• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemeriahan Cap Go Meh di Garut, Tunjukkan Toleransi dan Perdamaian

Editor
Senin, 24 Februari 2025 - 07:17
barongsai di cap go meh Garut

Barongsai di Cap Go Meh Garut.(Foto: Humas Pemkab Garut)

BANDUNG – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Garut yang digelar di Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, pada Minggu (23/2/2025). Ia menilai kemeriahan acara tersebut sebagai cerminan dari hadirnya toleransi dan perdamaian antarumat beragama di Garut, yang dikenal sebagai Kota Intan.

Putri mengungkapkan kebanggaannya atas pelaksanaan Cap Go Meh yang tidak hanya menghibur masyarakat Garut dengan berbagai tampilan budaya, seperti barongsai, tetapi juga menjadi sarana untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan di tengah kesibukan. “Ini kan hiburan buat masyarakat Garut, kita senang bisa ada acara seperti ini, karena masyarakat bisa berkumpul, jajan, dan menikmati hiburan,” katanya.

RelatedPosts

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Menelusuri Jejak Sejarah Pahlawan Margonda di Bogor

Menurut Putri, masyarakat Garut sangat antusias menyambut pelaksanaan Cap Go Meh tahun ini, terlebih setelah momen Hari Jadi Kabupaten Garut ke-212 yang dirayakan secara sederhana. “Alhamdulillah, dari ujung sini sampai ujung sana ramai sekali, jarang-jarang ada acara sebesar ini. Momen ini bisa jadi pengganti bagi kebersamaan yang kita kurang rasakan saat Hari Jadi Garut kemarin,” ujarnya dikutip situs Pemkab Garut.

(Foto: Humas Pemkab Garut)

Pembimas Buddha Provinsi Jawa Barat, Bodhi Giri Ratana, menyatakan bahwa penyelenggaraan Cap Go Meh di Garut menjadi ajang yang luar biasa, karena berhasil memadukan budaya kearifan lokal dengan budaya Tiongkok, sehingga menciptakan pengalaman yang unik. Ia berharap Cap Go Meh kali ini dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Garut dan Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut, Maman Suryaman, menilai perayaan Cap Go Meh sebagai momentum yang istimewa bagi seluruh warga Garut, tidak hanya bagi umat Konghucu atau Tionghoa, tetapi juga bagi semua pihak yang hidup dalam keberagaman. “Perayaan Cap Go Meh bukan hanya sekadar budaya, tetapi juga simbol kebersamaan yang mengajarkan kita untuk saling menghormati dan mempererat persaudaraan antar umat beragama,” katanya. Ia juga menekankan bahwa harmoni dan persaudaraan adalah kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Ketua Pelaksana Cap Go Meh Garut, Henry Cahya, menjelaskan bahwa Cap Go Meh adalah tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa yang dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian perayaan Imlek. Henry juga menambahkan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini memiliki keistimewaan karena bertepatan dengan ulang tahun Klenteng Fu Long Miao atau Vihara Dharma Loka yang ke-145.

Tags: cap go meh

Related Posts

Pertunjukan angklung.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Editor
30 April 2026

Pada puncak perayaan Hardiknas 2 Mei 2026 nanti, pertunjukan angklung akan mendominasi rangkaian acara di Kuningan. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).(Foto: Humas Kemenbud)

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Editor
29 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Hari itu suasana cukup terlihat cukup khidmat saat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah...

Sketsa Pahlawan Nasional Margonda.(AI)

Menelusuri Jejak Sejarah Pahlawan Margonda di Bogor

Editor
27 April 2026

Kisah perjuangan Margonda perlu diangkat agar masyarakat mengetahui keterkaitannya dengan Kota Bogor. SATUJABAR, BOGOR - Nama Margonda selama ini lebih...

Pawai Lebaran di Bojonggede Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ngamumule Tradisi Lebaran di Bojonggede Ala Bupati Bogor

Editor
27 April 2026

Salah satu ciri khas tradisi ini adalah adanya pawai budaya yang memadukan unsur budaya Betawi dan Sunda. SATUJABAR, BOJONGGEDE -...

Kirab Mahkota Binokasih.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Milangkala Tatar Sunda, Kirab Mahkota Binokasih Digelar 8-9 Mei 2026

Editor
27 April 2026

Kirab akan berlangung dari Sumedang dilanjutkan Ciamis, Bogor, dan Bandung. SATUJABAR, SUMEDANG – Kirab mahkota Binokasih akan menjadi salah satu...

Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat (24/04/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Nuansa Budaya Kasumedangan di Hari Jadi Sumedang Ke-448

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan  hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.