• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Musim Panas, Kedokteran Haji Ingatkan Pentingnya Persiapan Fisik Jamaah

Editor
Minggu, 20 April 2025 - 09:54
Peraturan Keamanan Ibadah Haji 2025 Dikeluarkan Arab Saudi, Patuhi 7 Hal Ini

Ilustrasi pelaksanaan haji. (foto: istimewa)

Faktor lingkungan seperti cuaca panas, perbedaan budaya dan bahasa, hingga aktivitas fisik tinggi selama ibadah bisa menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan.

SATUJABAR, JAKARTA — Penyelenggaraan ibadah haji 2025 di Arab Saudi akan bertepatan dengan musim panas. Karena itu, Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), dr Syarief Hasan Lutfie (SHL) mengingatkan, pentingnya persiapan fisik bagi jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci mulai 2 Mei 2025 mendatang.

RelatedPosts

MotoGP Mandalika Pertamina Dorong Homestay Lokal Naik Kelas

PMI Manufaktur Naik ke 52,4, Menkeu: Indikasi Ekspansi

Menkeu Suahasil: APBN Kredibel, Kinerja Fiskal Terjaga

Eks Direktur Utama RS Haji Jakarta ini menjelaskan, ibadah haji bukan hanya soal spiritual tapi juga ujian berat secara fisik. Kata dia, jamaah reguler Indonesia jumlahnya besar, lebih dari 221 ribu orang. Sisanya adalah jamaah haji khusus.

“Mereka harus sadar, bahwa haji adalah ibadah yang sangat berat fisiknya. Trigger-nya justru saat tiba di Arab Saudi, karena kondisi lingkungan yang sangat berbeda,” ujar dr Syarief dalam acara Workshop Tenaga Dokter Haji Khusus yang digelar Perdokhi di Jakarta, Sabtu (19/4/2025).

Dia mengatakan, faktor lingkungan seperti cuaca panas, perbedaan budaya dan bahasa, hingga aktivitas fisik tinggi selama ibadah bisa menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan, terutama bagi jamaah dengan komorbid seperti hipertensi.

“Kalau di rumah hipertensi-nya terkontrol, bisa jadi di sana jadi tidak terkontrol. Kenapa? Karena capek, makan tidak teratur, tidur kurang, dan aktivitas berlebihan,” ucap dia.

Sementara itu, kata Syarief, masih banyak calon jamaah yang tidak terbiasa bergerak aktif dalam kesehariannya. Sehingga, dia menyarankan, agar sejak jauh hari jamaah mulai melatih fisik, seperti dengan berjalan kaki rutin di lingkungan rumah atau masjid.

“Manasik itu bukan cuma doa-doa dan teori. Tapi juga harus ada manasik fisik. Jalan kaki bareng-bareng, pelan-pelan tapi konsisten, biar daya tahan tubuh terbentuk,” kata Syarief.

Tak hanya itu, kata dia, edukasi kesehatan harus terus diperkuat di semua level, mulai dari puskesmas hingga pusat. Terutama bagi jemaah reguler, yang menurutnya, masih kurang kesadaran dalam hal menjaga kesehatan.

“Kalau ONH Plus biasanya sudah paham, tinggal diingatkan. Tapi yang reguler perlu dicontohkan langsung, karena kadang cuma dikasih tahu ya nggak jalan juga,” ujar dia.

Syarief juga mengingatkan kepada jamaah akan pentingnya memperhatikan perlengkapan pribadi, seperti alas kaki, tas, hingga pakaian. Menurut dia, banyak kasus kaki lecet hingga cedera parah karena jemaah langsung tawaf tanpa alas kaki, atau membawa beban berlebihan.

“Lansia bawa tas berat, padahal sudah osteoporosis, bisa langsung cedera. Jangan sampai itu terjadi,” ujar Syarief.

