• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 1 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ratusan Nelayan Cumi di Indramayu Tolak VMS, Mahal dan Tak Bermanfaat

Editor
Rabu, 16 April 2025 - 08:07
NTN

Nelayan (pexels)

Selain itu, pembelian maupun pemasangan serta pajak alat tersebut dibebankan kepada para nelayan.

SATUJABAR, INDRAMAYU – Ratusan nelayan cumi Indramayu menggelar unjuk rasa. Mereka dengan tegas menolak kewajiban pemasangan Vessel Monitoring System (VMS) pada kapal mereka. Pasalnya, pembelian maupun pemasangan serta pajak alat tersebut dibebankan kepada para nelayan.

RelatedPosts

Ekspor Indonesia Januari–Juli 2026 Naik 4,43 Persen

Minimarket di Subang Dirampok Uang Rp.23 Juta Digasak, 4 Pelaku Diringkus Polisi

bank bjb dan YKEP Perkuat Sinergi, Perluas Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan

Adapun biaya pembelian VMS disebut senilai Rp 17 juta – Rp 20 juta. Nilai itu belum termasuk biaya pemasangan, pembelian aki, dan pajak per tahunnya. Kewajiban memasang VMS itu diketahui berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42/PERMENKP/2015.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa dilakukan di depan Kantor Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PPSDKP) Jakarta Wilayah Kerja Eretan, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Para nelayan yang datang dengan menggunakan sejumlah mobil bak terbuka langsung berkumpul di depan kantor tersebut yang dijaga ketat aparat kepolisian. Sejumlah perwakilan massa pun menggelar orasi dan melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan penderitaan nelayan.

Sempat terjadi saling dorong antara petugas dengan nelayan yang memaksa hendak masuk ke dalam kantor sambil membawa replika kapal. Beruntung, korlap berhasil menenangkan massa hingga aksi kembali berlangsung tertib.

Dalam orasinya, mereka menilai kewajiban pemasangan VMS pada kapal mereka sangat memberatkan karena harganya mahal. Padahal, nelayan sudah mengeluarkan biaya besar untuk operasional, biaya sandar, biaya kontribusi, dan biaya lainnya termasuk membayar pajak, di tengah penghasilan mereka yang minim.

“Aturan (pemasangan) VMS mencekik nelayan,” ucap para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Serikat Nelayan Cumi tersebut.

Koordinator aksi Lucky Mukhtar mengatakan, selain mahal, pemasangan VMS juga dinilai oleh nelayan tidak memberikan manfaat apapun. Jika hendak mengetahui posisi kapal nelayan, selama ini mereka sudah mempunyai radio sebagai alat monitoring maupun untuk komunikasi.

“Dengan radio itu bisa untuk komunikasi dengan nakhoda secara langsung, jadi bisa mengetahui posisi kapal. Kita tidak perlu memasang VMS,” katanya.

Lucky menambahkan, nelayan pun selama ini dibebani pajak dari hasil tangkapan sebesar lima persen. Ia mempertanyakan imbal balik pajak yang telah dibayar nelayan.

“Uang pajak kita ke mana? Itu bentuk sumbangsih kita, memberikan pendapatan untuk negara. Tapi, giliran kita butuh, kita mengajukan tuntutan, mereka seolah-olah tidak mendengarkan. Usulan ini sering kita ajukan, bahkan audiensi sudah kita tempuh dengan beberapa instansi, tetapi tidak menemukan hasil,” ucapnya.

Lucky mengungkapkan, jika pemerintah bersikukuh mewajibkan pemasangan VMS, nelayan bisa menerimanya asalkan digratiskan. “Kita mau memasang VMS, tapi semuanya difasilitasi oleh negara. Difasilitasi dalam artian VMS itu diberikan secara gratis, dan tidak ada pajaknya, karena kita sudah memberikan pajak kepada negara,” tukas Lucky.

Pengawas Perikanan Wilayah Kerja Eretan Asep Ruhiyat mengatakan, pemasangan VMS diwajibkan untuk semua kapal yang ijinnya ada di Pemerintah Pusat. Dia berjanji, akan menyampaikan aspirasi para nelayan.

“(Aspirasinya) tolak VMS dan permintaan VMS gratis. Tapi kami hanya pelaksana di lapangan. Nanti aspirasinya akan kami sampaikan ke pimpinan” ucap Asep. (yul)

Tags: nelayan cumi demonelayan eretantolak pemasangan vms

Related Posts

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan peti kemas. Menurut data Bappenas 2024, biaya logistik Indonesia turun signifikan. (Foto: Humas Pelindo),indeks harga ekspor

Ekspor Indonesia Januari–Juli 2026 Naik 4,43 Persen

Editor
1 September 2026

JAKARTA - Ekspor Indonesia Januari–Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar atau naik 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan...

Tangkapan layar rekaman CCTV aksi para pelaku perampokan di minimarket di Jalan Otto Iskandardinata, Kabupaten Subang.(Foto:Istimewa).

Minimarket di Subang Dirampok Uang Rp.23 Juta Digasak, 4 Pelaku Diringkus Polisi

Editor
1 September 2026

SATUJABAR, SUBANG--Aksi perampokan di sebuah minimarket di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan menodongkan senjata mainan, berhasil diungkap polisi. Empat pelaku...

bank bjb memperkuat sinergi dengan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) melalui pembaruan MoU Pemanfaatan Produk dan Jasa Layanan Perbankan.(Foto: Humas bank bjb)

bank bjb dan YKEP Perkuat Sinergi, Perluas Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan

Editor
1 September 2026

BANDUNG – bank bjb memperkuat sinergi strategis bersama Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) melalui pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)...

bank bjb mendukung Festival Duta Desa Gen Z 2026 yang digelar di Alun-Alun Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (29/8/2026).(Foto: Humas bank bjb)

bank bjb Dukung Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Kemajuan Daerah

Editor
1 September 2026

BANTEN – Potensi desa yang besar perlu dikelola secara terarah agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus membuka ruang...

Pada Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Nasional 2026 yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, bank bjb menerima dua penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). bank bjb menerima penghargaan dalam kategori Bank Teraktif Pelaksanaan Bank Goes to School (BGTS) serta penghargaan terkait Pembentukan Program OJK PEDULI Termasif.(Foto: Humas bank bjb)

bank bjb Raih Dua Penghargaan OJK di Puncak Hari Indonesia Menabung 2026

Editor
1 September 2026

BANDUNG – bank bjb kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Pada Puncak Hari...

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief memaparkan kinerja manufaktur Indonesia.(Foto: Istimewa), Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2026 sebesar 52,30.

Indeks Kepercayaan Industri Agustus 2026 Masih Ekspansif

Editor
1 September 2026

JAKARTA - Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2026 sebesar 52,30, ungkap Kementerian Perindustrian. Nilai Indeks Kepercayaan Industri tersebut menunjukkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.