• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 30 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kejar Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Kemendag Bidik Ekspor Capai USD 294,45 Miliar pada 2025

Editor
Rabu, 20 November 2024 - 06:09
Terminal peti kemas ekspor impor Pelindo

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat pertumbuhan signifikan dalam arus peti kemas mereka untuk semester pertama tahun 2024.(FOTO: Humas Pelindo)

BANDUNG – Kementerian Perdagangan melalui Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) menargetkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 294,45 miliar pada tahun 2025, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 7,1 persen.

Target ini sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen pada 2029. Pertumbuhan ekspor dinilai sebagai salah satu pengungkit utama dalam mendorong perekonomian nasional.

RelatedPosts

Wali Kota Bandung Janji Prioritaskan Jalan Rusak

Pengakuan Youtuber ‘Resbob’ dalam Sidang Kasus Menghina Suku Sunda

Presiden Prabowo Disambut Hangat Kaisar Jepang Naruhito

Kepala BKPerdag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Gambir Trade Talk (GTT) #17 yang diselenggarakan secara hibrida di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (19/11/2024). GTT #17 mengangkat tema “Outlook Perdagangan Luar Negeri Indonesia Tahun 2025”.

Puntodewi menjelaskan, untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia, ekspor harus tumbuh antara 7 hingga 10 persen. “Pada 2025, kami menargetkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 294,45 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 7,1 persen. Nilai ekspor ini diharapkan terus meningkat hingga 2029, mencapai USD 405,69 miliar dengan pertumbuhan sebesar 9,64 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Puntodewi merujuk proyeksi dari World Bank dan International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2025 berada di kisaran 2,7 hingga 3,2 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2024 yang sebesar 5 persen. Selain itu, volume perdagangan barang dan jasa global juga diproyeksikan tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 3,4 persen pada 2025.

Puntodewi menekankan bahwa untuk mencapai target ekspor ini, Indonesia membutuhkan kebijakan kunci, pendorong utama, dan sektor-sektor yang dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi. Salah satu aspek pentingnya adalah ekspor yang tumbuh tinggi.

Kementerian Perdagangan telah mengidentifikasi tiga program fokus untuk mencapai target ekspor ini, yakni pertama, pengamanan pasar domestik untuk memastikan produk lokal dapat bersaing di pasar dalam negeri; kedua, perluasan pasar ekspor dengan meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia di pasar global; dan ketiga, mendukung UMKM melalui program “Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor” untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional.

GTT #17 juga menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Direktur Eksekutif CORE Indonesia, M. Faisal, Ketua Komite Perdagangan Luar Negeri APINDO, Budihardjo Iduansjah, dan Tenaga Pendidikan Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada, Arum Kusumaningtyas. Acara ini bertujuan untuk menggali informasi dan mendapatkan masukan terkait peluang dan tantangan perdagangan luar negeri Indonesia di tahun 2025, serta merumuskan strategi yang tepat untuk menghadapinya.

Faisal, dalam kesempatan tersebut, menyatakan bahwa surplus perdagangan Indonesia diperkirakan akan berlanjut pada 2025 meskipun dengan penurunan. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan utama adalah melemahnya permintaan global dan peningkatan hambatan perdagangan yang dapat mempengaruhi penetrasi ekspor Indonesia, khususnya ke mitra dagang utama.

Sementara itu, Budihardjo Iduansjah mengungkapkan bahwa meskipun ada peluang melalui pergeseran rantai nilai global dan optimalisasi perjanjian dagang, tantangan besar masih ada, terutama terkait kebijakan mitra dagang utama seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

Arum Kusumaningtyas dari UGM menekankan pentingnya perbaikan tata kelola pemerintahan dan perdagangan di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai strategi untuk mencapai target perdagangan yang lebih ambisius dalam periode 2025-2029.

GTT #17 diharapkan dapat menjadi platform yang produktif dalam menyusun kebijakan perdagangan yang mendukung peningkatan ekspor Indonesia dan mengoptimalkan potensi pasar global yang semakin kompetitif.

Tags: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Related Posts

Perbaikan jalan di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung Janji Prioritaskan Jalan Rusak

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Sebanyak 17 ruas jalan menjadi prioritas Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk segera diperbaiki pada triwulan kedua...

Sidang kasus ujaran kebencian penghinaan Suku Sunda, dengan terdakwa, Muhammad Adimas Firdaus alias 'Resbob' kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (30/03/2026).

Pengakuan Youtuber ‘Resbob’ dalam Sidang Kasus Menghina Suku Sunda

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian penghinaan terhadap Suku Sunda di media sosial, dengan terdakwa Yotuber sekaligus Streamer, Muhammad Adimas...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut Kaisar Jepang Naruhito. Presiden melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/03/2026). (Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Disambut Hangat Kaisar Jepang Naruhito

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, TOKYO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo,...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Wakil Menteri Perhubungan Suntana.(Foto: Istimewa)

Jumlah Perjalanan Orang Selama Angkutan Lebaran 2026 capai 147,55 Juta

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Jumlah orang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran (13-29 Maret 2026) mencapai 147,55 juta orang atau naik...

Preman Garut, Dadang Sumarna alias Dadang 'Buaya' kembali ditangkap polisi setelah menganiaya warga.(Foto:Istimewa).

Aniaya Warga, Preman Garut Dadang ‘Buaya’ Kembali Masuk Penjara

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, GARUT--Dadang Sumarna, preman asal Garut Selatan, yang dikenal dengan sebutan Dadang 'Buaya', kembali harus berurusan dengan polisi. Dadang 'Buaya'...

Ilustrasi korban tenggelam di sungai.(Foto:Istimewa).

2 Pengendara Sepeda Motor Hilang Tebawa Arus Air di Jalur Puncak Cianjur

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Dua orang pengendara sepeda motor berboncengan dilaporkan hilang di Jalur Puncak, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kedua korban diduga...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.