• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 30 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Dukung IKM Fesyen Lewat Edukasi Slow Fashion untuk Industri Berkelanjutan

Editor
Senin, 30 Juni 2025 - 07:20
Dua belas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dekranasda) Kota Bandung menunjukkan kepiawaian mereka dalam acara Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kreatif Jawa Barat (PKJB) 2024, yang berlangsung di Trans Studio Mall. Mereka berpartisipasi dalam dua kategori utama: fesyen dan kriya.

Dua belas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dekranasda) Kota Bandung menunjukkan kepiawaian mereka dalam acara Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kreatif Jawa Barat (PKJB) 2024, yang berlangsung di Trans Studio Mall. Mereka berpartisipasi dalam dua kategori utama: fesyen dan kriya.(FOTO: Humas Kota Bandung)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus mendorong transformasi industri fesyen nasional ke arah yang lebih berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui edukasi konsep slow fashion, guna memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM), terutama di sektor fesyen dan kriya berbasis budaya lokal.

RelatedPosts

Wajah Baru Koperasi Kota Bandung, Farhan: Bangkit oleh Talenta

OJK Genjot Kinerja UMKM Wilayah Timur Lewat Digitalisasi Keuangan

Belyanza, Kreativitas yang Tembus Mega Halal Bangkok 2026

Dirjen IKMA Reni Yanita menegaskan bahwa kesadaran akan dampak lingkungan dari tren fast fashion mendorong lahirnya kebutuhan terhadap model bisnis fesyen yang lebih etis, ramah lingkungan, dan bermakna secara sosial.

“Konsep keberlanjutan bukan sekadar tuntutan pasar, tapi strategi penting untuk memperkuat daya saing IKM. Indonesia punya kekayaan wastra dan tradisi tekstil yang luar biasa, dan ini bisa menjadi kekuatan utama dalam pengembangan fesyen berkelanjutan,” ujar Reni di Jakarta, Sabtu (28/6).

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) menggelar webinar berseri bertajuk “Sustainability: Membangun IKM Wastra Berkonsep Slow Fashion” pada 19–21 Juni 2025. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Webinar ini bertujuan membekali pelaku IKM dengan pengetahuan dan strategi dalam mengadopsi slow fashion, yang menitikberatkan pada produksi yang bertanggung jawab, etis, dan ramah lingkungan.

“Konsep ini selaras dengan semangat wastra nusantara yang menjunjung nilai-nilai kearifan lokal. Slow fashion menekankan kualitas dan etika produksi, sekaligus menjawab tantangan industri fesyen global yang tinggi emisi karbon dan boros sumber daya,” jelas Reni.

Ia juga menyoroti peluang besar yang dimiliki IKM, terutama karena konsumen muda seperti Gen Z mulai menunjukkan ketertarikan pada produk vintage, retro, dan circular fashion, yang semuanya sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Ini peluang besar bagi pelaku IKM untuk menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara estetika, tapi juga relevan secara etika dan ekologis,” tambahnya.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya menambahkan, kegiatan webinar ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem IKM fesyen yang inklusif dan berbasis budaya lokal.

“Industri fesyen nasional tidak hanya ditentukan oleh kreativitas produk, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap tren global dan preferensi konsumen yang kini makin sadar lingkungan,” ujarnya.

BPIFK sendiri hadir sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mendukung IKM fesyen dan kriya melalui pelatihan, inkubasi, serta fasilitasi promosi, agar produk-produk mereka mampu bersaing di pasar global.

Webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka seperti desainer Ali Charisma, perwakilan dari IDFL Indonesia, Torajamelo, dan PT Internasional Multi Nusa, yang membagikan wawasan dan pengalaman tentang pengembangan industri fesyen berkelanjutan.

Tiga topik strategis yang diangkat dalam webinar ini antara lain:

Mengintip Masa Depan dari Potensi Pasar Industri Fesyen Wastra,

Cintai Bumi, Lestarikan Budaya: Mengembangkan Inovasi dan Kreativitas Industri Wastra Berkelanjutan, dan

Melebarkan Sayap IKM Fesyen Wastra Menuju Pasar yang Lebih Luas.

Dickie berharap webinar ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga pemicu komitmen bersama untuk membangun industri fesyen Indonesia yang lebih hijau, inovatif, dan berakar pada warisan budaya lokal.

“Kami ingin IKM fesyen nasional mampu menjawab tantangan global lewat produk yang bukan hanya indah dan berkualitas, tapi juga berkelanjutan,” pungkasnya.

Tags: IKM Fesyen

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan sambutan di acara peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Kota Bandung di Hotel Harris Festival Citylink, 28 Juli 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wajah Baru Koperasi Kota Bandung, Farhan: Bangkit oleh Talenta

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) sebagai momentum mempercepat transformasi koperasi agar...

Narasumber dan peserta foto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan" yang diselenggarakan di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Makassar, Senin 27 Juli 2026(Foto: Dok. OJK)

OJK Genjot Kinerja UMKM Wilayah Timur Lewat Digitalisasi Keuangan

Editor
28 Juli 2026

SATUJABAR, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk di Indonesia Timur...

Belyanza.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Belyanza, Kreativitas yang Tembus Mega Halal Bangkok 2026

Editor
24 Juli 2026

Di tengah deretan jenama modest fashion yang terus bermunculan, Belyanza memilih tumbuh dengan jalannya sendiri. Berawal dari kreativitas memodifikasi pakaian...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta, Kamis 23 Jul 2026.(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Kunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta, Kamis 23 Jul 2026....

Rumah Sayur Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Rumah Sayur Kuningan, Bupati: Dorong Ekonomi Petani

Editor
24 Juli 2026

Rumah Sayur menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. SATUJABAR, KUNINGAN -...

IKM Hijau

Kemenperin Undang IKM Ikut Program IKM Hijau

Editor
23 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian serius untuk mempercepat transformasi sektor manufaktur nasional menuju industri yang berkelanjutan dan berdaya saing global....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat