan cermat. Mereka berharap, dari penelitian ini akan lahir pemahaman baru—bukan hanya soal usia dan keaslian prasasti, tapi juga tentang siapa yang pernah hidup di kawasan Cikapundung, apa yang mereka yakini, dan bagaimana mereka membingkai kehidupan dalam bahasa dan aksara yang kini nyaris terlupakan.

Sungai Cikapundung, yang dulu mungkin menjadi pusat kehidupan spiritual atau permukiman penting, kini kembali menjadi saksi. Saksi bisu atas upaya manusia masa kini untuk menyapa masa lalu yang telah lama membisu.

Dan siapa tahu—dari tepi sungai yang tenang ini, Bandung akan menemukan kembali bagian penting dari jati dirinya. Sebuah prasasti, sepotong sejarah, dan warisan budaya yang tak ternilai.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Tags: cikapundungDinas Pariwisatakota bandungPrasasti Cikapundung Tamansari

Related Posts

Peringatan tsunami

Tsunami Besar di Selatan Jawa 400 Tahun Lalu, Begini Faktanya

Editor
9 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian paleotsunami yang dilakukan di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Bali mengungkap indikasi kuat bahwa tsunami besar...

Kirab Pusaka Kujang dalam rangkaian kegiatan Babakti Tugu Kujang saat Hari Jadi Bogor 544.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Hari Jadi Bogor 544: Kirab 140 Pusaka Kujang di Kota Bogor

Editor
8 Juni 2026

SATUJABAR, BOGOR – Hari Jadi Bogor ke-544 masih berlangsung dalam rangkaian acara yang dikemas oleh Pemerintah Kota Bogor antara lain...

Wali Kota Bogor di Pameran Pusaka Nusantara yang berbarengan dengan peringatan Hari Jadi Bogor 544.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Hari Jadi Bogor Diperkaya Pameran Pusaka Nusantara

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, BOGOR – Hari Jadi Bogor 544 diisi dengan Pameran Pesona Pusaka Nusantara. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri...

Event Golok Road to UNESCO digelar di Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Hari Jadi Bogor 544: Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Golok Road to UNESCO

Editor
6 Juni 2026

Golok Road to UNESCO diikuti 50 peserta dari delapan provinsi. Ragam pusaka Nusantara ditampilkan antara lain golok, pedang, parang, keris...

Ngalokat cari di Talaga Saat Cisarua.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ngalokat Cai di Talaga Saat Cisarua Bogor, Merawat Alam Lestarikan Budaya

Editor
6 Juni 2026

SATUJABAR, CISARUA – Ngalokat cai di Talaga Saat Cisarua Bogor adalah manifestasi dari budaya luhur masyarakat Sunda yang masih terjaga...

Salah satu prosesi Pesta Dadung di Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Pesta Dadung, Merawat Akar Budaya Kuningan

Editor
5 Juni 2026

Pesta Dadung menjadi simbol harmonisasi hubungan manusia dengan alam. Tradisi ini mengajarkan bahwa seluruh makhluk hidup memiliki peran dalam menjaga...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.