• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 7 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dugong, Mamalia Laut yang Lucu Ini Ternyata Punya Peran Penting Simpan Karbon dan Jaga Iklim

Editor
Senin, 30 Juni 2025 - 02:16
Dugong (Foto: Dok. BRIN)

Dugong (Foto: Dok. BRIN)

JAKARTA – Dugong, mamalia laut yang sering dijuluki “sapi laut” karena penampilannya yang jinak dan menggemaskan, ternyata memiliki peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan iklim. Fakta ini diungkap dalam Oceanography Biweekly Meeting (OBM) yang digelar secara daring oleh Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRO BRIN), Senin (23/6).

Peneliti PRO BRIN, Sekar Mira, memaparkan bahwa dugong berkontribusi dalam penyimpanan karbon biru melalui interaksinya dengan padang lamun, yang merupakan habitat sekaligus sumber makanan utamanya. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bagaimana aktivitas makan dugong memengaruhi cadangan dan aliran karbon di ekosistem pesisir.

RelatedPosts

Kopi Indonesia Makin Mendunia, Inovasi Kopi Fermentasi Khas Indonesia

Kabar Baik! BRIN–PT Cosmax Kembangkan Kosmetik Alami Berbasis Mangga dan Temulawak

5 Maskapai dengan Tarif First Class Termahal di Dunia Tahun 2026

“Selama ini kita mengenal lamun sebagai penyimpan karbon biru yang efektif. Namun, dugong adalah satu-satunya mamalia laut yang sepenuhnya bergantung pada lamun sebagai sumber makanannya,” ujar Mira dikutip dari situs BRIN.

Ia mempertanyakan lebih jauh: apakah keberadaan dugong hanya mengurangi cadangan karbon lamun, atau justru berkontribusi lebih dalam pada siklus karbon tersebut?

Karbon biru sendiri merujuk pada karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut. Mira mengungkapkan bahwa riset karbon biru selama ini lebih banyak berfokus pada vegetasi. Namun, studi yang melibatkan dugong menunjukkan bahwa mamalia ini juga berperan penting, terutama lewat aktivitas herbivori-nya.

Jejak makan dugong, menurutnya, tak hanya memengaruhi pertumbuhan lamun tetapi juga mempercepat siklus biomassa masuk ke dalam sedimen, yang berpotensi meningkatkan penyimpanan karbon jangka panjang. “Dugong bukan hanya pemakan lamun, tapi juga penggerak proses ekologi yang mendukung mitigasi perubahan iklim,” tegas Mira.

Temuan awal dalam riset ini menyebutkan bahwa dugong juga dapat berfungsi sebagai indikator kesehatan ekosistem padang lamun sekaligus agen ekologis dalam dinamika karbon pesisir. Aktivitasnya dinilai dapat mempercepat dekomposisi dan meningkatkan penyerapan karbon ke sedimen laut.

Selain peran ekologis, diskusi dalam forum OBM juga menyoroti potensi pemanfaatan DNA lingkungan untuk memperkirakan populasi dugong secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan bisa mendukung pelestarian spesies lewat integrasi studi genetika dalam rencana aksi nasional perlindungan dugong.

Mira menutup paparannya dengan menekankan pentingnya menjadikan dugong sebagai bagian dari solusi perubahan iklim. “Dugong bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati laut, tetapi juga komponen penting dalam kestabilan iklim global. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan konservasi berbasis sains dan penguatan agenda karbon biru dalam mitigasi perubahan iklim nasional,” pungkasnya.

Tags: dugong

Related Posts

(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif).

Kopi Indonesia Makin Mendunia, Inovasi Kopi Fermentasi Khas Indonesia

Editor
6 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kabar yang sungguh menarik dari bilik kantor Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, (Ekraf) yang terus memperkuat subsektor...

Mangga

Kabar Baik! BRIN–PT Cosmax Kembangkan Kosmetik Alami Berbasis Mangga dan Temulawak

Editor
3 Mei 2026

Buah mangga (Mangifera indica L) sebagai bahan aktif pencerah kulit, serta temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) untuk pengembangan bahan aktif anti...

Pesawat terbang Etihad.(Pexels)

5 Maskapai dengan Tarif First Class Termahal di Dunia Tahun 2026

Editor
3 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Meskipun kita belum pernah duduk, makan, dan tidur manis di kabin mewah First Class. Tentu ada baiknya...

Omlet Masala.(Wikipedia)

Omlet Masala, dari Sudut Jalan India ke Hidangan Pesawat First Class

Editor
2 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Penulis baru saja menyimak konten Sam Chui, vlogger penerbangan top dunia terkait penerbangan First Class The Emirates...

‎(Foto: Moch Ahdiansyah/ Diskominfo Kab. Garut)

Buka Pameran Foto ‘Frame of Garut’ Bupati: Dorong Pariwisata

Editor
2 Mei 2026

Bupati menegaskan bahwa untuk menarik minat wisatawan, diperlukan visualisasi keindahan alam Garut yang memikat, salah satunya melalui karya fotografi. SATUJABAR,...

Board game.(Foto: Kemenekraf)

Wamen Ekraf: Board Games Lokal Tumbuh Lewat Event

Editor
1 Mei 2026

Wamen Ekraf meyakini pentingnya penguatan pasar domestik sebagai fondasi pertumbuhan gim lokal menuju pasar global. Selanjutnya, peluang subsektor gim akan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.