• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 26 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

“Menyibak Jejak Masa Lalu Bandung dari Tepi Cikapundung”

Editor
Selasa, 15 Juli 2025 - 05:28
Prasasti Cikapundung Tamansari

Prasasti Cikapundung Tamansari.(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

Di tengah deru kendaraan dan padatnya permukiman Kota Bandung, tepatnya di Kampung Cimaung, Kelurahan Tamansari, sebuah batu tua berdiri diam di tepi Sungai Cikapundung. Batu itu tak banyak bicara, tapi dua baris tulisan samar di permukaannya menyimpan kisah yang menunggu untuk dikuak.

Sudah puluhan tahun batu itu berdiri di sana, sebagian tubuhnya tertanam di tanah, seolah menanti seseorang datang untuk mendengarkan cerita yang terlupakan. Batu itu pertama kali ditemukan pada tahun 1959 oleh seorang warga bernama Oong Rusmana. Ia mungkin tak menyangka, bahwa temuan sederhana itu akan mengundang rasa ingin tahu para ahli dari berbagai penjuru.

RelatedPosts

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Kini, lebih dari enam dekade setelah penemuan itu, harapan untuk membuka kembali lembaran sejarah masa lalu pun kembali menyala. Pada 9 Juli 2025, penelitian terhadap batu yang diduga sebagai Prasasti Cikapundung Tamansari resmi dimulai. Kegiatan ini bukan sekadar penggalian arkeologis, tapi perjalanan menelusuri jejak masa lalu yang mungkin telah terkubur berabad-abad lamanya.

Dipimpin oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, tim peneliti terdiri dari para arkeolog, epigraf, konservator, hingga antropolog. Mereka datang dengan semangat yang sama: membongkar misteri tulisan kuno yang terukir di atas batu sepanjang 180 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 55 cm.

Tulisan itu diduga beraksara Sunda Kuna—salah satu bentuk aksara yang menjadi saksi bisu perkembangan budaya dan peradaban masyarakat Sunda tempo dulu. Tapi, belum ada satu pun yang benar-benar yakin. Sejumlah akademisi seperti Nandang Rusnanda, Titi Surti Nasriti, Anton Ferdianto, hingga Muhammad Zakaria Hidayat pernah mengkaji batu ini. Namun, belum ada kesimpulan pasti. Batu itu tetap menjadi teka-teki sejarah yang belum terpecahkan.

Selama 10 hari ke depan, hingga 18 Juli 2025, tim akan melakukan ekskavasi langsung di lokasi. Tanah akan digali perlahan, batu dibersihkan dengan hati-hati, dan setiap guratan akan diteliti dengan cermat. Mereka berharap, dari penelitian ini akan lahir pemahaman baru—bukan hanya soal usia dan keaslian prasasti, tapi juga tentang siapa yang pernah hidup di kawasan Cikapundung, apa yang mereka yakini, dan bagaimana mereka membingkai kehidupan dalam bahasa dan aksara yang kini nyaris terlupakan.

Sungai Cikapundung, yang dulu mungkin menjadi pusat kehidupan spiritual atau permukiman penting, kini kembali menjadi saksi. Saksi bisu atas upaya manusia masa kini untuk menyapa masa lalu yang telah lama membisu.

Dan siapa tahu—dari tepi sungai yang tenang ini, Bandung akan menemukan kembali bagian penting dari jati dirinya. Sebuah prasasti, sepotong sejarah, dan warisan budaya yang tak ternilai.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Tags: cikapundungDinas Pariwisatakota bandungPrasasti Cikapundung Tamansari

Related Posts

Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita.(Foto: Humas Kemenbud)

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Editor
22 Juli 2026

Perpustakaan Ranggawarsita berawal dari inisiatif untuk menghimpun kembali berbagai publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah namun tersebar. SATUJABAR,...

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin...

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat