• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 8 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wamendag Dyah Roro Tekankan Pentingnya Sistem Logistik Adaptif Hadapi Tantangan Global

Editor
Sabtu, 26 April 2025 - 06:19
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menjadi pembicara kunci dalam Round Table Discussion Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Menara Kadin, Jakarta, Jumat, (25 Apr).

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menjadi pembicara kunci dalam Round Table Discussion Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Menara Kadin, Jakarta, Jumat, (25 April 2025).(Foto: Humas Kemendag)

BANDUNG – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya penguatan sistem logistik nasional yang adaptif dan kompetitif sebagai bagian dari strategi besar Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global, khususnya kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan Wamendag Roro saat menjadi pembicara kunci dalam Round Table Discussion yang digelar Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (25/4). Acara ini dibuka oleh Ketua Umum DPP ALFI Akbar Djohan dan dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi.

RelatedPosts

Jadi Tersangka kasus Penipuan Cek Kosong Rp.3 Miliar, Ketua HIPMI Kabupaten Bandung Ditahan

Wartawan dan Polisi Gadungan di Sumedang Ditangkap Peras dan Sekap Kurir Paket

Nelayan Indonesia Hanyut Ke Malaysia, KJRI Turun Tangan

Mengangkat tema “Tarif 32% AS: Tantangan dan Peluang Baru dalam Ekspor, Forwarding, dan Logistik”, diskusi ini membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga daya saing Indonesia di pasar global.

“Kita tidak bisa menghindari tantangan global seperti proteksionisme. Namun, Indonesia bisa mengarahkan strategi nasional agar situasi ini justru memperkuat fondasi ekonomi kita, salah satunya dengan membangun sistem logistik yang lebih kuat dan adaptif,” ujar Wamendag Roro melalui keterangan resmi.

Ia menekankan bahwa sistem logistik merupakan tulang punggung ekspor, terutama dalam upaya Indonesia mendiversifikasi pasar ke kawasan nontradisional. Saat ini, Indonesia telah memiliki 21 perjanjian dagang, dengan 16 lainnya masih dalam proses negosiasi, termasuk dengan Kanada, Iran, Peru, Uni Eropa, serta langkah aksesi ke dalam CPTPP dan blok dagang BRICS+.

“Agar ekspor ke pasar-pasar tersebut berjalan efisien, transformasi digital sistem logistik menjadi sangat krusial,” tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan pembangunan sistem e-logistics yang terintegrasi, seperti konektivitas data antarpelabuhan. Hal ini membutuhkan kolaborasi aktif antara instansi pemerintah, badan usaha pelabuhan, dan pelaku industri logistik. Para forwarder nasional juga harus dilengkapi dengan infrastruktur digital mumpuni agar mampu bersaing secara global.

Lebih jauh, Wamendag Roro mendorong agar diplomasi perdagangan juga masuk ke dalam ranah diplomasi logistik, menyangkut kelancaran alur logistik lintas batas seperti kepabeanan, inspeksi karantina, hingga pengakuan dokumen digital antarnegara.

“Indonesia akan memperkuat kerja sama teknis dan harmonisasi standar logistik dengan negara mitra sebagai bagian dari diplomasi perdagangan aktif,” katanya.

Salah satu indikator efisiensi sistem logistik adalah pengurangan biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 14,29% menjadi 8% pada 2045. Wamendag Roro juga menyoroti pentingnya mempersingkat durasi port stay kapal agar proses bongkar muat lebih cepat, sehingga kapal dapat lebih banyak berlayar dan perusahaan pelayaran bisa menekan biaya operasional.

Menutup pemaparannya, Roro mengajak seluruh anggota ALFI menjadikan tantangan global sebagai peluang untuk tumbuh menjadi kekuatan logistik dan ekspor yang lebih mandiri dan tangguh.

“Kemendag terbuka untuk merangkul semua pihak. Asosiasi seperti ALFI adalah mitra strategis kami. Gotong royong adalah kunci mengubah tekanan menjadi momentum pembaruan,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP ALFI Akbar Djohan menyambut baik ajakan diskusi lanjutan dari Wamendag dan menyatakan kesiapan ALFI untuk berkolaborasi menciptakan sistem logistik nasional yang lebih kuat. Hal senada disampaikan Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie, yang optimistis Indonesia mampu menghadapi kebijakan tarif AS melalui kolaborasi lintas sektor dan solusi bersama di meja negosiasi.

Tags: Dyah Roro Esti Widya PutriKementerian PerdaganganlogistikWamendag

Related Posts

Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara.(Foto:Istimewa).

Jadi Tersangka kasus Penipuan Cek Kosong Rp.3 Miliar, Ketua HIPMI Kabupaten Bandung Ditahan

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung, berinisial TD, dilaporkan kasus dugaan penipuan cek kosong senilai Rp.3 miliar...

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, menunjukan barang bukti disita dari para pelaku.(Foto:Istimewa).

Wartawan dan Polisi Gadungan di Sumedang Ditangkap Peras dan Sekap Kurir Paket

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Polres Sumedang, Jawa Barat, menangkap empat pelaku pemerasan mengaku-ngaku wartawan dan polisi. Korban pemerasan para pelaku adalah kurir paket,...

Nelayan Indonesia hanyut ke Malaysia saat melaut namun kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.(Foto: Kemlu)

Nelayan Indonesia Hanyut Ke Malaysia, KJRI Turun Tangan

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, JOHOR BAHRU MALAYSIA – Nelayan Indonesia hanyut ke Malaysia saat melaut namun kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. Konsulat...

Ilustrasi 'Palu' Majelis Hakim Pengadilan.(Foto:Istimewa).

Penjual Mie Ayam Vs Rentenir di Pengadilan, Siapa Menang?

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, SUKABUMI-- Penjual mie ayam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digugat rentenir ke pengadilan. Penjual mie ayam yang sudah bertahun-tahun...

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan rerata tertimbang suku bunga Kredit Rupiah pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,76 persen, menurun dibandingkan Februari 2026 sebesar 8,80 persen dan Maret 2025 sebesar 9,20 persen.(Foto: Humas OJK)

Suku Bunga Kredit Masih Turun, Kata OJK

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Suku bunga kredit perbankan menunjukkan tren yang masih menurun, ungkap Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu seiring...

bank bjb dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Manfaat Pensiun

bank bjb dan Taspen Perkuat Layanan Pensiunan

Editor
8 Mei 2026

JAKARTA – bank bjb terus memperluas sinergi guna menghadirkan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat. Paling anyar, langkah tersebut diwujudkan melalui...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.