• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemeriahan Cap Go Meh di Garut, Tunjukkan Toleransi dan Perdamaian

Editor
Senin, 24 Februari 2025 - 07:17
barongsai di cap go meh Garut

Barongsai di Cap Go Meh Garut.(Foto: Humas Pemkab Garut)

BANDUNG – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Garut yang digelar di Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, pada Minggu (23/2/2025). Ia menilai kemeriahan acara tersebut sebagai cerminan dari hadirnya toleransi dan perdamaian antarumat beragama di Garut, yang dikenal sebagai Kota Intan.

Putri mengungkapkan kebanggaannya atas pelaksanaan Cap Go Meh yang tidak hanya menghibur masyarakat Garut dengan berbagai tampilan budaya, seperti barongsai, tetapi juga menjadi sarana untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan di tengah kesibukan. “Ini kan hiburan buat masyarakat Garut, kita senang bisa ada acara seperti ini, karena masyarakat bisa berkumpul, jajan, dan menikmati hiburan,” katanya.

RelatedPosts

Syukuran Nelayan Ujunggenteng di Mata Bupati Asep Japar

Kisah Madrasah yang Hilang Di Terjang Banjir Aceh

Pagelaran Wayang 4 Dalang di Jasinga Bogor

Menurut Putri, masyarakat Garut sangat antusias menyambut pelaksanaan Cap Go Meh tahun ini, terlebih setelah momen Hari Jadi Kabupaten Garut ke-212 yang dirayakan secara sederhana. “Alhamdulillah, dari ujung sini sampai ujung sana ramai sekali, jarang-jarang ada acara sebesar ini. Momen ini bisa jadi pengganti bagi kebersamaan yang kita kurang rasakan saat Hari Jadi Garut kemarin,” ujarnya dikutip situs Pemkab Garut.

(Foto: Humas Pemkab Garut)

Pembimas Buddha Provinsi Jawa Barat, Bodhi Giri Ratana, menyatakan bahwa penyelenggaraan Cap Go Meh di Garut menjadi ajang yang luar biasa, karena berhasil memadukan budaya kearifan lokal dengan budaya Tiongkok, sehingga menciptakan pengalaman yang unik. Ia berharap Cap Go Meh kali ini dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Garut dan Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut, Maman Suryaman, menilai perayaan Cap Go Meh sebagai momentum yang istimewa bagi seluruh warga Garut, tidak hanya bagi umat Konghucu atau Tionghoa, tetapi juga bagi semua pihak yang hidup dalam keberagaman. “Perayaan Cap Go Meh bukan hanya sekadar budaya, tetapi juga simbol kebersamaan yang mengajarkan kita untuk saling menghormati dan mempererat persaudaraan antar umat beragama,” katanya. Ia juga menekankan bahwa harmoni dan persaudaraan adalah kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Ketua Pelaksana Cap Go Meh Garut, Henry Cahya, menjelaskan bahwa Cap Go Meh adalah tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa yang dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian perayaan Imlek. Henry juga menambahkan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini memiliki keistimewaan karena bertepatan dengan ulang tahun Klenteng Fu Long Miao atau Vihara Dharma Loka yang ke-145.

Tags: cap go meh

Related Posts

Bupati Sukabumi Asep Japar menyerahkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan secara simbolis kepada para nelayan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab Sukabumi)

Syukuran Nelayan Ujunggenteng di Mata Bupati Asep Japar

Editor
16 Juni 2026

Syukuran Nelayan Ujunggenteng memasuki usia ke-60 membawa kesan mendalam bagi Bupati Sukabumi Asep Japar. Baginya, menghadiri puncak peringatan itu tak...

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya Aceh yang hilang diterjang banjir pada akhir November 2025.(Foto: Dok. Humas Kemenag)

Kisah Madrasah yang Hilang Di Terjang Banjir Aceh

Editor
14 Juni 2026

Bencana yang terjadi pada November 2025 itu sungguh memilukan melanda Kawasan Sumatra di bagian utara antara lain Aceh, Sumatra Utara,...

Suasana pagelaran wayang golek di Jasingan Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Pagelaran Wayang 4 Dalang di Jasinga Bogor

Editor
12 Juni 2026

Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang yang menampilkan para seniman pewayangan ternama, yakni Dadan Sunandar Sunarya, Arie Sunarya, Khanha Ade Kosasih...

Peringatan tsunami

Tsunami Besar di Selatan Jawa 400 Tahun Lalu, Begini Faktanya

Editor
9 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian paleotsunami yang dilakukan di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Bali mengungkap indikasi kuat bahwa tsunami besar...

Kirab Pusaka Kujang dalam rangkaian kegiatan Babakti Tugu Kujang saat Hari Jadi Bogor 544.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Hari Jadi Bogor 544: Kirab 140 Pusaka Kujang di Kota Bogor

Editor
8 Juni 2026

SATUJABAR, BOGOR – Hari Jadi Bogor ke-544 masih berlangsung dalam rangkaian acara yang dikemas oleh Pemerintah Kota Bogor antara lain...

Wali Kota Bogor di Pameran Pusaka Nusantara yang berbarengan dengan peringatan Hari Jadi Bogor 544.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Hari Jadi Bogor Diperkaya Pameran Pusaka Nusantara

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, BOGOR – Hari Jadi Bogor 544 diisi dengan Pameran Pesona Pusaka Nusantara. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.