• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 13 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Musim Panas, Kedokteran Haji Ingatkan Pentingnya Persiapan Fisik Jamaah

Editor
Minggu, 20 April 2025 - 09:54
Ilustrasi pelaksanaan haji. (foto: istimewa)

Ilustrasi pelaksanaan haji. (foto: istimewa)

Faktor lingkungan seperti cuaca panas, perbedaan budaya dan bahasa, hingga aktivitas fisik tinggi selama ibadah bisa menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan.

SATUJABAR, JAKARTA — Penyelenggaraan ibadah haji 2025 di Arab Saudi akan bertepatan dengan musim panas. Karena itu, Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), dr Syarief Hasan Lutfie (SHL) mengingatkan, pentingnya persiapan fisik bagi jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci mulai 2 Mei 2025 mendatang.

RelatedPosts

Psikologi Klinis, Kini Tersedia di Puskesmas Kota Bandung

Rusuh di Tamansari Bandung Saat May Day Libatkan 3 Kelompok, 13 Orang Jadi Tersangka

Tim Hisab Rukyat Kemenag 2026 Dikukuhkan

Eks Direktur Utama RS Haji Jakarta ini menjelaskan, ibadah haji bukan hanya soal spiritual tapi juga ujian berat secara fisik. Kata dia, jamaah reguler Indonesia jumlahnya besar, lebih dari 221 ribu orang. Sisanya adalah jamaah haji khusus.

“Mereka harus sadar, bahwa haji adalah ibadah yang sangat berat fisiknya. Trigger-nya justru saat tiba di Arab Saudi, karena kondisi lingkungan yang sangat berbeda,” ujar dr Syarief dalam acara Workshop Tenaga Dokter Haji Khusus yang digelar Perdokhi di Jakarta, Sabtu (19/4/2025).

Dia mengatakan, faktor lingkungan seperti cuaca panas, perbedaan budaya dan bahasa, hingga aktivitas fisik tinggi selama ibadah bisa menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan, terutama bagi jamaah dengan komorbid seperti hipertensi.

“Kalau di rumah hipertensi-nya terkontrol, bisa jadi di sana jadi tidak terkontrol. Kenapa? Karena capek, makan tidak teratur, tidur kurang, dan aktivitas berlebihan,” ucap dia.

Sementara itu, kata Syarief, masih banyak calon jamaah yang tidak terbiasa bergerak aktif dalam kesehariannya. Sehingga, dia menyarankan, agar sejak jauh hari jamaah mulai melatih fisik, seperti dengan berjalan kaki rutin di lingkungan rumah atau masjid.

“Manasik itu bukan cuma doa-doa dan teori. Tapi juga harus ada manasik fisik. Jalan kaki bareng-bareng, pelan-pelan tapi konsisten, biar daya tahan tubuh terbentuk,” kata Syarief.

Tak hanya itu, kata dia, edukasi kesehatan harus terus diperkuat di semua level, mulai dari puskesmas hingga pusat. Terutama bagi jemaah reguler, yang menurutnya, masih kurang kesadaran dalam hal menjaga kesehatan.

“Kalau ONH Plus biasanya sudah paham, tinggal diingatkan. Tapi yang reguler perlu dicontohkan langsung, karena kadang cuma dikasih tahu ya nggak jalan juga,” ujar dia.

Syarief juga mengingatkan kepada jamaah akan pentingnya memperhatikan perlengkapan pribadi, seperti alas kaki, tas, hingga pakaian. Menurut dia, banyak kasus kaki lecet hingga cedera parah karena jemaah langsung tawaf tanpa alas kaki, atau membawa beban berlebihan.

“Lansia bawa tas berat, padahal sudah osteoporosis, bisa langsung cedera. Jangan sampai itu terjadi,” ujar Syarief.

Sebagai bagian dari upaya monitoring kesehatan jamaah, dia pun memperkenalkan inovasi terbaru yang dilakukannya, yaitu “Alfiat Smart Ring”. Perangkat digital berbentuk cincin ini bisa terhubung ke ponsel pintar.