Sebagai bagian dari upaya monitoring kesehatan jamaah, dia pun memperkenalkan inovasi terbaru yang dilakukannya, yaitu “Alfiat Smart Ring”. Perangkat digital berbentuk cincin ini bisa terhubung ke ponsel pintar.

Cincin pintar dikembangkan secara khusus oleh dr Syarief berdasarkan hasil riset terkait kesehatan jamaah. Dalam hal ini, dia bekerja sama dengan Pendiri Masjid Sejuta Pemuda, Ustaz Anggy F. Sulaiman.

“Fitur ini bisa mendeteksi tanda-tanda kelelahan, bahkan sebelum jemaah benar-benar drop. Kalau ada potensi lelah, alat akan kasih peringatan atau getar di ponsel,” ucap Syarief.

Dengan teknologi ini, dia berharap, kesehatan jamaah nantinya bisa lebih terpantau dan terhindar dari kejadian gawat darurat ketika melaksanakan ibadah haji.

“Goal-nya, ketika tiba waktu keberangkatan, jamaah sudah siap secara mental dan fisik. Dan tentu, bisa menunaikan ibadah dengan selamat dan mabrur,” kata dokter yang biasa dipanggil SHL ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Anggy menjelaskan, berbicara terkait kesehatan dan ibadah haji merupakan sebuah kewajiban. “Dan kami, selaku penyedia fasilitas teknologi, tentunya ingin berkontribusi dalam mewujudkan ketenangan yang paling purna dalam beribadah,” ujar dia.

Menurut Ustadz Anggy, teknologi ini bukan hanya sebatas tentang kesehatan fisik, tapi juga menjadi rumah bagi jamaah untuk mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dalam beribadah. “Selain diagnosa-diagnosa secara medis yang sifatnya preventif, kita juga punya fitur komuniti, kita juga punya fitur yang menggabungkan antara spiritual dengan health tracking,” ucap Ustadz Anggy. (yul)

musim panas, jamaah haji, kedokteran haji, kesehatana fisik haji,

Tags: HajiHaji 2025musim panas

Related Posts

Atmosfer Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 terasa sejak pengunjung tiba di Bandara Internasional Lombok.(Foto: Pertamina)

MotoGP Mandalika Pertamina Dorong Homestay Lokal Naik Kelas

Editor
9 Oktober 2026

LOMBOK - Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit tak hanya menjadi magnet bagi wisatawan,...

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (09/10).(Foto: Dok. Kemenkeu)

PMI Manufaktur Naik ke 52,4, Menkeu: Indikasi Ekspansi

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tren ekspansi dengan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur mencapai 52,4 pada September 2026. Capaian...

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (09/10).(Foto: Dok. Kemenkeu)

Menkeu Suahasil: APBN Kredibel, Kinerja Fiskal Terjaga

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya indikator volatilitas....

(Image: BRIN)

Impor Implan Tulang Traumatik Capai 94%, Profesor Riset BRIN Dorong Inovasi Lokal

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Implan tulang traumatik berperan penting untuk menstabilkan dan memperbaiki tulang akibat kecelakaan atau cedera dimana kebutuhan terus meningkat....

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pemanfaatan hasil riset dan teknologi antariksa untuk mendukung edukasi astronomi bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan antara lain melalui keterlibatan periset dalam kegiatan pembelajaran serta dukungan peralatan pengamatan astronomi di Imah Noong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(Image: BRIN)

BRIN dan Imah Noong Dongkrak Literasi Astronomi

Editor
9 Oktober 2026

BANDUNG - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pemanfaatan hasil riset dan teknologi antariksa untuk mendukung edukasi astronomi...

Kondisi lahan yang terbakal terjadi di Desa Kawung, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Kamis (8/10). (Foto: BPBD Kabupaten Sragen)

Kejadian dan Penanganan Bencana Hingga Jum’at (9/10)

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana dalam pemantauan selama 24 jam, sejak Kamis (8/10) pukul...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.