• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Banyak Jamaah Alami Post-Hajj Syndrome, Ini Cara Mengatasinya

Editor
Jumat, 20 Juni 2025 - 07:09
Jamaah haji pualng ke Tana Air pasca menjalankan ibadah di Tanah Suci. (dok. Istimewa)

Jamaah haji pualng ke Tanah Air pasca menjalankan ibadah di Tanah Suci. (dok. Istimewa)

Gelar “Haji” atau “Hajjah” kerap disertai ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas religius dan moral.

SATUJABAR, JAKARTA — Banyak jamaah haji mengalami perubahan emosional setelah kembali dari Tanah Suci. Alih-alih merasa tenang dan penuh kebahagiaan, tidak sedikit jamaah yang justru diliputi kehampaan, kegelisahan, dan kerinduan mendalam terhadap suasana sakral di sekitar Ka’bah. Fenomena ini dikenal dengan istilah Post-Haji Syndrome.

RelatedPosts

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Siswi PKL

Polisi Bongkar Laboratorium Liquid Narkoba di Bandung, 2 Pengemudi Ojol Ditangkap

Psikolog dan dosen dari IPB University, Nur Islamiah, menjelaskan, kondisi ini merupakan bentuk transisi psikologis, emosional, dan spiritual yang umum terjadi pascaibadah besar seperti haji atau umrah.

“Post-Hajj Syndrome merupakan kondisi yang ditandai dengan perasaan hampa, kehilangan makna, penurunan semangat spiritual, serta kerinduan mendalam terhadap suasana ibadah di Tanah Suci,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Menurut Islamiah, sindrom ini bukan merupakan gangguan kejiwaan, melainkan respons emosional yang wajar setelah melalui pengalaman spiritual yang sangat intens. Dalam ilmu psikologi, hal ini sejalan dengan konsep post-event letdown, yaitu keadaan emosional ketika seseorang merasa kehilangan arah setelah melalui pengalaman hidup yang sangat bermakna.

“Secara lahiriah, aktivitas berjalan seperti biasa. Tetapi hati terasa kosong. Ibadah yang dilakukan terasa kurang menggetarkan seperti sebelumnya. Pikiran kerap terbang kembali ke Makkah atau Madinah, merindukan lantunan doa, suasana khusyuk, dan ketenangan jiwa yang sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Islamiah juga menyoroti ketegangan antara harapan sosial dan kenyataan pribadi pascahaji. Gelar “Haji” atau “Hajjah” kerap disertai ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas religius dan moral.

Ekspektasi ini, disadari atau tidak, dapat menjadi beban emosional tambahan, terutama bagi individu yang merasa belum mampu mempertahankan idealitas spiritual selama di Tanah Suci.

Sebuah studi mencatat, sekitar 1-1,3 persen jamaah haji mengalami gejala psikologis ringan seperti kecemasan, kesedihan mendalam, hingga gangguan tidur setelah menunaikan ibadah. Meskipun angka tersebut relatif kecil, hal ini menunjukkan bahwa reaksi emosional pascahaji merupakan kondisi yang nyata dan perlu mendapat perhatian.

Untuk mengatasi sindrom ini, Islamiah menyarankan agar jemaah menjaga rutinitas ibadah yang telah terbentuk selama berada di Tanah Suci. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti membiasakan salat berjamaah di masjid bagi laki-laki, menjaga salat tepat waktu bagi perempuan, memperbanyak zikir pagi dan petang, membaca Alquran secara rutin, menulis jurnal syukur, serta memperbanyak kegiatan sosial.

Membentuk komunitas pascahaji juga dinilai efektif untuk menjaga semangat spiritual dan saling menguatkan antarjemaah. “Rasa rindu yang muncul bukanlah kelemahan. Sebaliknya, itu adalah tanda cinta, bahwa hati pernah begitu dekat dengan-Nya. Biarkan rindu itu hidup, karena darinya tumbuh niat untuk kembali,” ujar dia.

Namun, jika gejala emosional seperti kesedihan mendalam, gelisah, atau hilangnya semangat berlangsung lebih dari dua minggu dan semakin intens, hingga mengganggu aktivitas harian, Islamiah menganjurkan untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional. (yul)

Tags: Hajijamaah hajipasca pulang hajipost-hajj syndrome

Related Posts

Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026.(Image: BMKG)

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026 hingga pukul 08:00 WIB,...

Ilustrasi korban tindak kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Siswi PKL

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Polres Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap...

Barang bukti ratusan cairan liquid mengandung narkoba golongan satu yang diungkap Satresnarkoba Polrestabes Bandung.(Foto:Istimewa).

Polisi Bongkar Laboratorium Liquid Narkoba di Bandung, 2 Pengemudi Ojol Ditangkap

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Laboratorium gelap (clandestine lab) narkoba yang memproduksi liquid vape mengandung narkotika golongan 1 di Kota Bandung, Jawa Barat, diungkap...

Jemaah umrah.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Jemaah Umrah Agar Cek Jadwal Terbang Sebelum ke Bandara

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke Tanah Suci agar tidak menuju bandara sebelum...

Jenazah korban KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa, asal Kabupaten Garut, Risyan Kurnia Putra (29), dan Erick Maisul Latif (38).(Foto:Istimewa)

2 Jenazah Korban KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa Tiba di Garut

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Dua jenazah korban tragedi Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8, yang tenggelam di Perairan Laut Jawa, warga Kabupaten Garut,...

Petugas berjuang memadamkan karhutla. Menurut Kemenhut, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional kembali menunjukkan penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

Hotspot Turun, Pengendalian Kebakaran Sambil Selamatkan Satwa

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional kembali menunjukkan penurunan. Berdasarkan pemantauan hingga Rabu malam...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.