Cincin pintar dikembangkan secara khusus oleh dr Syarief berdasarkan hasil riset terkait kesehatan jamaah. Dalam hal ini, dia bekerja sama dengan Pendiri Masjid Sejuta Pemuda, Ustaz Anggy F. Sulaiman.

“Fitur ini bisa mendeteksi tanda-tanda kelelahan, bahkan sebelum jemaah benar-benar drop. Kalau ada potensi lelah, alat akan kasih peringatan atau getar di ponsel,” ucap Syarief.

Dengan teknologi ini, dia berharap, kesehatan jamaah nantinya bisa lebih terpantau dan terhindar dari kejadian gawat darurat ketika melaksanakan ibadah haji.

“Goal-nya, ketika tiba waktu keberangkatan, jamaah sudah siap secara mental dan fisik. Dan tentu, bisa menunaikan ibadah dengan selamat dan mabrur,” kata dokter yang biasa dipanggil SHL ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Anggy menjelaskan, berbicara terkait kesehatan dan ibadah haji merupakan sebuah kewajiban. “Dan kami, selaku penyedia fasilitas teknologi, tentunya ingin berkontribusi dalam mewujudkan ketenangan yang paling purna dalam beribadah,” ujar dia.

Menurut Ustadz Anggy, teknologi ini bukan hanya sebatas tentang kesehatan fisik, tapi juga menjadi rumah bagi jamaah untuk mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dalam beribadah. “Selain diagnosa-diagnosa secara medis yang sifatnya preventif, kita juga punya fitur komuniti, kita juga punya fitur yang menggabungkan antara spiritual dengan health tracking,” ucap Ustadz Anggy. (yul)

musim panas, jamaah haji, kedokteran haji, kesehatana fisik haji,

Tags: HajiHaji 2025musim panas

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meluncurkan Pelayanan Psikologi Klinis di 12 UPTD Puskesmas Kota Bandung, Selasa 12 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Psikologi Klinis, Kini Tersedia di Puskesmas Kota Bandung

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Psikologi Klinis, kini tersedia di Puskemas Kota Bandung sebagai bentuk optimalisasi layanan bagi warga Kota Bandung. Saat...

Salah satu fasilitas umum videotron yang dirusak dan dibakar massa anarkis di kawasan Tamansari, Kota Bandung, bertepatan Hari Buruh, atau May Day 2026.(Foto:Istimewa).

Rusuh di Tamansari Bandung Saat May Day Libatkan 3 Kelompok, 13 Orang Jadi Tersangka

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat mengungkap aksi rusuh di kawasan Tamansari, Kota Bandung, bertepatan saat peringatan Hari Buruh Internasional, atau May...

Tim Hisab Rukyat Kemenag 2026.(Foto: Humas Kemenag)

Tim Hisab Rukyat Kemenag 2026 Dikukuhkan

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 dikukuhkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Menurut Menag, pengukuhan ini...

Ilustrasi korban penyekapan.(Foto:Istimewa).

Ayah Sekap 3 Anak di Bandung, Diselamatkan Polisi Sebelum Dibakar

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Tiga orang anak berhasil diselamatkan polisi dari aksi penyekapan ayah kandungnya di Kota Bandung, Jawa Barat. Pelaku yang melarikan...

Jasad AF (15), pelajar yang ditemukan di bantaran Sungai Citarum, usai pamit nonton bareng laga Persib melawan Persija.(Foto:Istimewa).

Viking Karawang: Pelajar Tewas di Sungai Citarum Bukan Bobotoh

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, KARAWANG--Seorang pelajar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan tewas di bantaran Sungai Citarum, usai pamit untuk nonton bareng (nobar)...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan tarif PNBP mineral ditunda.(Foto: Humas ESDM)

Tarif PNBP Mineral Ditunda

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Tarif PNBP mineral atau penerimaan negara bukan pajak (PNBP) iuran produksi untuk sejumlah komoditas mineral logam, mulai...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.