• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

KNKT: 60 Persen Penyebab Kecelakaan Transportasi Darat Faktor Pengemudi Kelelahan

Editor
Rabu, 18 Desember 2024 - 12:20
KNKT: 60 Persen Penyebab Kecelakaan Transportasi Darat Faktor Pengemudi Kelelahan

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, JAKARTA– Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat, 60 persen kecelakaan pada moda angkutan darat banyak terjadi karena human error, faktor manusia. Penyebabnya didominasi kelelahan pengemudi saat berkendara.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan, human error, atau faktor manusia menjadi penyebab banyak terjadi kecelakaan moda angkutan darat. Angkanya mencapai 60 persen, yang didominasi karena kelelahan pengemudi saat berkendara di jalan.

RelatedPosts

Harga Emas Senin 26/10/2026 Antam Rp 2.540.000 Per Gram

Wali Kota Bogor Tinjau Kebakaran Ruko di Surya Kencana

Ribuan Bibit Ikan Nilem Ditabur di Situ Plaza Cibinong

“Faktor kelelahan pengemudi paling berkontribusi banyak terjadi kecelakaan pada moda angkutan darat. Itu terkait dengan masalah jam kerja dan jam istirahat, khususnya pengemudi angkutan barang dan angkutan penumpang,” ujar Soerjanto saat merilis ‘Capaian Kinerja Investigasi Keselamatan Transportasi 2024’ di gedung KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2024).

Soerjanto membandingkan jam kerja antara pengemudi angkutan darat dengan pesawat terang (pilot), sehingga penyebab faktor kelelahan angkanya mencapai 60 persen. Jam kerja pilot ada batasannya, sedangkan pengemudi angkutan darat belum ada.

“Kita ketahui, seperti di penerbangan, ada batasannya. Sehari 8 jam terbang, 14 jam waktu kerja, seminggu dibatasi 30 jam, sebulan dibatasi 110 jam, setahun dibatasi 1.050 jam. Nah, beda dengan di moda darat, belum ada batasan yang jelas,” kata Soerjanto.

Soerjanto mengungkapkan, tidak ada standar pasti terkait medical check-up kepada pengemudi angkutan moda darat. Kondisi tersebut membuat faktor manusia berkontribusi besar dalam terjadinya kecelakaan.

Soerjanto mengingatkan, perlu ada standar tes kesehatan bagi pengemudi sehingga layak berkendara di jalan. Wajib dilakukan untuk menimalisasi resiko kecelakaan, yang disebabkan faktor human error.

“Tiga moda transportasi, pelayaran, penerbangan, dan kereta api, telah memiliki standar medical check-up, sebagai standar layak tidaknya pengemudi melaksanakan tugas, atau mengemudikan kendaraan. Kita baru bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), untuk membuat regulasi terkait standar kesehatan bagi pengemudi. Usulan standar medical check-up bagi pengemudi, khusus moda darat seperti apa” ungkap Soerjanto.

Saat ini belum ada regulasi yang memadai terkait jam kerja pengemudi moda darat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), KNKT, serta stakeholder lainnya, sedang merumuskan dua regulasi penting terkait jam kerja pengemudi, untuk menurunkan resiko kecelakaan.(chd).

Tags: human errorkecelakaankendaraanKNKT

Related Posts

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 26/10/2026 Antam Rp 2.540.000 Per Gram

Editor
26 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 26/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.540.000 per gram...

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di lokasi kebakaran di Jalan Surya kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (25/10/2026).(Foto: Diskominfo Kota Bogor)

Wali Kota Bogor Tinjau Kebakaran Ruko di Surya Kencana

Editor
26 Oktober 2026

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, berangkat dari kediamannya menggunakan sepeda motor menuju lokasi kebakaran di Jalan Surya Kencana itu....

Tabur benih ikan di Situ Plaza Cibinong.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ribuan Bibit Ikan Nilem Ditabur di Situ Plaza Cibinong

Editor
26 Oktober 2026

CIBINONG  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) terus mendorong pelestarian ekosistem perairan umum sekaligus menjaga...

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

3 Juru Parkir di Pasar Induk Caringin Bandung Diserang 1 Tewas 2 Luka Berat, Berawal Dituduh Mencuri

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polisi masih memburu para pelaku penyerangan terhadap tiga orang juru parkir di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa...

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Karhutla di Jabar Sepanjang 2026: 1.109 Hektare Lahan Terbakar

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Barat mengalami lonjakan sepanjang tahun 2026. Tercatat, total sudah 1.109,25...

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Karhutla di Gunung Ciremai Kuningan Terkendali, Polisi Usut Penyebab Kebakaran

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.