• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Jejak Migrasi dan Adaptasi Maritim Manusia Purba di Wallacea

Editor
Senin, 24 Februari 2025 - 08:16
Taman Nasional Wakatobi

(Ilustrasi taman laut/pexels)

Wallacea adalah kawasan kepulauan di Indonesia bagian tengah yang dibatasi oleh selat-selat dalam. Kawasan ini meliputi Sulawesi, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, Halmahera, Buru, Seram, dan banyak pulau-pulau kecil lainnya.

Dikutip dari situs BRIN, Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan (PR ALMBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan National Museum of Ethnology (Minpaku) Jepang mendiseminasikan temuan terbaru hasil riset bersama. Temuan tersebut yaitu migrasi manusia dan adaptasi maritim dari akhir zaman Pleistosen hingga awal zaman Holosen di Wallacea Barat.

RelatedPosts

227 Perlintasan Sebidang Kereta Api di Wilayah Daop 2 Bandung Tidak Dijaga Resmi

Pengemudi Mabuk, Mobil Minibus di Sukabumi Tabrak 4 Sepeda Motor dan Ambulans

Sebanyak 92.257 Buruh Akan Hadiri Mayday Fiesta 2026 di Monas, Polri Siapkan Pengawalan

Dalam webinar Sharing Session Human Migration and Maritime Adaptation from the Late Pleistocene to the Early Holocene in Western Wallacea yang diselenggarakan Kamis (20/02) di Jakarta, Rintaro Ono, peneliti dari Minpaku Jepang mengungkapkan bahwa penelitian arkeologi yang ia lakukan di Sulawesi telah memberikan bukti penting mengenai perpindahan manusia dan pola eksploitasi sumber daya laut sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Dalam presentasinya, ia membahas dua topik utama. Pertama, migrasi manusia ke Sulawesi dan wilayah barat Wallacea pada masa Pleistosen Akhir. Disampaikannya, penelitian yang dilakukan di Gua Topogaro, Sulawesi Tengah, menunjukkan bahwa manusia pertama tiba di wilayah tersebut sekitar 42.000 tahun yang lalu.

“Ekskavasi yang dimulai sejak 2016 sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, tetapi dilanjutkan kembali pada tahun 2023. Penemuan artefak batu, tulang hewan, serta sisa-sisa makanan laut menjadi bukti penting tentang kehidupan awal manusia di wilayah ini,” jelasnya.

Kemudian, topik kedua berkaitan dengan adaptasi maritim manusia pada masa Holosen. Dijelaskannya bahwa perubahan lingkungan akibat kenaikan permukaan laut sekitar 10.000 tahun yang lalu mendorong manusia untuk beradaptasi dengan eksploitasi sumber daya laut yang lebih intensif.

Dalam ekskavasi yang dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Gua Topogaro, ia menyebutkan telah ditemukan bukti peningkatan penggunaan teknologi alat batu serta peningkatan konsumsi makanan laut seperti ikan dan kerang. “Hal ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu telah memiliki strategi bertahan hidup yang berkembang sesuai dengan perubahan lingkungan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jalur migrasi manusia ke Wallacea yang terbagi menjadi dua rute utama. Rute tersebut yaitu rute utara melalui Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku, serta rute selatan melalui Jawa, Bali, Flores, dan Timor menuju Australia.

Ia kemudian menyampaikan ekskavasi di situs Liang Sarru, Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara yang dilakukan sejak 2004. Temuan ini mengindikasikan bahwa manusia telah melakukan pelayaran jarak jauh sejauh 100 kilometer dari Pulau Mindanao di Filipina ke Sulawesi sejak 30.000 tahun yang lalu. “Ini menjadi bukti bahwa teknologi pelayaran dan navigasi telah berkembang lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya,” ujarnya.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa temuan terbaru dari penelitian ini masih dalam tahap analisis lebih lanjut dan belum dipublikasikan secara resmi. Ia berharap ekskavasi yang akan dilakukan selanjutnya dapat mengungkap lebih banyak bukti mengenai migrasi awal Homo Sapiens ke Sulawesi serta perkembangan teknologi maritim di Wallacea.

