• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 19 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Dukung IKM Fesyen Lewat Edukasi Slow Fashion untuk Industri Berkelanjutan

Editor
Senin, 30 Juni 2025 - 07:20
Dua belas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dekranasda) Kota Bandung menunjukkan kepiawaian mereka dalam acara Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kreatif Jawa Barat (PKJB) 2024, yang berlangsung di Trans Studio Mall. Mereka berpartisipasi dalam dua kategori utama: fesyen dan kriya.

Dua belas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dekranasda) Kota Bandung menunjukkan kepiawaian mereka dalam acara Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kreatif Jawa Barat (PKJB) 2024, yang berlangsung di Trans Studio Mall. Mereka berpartisipasi dalam dua kategori utama: fesyen dan kriya.(FOTO: Humas Kota Bandung)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus mendorong transformasi industri fesyen nasional ke arah yang lebih berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui edukasi konsep slow fashion, guna memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM), terutama di sektor fesyen dan kriya berbasis budaya lokal.

RelatedPosts

Sentra IKM Rendang Tembus Pasar Ekspor

KDKMP Beroperasi, Peresmian oleh Presiden Prabowo

Produk UMKM Sumedang Isi Gerai Wahana Chocolatos X-Quest

Dirjen IKMA Reni Yanita menegaskan bahwa kesadaran akan dampak lingkungan dari tren fast fashion mendorong lahirnya kebutuhan terhadap model bisnis fesyen yang lebih etis, ramah lingkungan, dan bermakna secara sosial.

“Konsep keberlanjutan bukan sekadar tuntutan pasar, tapi strategi penting untuk memperkuat daya saing IKM. Indonesia punya kekayaan wastra dan tradisi tekstil yang luar biasa, dan ini bisa menjadi kekuatan utama dalam pengembangan fesyen berkelanjutan,” ujar Reni di Jakarta, Sabtu (28/6).

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) menggelar webinar berseri bertajuk “Sustainability: Membangun IKM Wastra Berkonsep Slow Fashion” pada 19–21 Juni 2025. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Webinar ini bertujuan membekali pelaku IKM dengan pengetahuan dan strategi dalam mengadopsi slow fashion, yang menitikberatkan pada produksi yang bertanggung jawab, etis, dan ramah lingkungan.

“Konsep ini selaras dengan semangat wastra nusantara yang menjunjung nilai-nilai kearifan lokal. Slow fashion menekankan kualitas dan etika produksi, sekaligus menjawab tantangan industri fesyen global yang tinggi emisi karbon dan boros sumber daya,” jelas Reni.

Ia juga menyoroti peluang besar yang dimiliki IKM, terutama karena konsumen muda seperti Gen Z mulai menunjukkan ketertarikan pada produk vintage, retro, dan circular fashion, yang semuanya sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Ini peluang besar bagi pelaku IKM untuk menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara estetika, tapi juga relevan secara etika dan ekologis,” tambahnya.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya menambahkan, kegiatan webinar ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem IKM fesyen yang inklusif dan berbasis budaya lokal.

“Industri fesyen nasional tidak hanya ditentukan oleh kreativitas produk, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap tren global dan preferensi konsumen yang kini makin sadar lingkungan,” ujarnya.

BPIFK sendiri hadir sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mendukung IKM fesyen dan kriya melalui pelatihan, inkubasi, serta fasilitasi promosi, agar produk-produk mereka mampu bersaing di pasar global.

Webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka seperti desainer Ali Charisma, perwakilan dari IDFL Indonesia, Torajamelo, dan PT Internasional Multi Nusa, yang membagikan wawasan dan pengalaman tentang pengembangan industri fesyen berkelanjutan.

Tiga topik strategis yang diangkat dalam webinar ini antara lain:

Mengintip Masa Depan dari Potensi Pasar Industri Fesyen Wastra,

Cintai Bumi, Lestarikan Budaya: Mengembangkan Inovasi dan Kreativitas Industri Wastra Berkelanjutan, dan

Melebarkan Sayap IKM Fesyen Wastra Menuju Pasar yang Lebih Luas.

Dickie berharap webinar ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga pemicu komitmen bersama untuk membangun industri fesyen Indonesia yang lebih hijau, inovatif, dan berakar pada warisan budaya lokal.

“Kami ingin IKM fesyen nasional mampu menjawab tantangan global lewat produk yang bukan hanya indah dan berkualitas, tapi juga berkelanjutan,” pungkasnya.

Tags: IKM Fesyen

Related Posts

Jajaran Kemenperin, LPEI, dan pelaku IKM rendang.(Foto: Humas Kemenperin)

Sentra IKM Rendang Tembus Pasar Ekspor

Editor
18 Mei 2026

Kemenperin menggandeng LPEI untuk membina dan mengembangkan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, yang dinilai memiliki potensi besar untuk...

KDKMP atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diresmikan Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Humas Kemenkop)

KDKMP Beroperasi, Peresmian oleh Presiden Prabowo

Editor
18 Mei 2026

SATUJABAR, NGANJUK – KDKMP atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diresmikan Presiden Prabowo Subianto dengan operasionalisasi sebanyak 1.061 KDKMP untuk wilayah...

Produk UMKM Sumedang hadir di gerai UMKM wahana eduwisata Chocolatos X-Quest milik Garudafood di Cimanggung.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Produk UMKM Sumedang Isi Gerai Wahana Chocolatos X-Quest

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Produk UMKM Sumedang hadir di gerai UMKM  wahana eduwisata Chocolatos X-Quest milik Garudafood di Cimanggung, Jumat (15/5/2026)....

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menghadiri acara NGOPI Bareng UMKM yang berlangsung di Jakarta, Rabu (13 Mei). Acara ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan bersama gerakan pemberdayaan UMKM Local Champion Indonesia (LCI) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Budi Santoso Ngopi Bareng UMKM

Editor
14 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Mendag Budi Santoso menghadiri acara NGOPI Bareng UMKM yang berlangsung di Jakarta, Rabu (13 Mei). Acara ini...

Perajin bongsang bambu di Sumedang (sumedangkab.go.id)

IKM Bambu Didorong Bernilai Tambah & Serap Tenaga Kerja

Editor
13 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan berbasis potensi daerah sebagai upaya meningkatkan...

KCIC Siapkan Tenant UMKM di Stasiun Whoosh.(Foto: Humas KCIC)

KCIC Siapkan Tenant UMKM di Stasiun Whoosh di Libur Panjang

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – KCIC siapkan tenant untuk UMKM turut mendorong kinerjanya seperti saat libur panjang 14-17 Mei 2026. KCIC mengoptimalkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.