• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 Februari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Banyak Jamaah Alami Post-Hajj Syndrome, Ini Cara Mengatasinya

Editor
Jumat, 20 Juni 2025 - 07:09
Jamaah haji pualng ke Tana Air pasca menjalankan ibadah di Tanah Suci. (dok. Istimewa)

Jamaah haji pualng ke Tanah Air pasca menjalankan ibadah di Tanah Suci. (dok. Istimewa)

Gelar “Haji” atau “Hajjah” kerap disertai ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas religius dan moral.

SATUJABAR, JAKARTA — Banyak jamaah haji mengalami perubahan emosional setelah kembali dari Tanah Suci. Alih-alih merasa tenang dan penuh kebahagiaan, tidak sedikit jamaah yang justru diliputi kehampaan, kegelisahan, dan kerinduan mendalam terhadap suasana sakral di sekitar Ka’bah. Fenomena ini dikenal dengan istilah Post-Haji Syndrome.

RelatedPosts

Kenapa Penetapan 1 Ramadan 1447 H Muhammadiyah Berbeda dengan Turki? Ini Penjelasannya

DPD RI Jabar Beri Bantuan ke Lokasi Bencana di KBB

Thailand Masters 2026: Kecuali Tunggal Putri, Tim Indonesia Borong Gelar Juara

Psikolog dan dosen dari IPB University, Nur Islamiah, menjelaskan, kondisi ini merupakan bentuk transisi psikologis, emosional, dan spiritual yang umum terjadi pascaibadah besar seperti haji atau umrah.

“Post-Hajj Syndrome merupakan kondisi yang ditandai dengan perasaan hampa, kehilangan makna, penurunan semangat spiritual, serta kerinduan mendalam terhadap suasana ibadah di Tanah Suci,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Menurut Islamiah, sindrom ini bukan merupakan gangguan kejiwaan, melainkan respons emosional yang wajar setelah melalui pengalaman spiritual yang sangat intens. Dalam ilmu psikologi, hal ini sejalan dengan konsep post-event letdown, yaitu keadaan emosional ketika seseorang merasa kehilangan arah setelah melalui pengalaman hidup yang sangat bermakna.

“Secara lahiriah, aktivitas berjalan seperti biasa. Tetapi hati terasa kosong. Ibadah yang dilakukan terasa kurang menggetarkan seperti sebelumnya. Pikiran kerap terbang kembali ke Makkah atau Madinah, merindukan lantunan doa, suasana khusyuk, dan ketenangan jiwa yang sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Islamiah juga menyoroti ketegangan antara harapan sosial dan kenyataan pribadi pascahaji. Gelar “Haji” atau “Hajjah” kerap disertai ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas religius dan moral.

Ekspektasi ini, disadari atau tidak, dapat menjadi beban emosional tambahan, terutama bagi individu yang merasa belum mampu mempertahankan idealitas spiritual selama di Tanah Suci.

Sebuah studi mencatat, sekitar 1-1,3 persen jamaah haji mengalami gejala psikologis ringan seperti kecemasan, kesedihan mendalam, hingga gangguan tidur setelah menunaikan ibadah. Meskipun angka tersebut relatif kecil, hal ini menunjukkan bahwa reaksi emosional pascahaji merupakan kondisi yang nyata dan perlu mendapat perhatian.

Untuk mengatasi sindrom ini, Islamiah menyarankan agar jemaah menjaga rutinitas ibadah yang telah terbentuk selama berada di Tanah Suci. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti membiasakan salat berjamaah di masjid bagi laki-laki, menjaga salat tepat waktu bagi perempuan, memperbanyak zikir pagi dan petang, membaca Alquran secara rutin, menulis jurnal syukur, serta memperbanyak kegiatan sosial.

Membentuk komunitas pascahaji juga dinilai efektif untuk menjaga semangat spiritual dan saling menguatkan antarjemaah. “Rasa rindu yang muncul bukanlah kelemahan. Sebaliknya, itu adalah tanda cinta, bahwa hati pernah begitu dekat dengan-Nya. Biarkan rindu itu hidup, karena darinya tumbuh niat untuk kembali,” ujar dia.

Namun, jika gejala emosional seperti kesedihan mendalam, gelisah, atau hilangnya semangat berlangsung lebih dari dua minggu dan semakin intens, hingga mengganggu aktivitas harian, Islamiah menganjurkan untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional. (yul)

Tags: Hajijamaah hajipasca pulang hajipost-hajj syndrome

Related Posts

Ramadhan. (foto: istimewa)

Kenapa Penetapan 1 Ramadan 1447 H Muhammadiyah Berbeda dengan Turki? Ini Penjelasannya

Editor
2 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini berbeda dengan Turki...

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti bersama tiga Anggota DPD RI Dapil Jabar lainnya, yaitu Alfiansyah Komeng, Jihan Fahira, dan Aanya Rina Casmayanti melakukan peninjauan dan pemberian bantuan DPD RI Peduli, berupa kebutuhan pokok dan uang senilai Rp50 juta bagi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (31/1).(Foto: Istimewa)

DPD RI Jabar Beri Bantuan ke Lokasi Bencana di KBB

Editor
2 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG BARAT – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita...

Thailand Masters 2026

Thailand Masters 2026: Kecuali Tunggal Putri, Tim Indonesia Borong Gelar Juara

Editor
2 Februari 2026

SATUJABAR, PATUMWAN THAILAND – Babak final Thailand Masters 2026 sudah berlangsung Minggu (1/2/2026). Sejumlah wakil Indonesia berhasil menempati podium pertama...

Operasi pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilanjutkan hingga 14 hari sejak kejadian, Sabtu (24/01/2026).(Foto:Istimewa).

Sudah 70 Korban Longsor Cisarua Ditemukan, 10 Lagi Masih Dicari

Editor
1 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Cuaca cerah hari kedelapan mendukung proses pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,...

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Investor Kuwait Tertarik Tanam Modal di Peternakan Ayam & Kebun Kopi

Editor
1 Februari 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Investor Kuwait menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Sektor yang dibidik adalah sektor peternakan...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Wali Kota Bandung)

Kasus Serangan Anjing di Warung Muncang, Farhan: Utamakan Keselamatan Warga!

Editor
1 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penanganan insiden serangan anjing yang terjadi di wilayah Kelurahan Warung Muncang dilakukan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.