Guna memperdalam pemahaman tentang sejarah migrasi manusia di kawasan tersebut, ia juga mengajak peneliti lain untuk berkolaborasi dalam studi lebih lanjut.

Peneliti PR ALMBB BRIN, Syahruddin Mansyur mengungkapkan bahwa situs gua Topogaro di pesisir timur Sulawesi menyimpan jejak penting periode modern awal. Diungkapkannya, berdasarkan hasil penelitian, lapisan tanah bagian atas situs tersebut menunjukkan hasil sekitar abad ke-16 hingga ke-17, yang sesuai dengan periode modern awal dalam kajian Asia Tenggara.

“Salah satu temuan menarik dari situs ini adalah soronga atau wadah kubur, yang juga ditemukan di situs lain seperti Tokan Dindi dan sepanjang pesisir timur Sulawesi, termasuk Kolaka,” ungkapnya.

Namun, ia menyoroti ancaman yang dihadapi situs Gua Topogaro akibat aktivitas tambang yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penelitian. “Selain tambang besar seperti nikel, penambangan batuan di sekitar situs semakin mengancam kelestariannya. Upaya pelestarian telah dilakukan, termasuk penetapan Topogaro sebagai situs cagar budaya tingkat Kabupaten pada 2022 serta perencanaan pendirian museum oleh pemerintah setempat,” rincinya.

Disampaikannya pula hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang migrasi manusia dan adaptasi maritim di kawasan Wallacea, sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap situs bersejarah ini.

Tags: BRINmaritimwallacewallacea

Related Posts

Perlintasan kereta api tanpa palang pintu. (Foto: Istimewa)

227 Perlintasan Sebidang Kereta Api di Wilayah Daop 2 Bandung Tidak Dijaga Resmi

Editor
30 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Perlintasan sebidang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mencapai ratusan. Dari...

Ilustrasi tabrakan.(Foto:Istimewa).

Pengemudi Mabuk, Mobil Minibus di Sukabumi Tabrak 4 Sepeda Motor dan Ambulans

Editor
30 April 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Sebuah mobil minibus melaju ugal-ugalan hingga menabrak empat sepeda motor, mobil ambulans, dan terakhir menghantam tiang listrik di Kabupaten...

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.(Foto: Dok. Korlantas Polri)

Sebanyak 92.257 Buruh Akan Hadiri Mayday Fiesta 2026 di Monas, Polri Siapkan Pengawalan

Editor
30 April 2026

Pergerakan buruh dari wilayah Jawa Barat yang akan mengikuti Mayday Fiesta 2026 di Monas tercatat sebanyak 92.257 orang yang akan...

Musala.(Pexels)

Inovasi Jabar Lahirkan Produk Pariwisata Ramah Muslim

Editor
30 April 2026

Pariwisata Ramah Muslim bukanlah upaya mengubah karakter destinasi, melainkan menghadirkan layanan tambahan (extended services) berupa amenitas yang mampu memenuhi kebutuhan...

Anwar Satibi (38), ayah kandung Nizam Syafei (12), saat menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Sukabumi.(Foto:Istimewa).

Kasus Kematian Nizam di Sukabumi, Ayah Kandung Korban Ditetapkan Tersangka

Editor
30 April 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Proses pengusutan atas kasus kematian Nizam Syafei, bocah berusia 12 tahun, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus bergulir. Polisi...

SMAN 1 Sindang Indramayu.(Foto: SMAN1 Sindang)

2 SMA dan 1 SMK di Indramayu dan Majalengka Berubah Jadi Sekolah ‘Maung’

Editor
30 April 2026

Persyaratan khusus yang membedakan dengan sekolah SMA/SMK reguler lainnya yaitu prestasi nilai kemampuan akademik, kemampuan IQ nya minimal 130 yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.