• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 5 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Penelitian Keanekaragaman Keong Darat di Indonesia: Potensi Obat Herbal dan Ekonomi

Editor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 08:43
BRIN, Minyak kayu putih

BRIN

BANDUNG – Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ayu Savitri Nurinsiyah, sedang melakukan penelitian mendalam tentang keanekaragaman dan potensi pemanfaatan keong darat di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada penggalian pengetahuan tradisional masyarakat terkait penggunaan keong darat sebagai obat herbal.

Ayu bersama timnya, yang terdiri dari mahasiswa doktoral IPB, menyelidiki etnomalakologi, yaitu pengetahuan tradisional mengenai pemanfaatan moluska. Penelitian ini menjadi landasan bagi bioprospeksi untuk pengembangan produk obat modern.

RelatedPosts

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Karhutla Kalimantan, Peluang Hujan Turun 4-8 September 2026

Orangutan Terdampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center

Dalam penelitian ini, Ayu dan tim berhasil mengidentifikasi lima kelompok keong, yaitu Lissachatina fulica, Amphidromus palaceus, Dyakia rumphii, Ampullariidae, dan Viviparidae.

“Kelima kelompok ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional, seperti untuk menyembuhkan luka, asma, dan berbagai penyakit lainnya,” ungkapnya dalam webinar “Applied Zoologi Summer School #8” pada Kamis (3/10) seperti dikutip situs BRIN.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang penggunaan keong darat semakin langka, masyarakat di beberapa daerah di Indonesia masih memanfaatkan keong ini untuk tujuan pengobatan. Penelitian ini juga menyoroti potensi besar keong darat untuk dikembangkan sebagai bahan dasar obat-obatan modern.

Ayu menjelaskan bahwa dari 126.316 spesies keong yang terdaftar di dunia (Molluscabase.org, 2024), lebih dari 5.000 spesies atau sekitar 6 persen terdapat di Indonesia. Dari total tersebut, terdapat 1.294 spesies keong darat, dengan 595 di antaranya merupakan spesies endemik Indonesia.

Pulau Jawa dan sekitarnya menjadi salah satu daerah dengan keanekaragaman spesies keong darat yang tinggi, dengan 263 spesies yang teridentifikasi, di mana 104 di antaranya adalah spesies endemik. Beberapa spesies hanya ditemukan di lokasi tertentu, seperti pegunungan Halimun dan daerah Yogyakarta.

“Keanekaragaman ini tidak hanya terlihat dari segi jumlah spesies, tetapi juga dari variasi morfologis, habitat, dan perilaku ekologis. Ada keong darat yang hidup di habitat kering, sementara yang lain lebih suka lingkungan lembab,” jelas Ayu.

Potensi Keong Darat

Keong darat memiliki peran ekologis yang penting dan potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk kuliner, obat-obatan, dan kosmetik. Di beberapa negara, keong telah digunakan sebagai sumber protein alternatif yang bernilai tinggi, seperti escargot di Prancis.

Selain itu, lendir yang dihasilkan keong darat juga memiliki nilai medis yang signifikan, dikenal memiliki sifat antibakteri dan efektif dalam penyembuhan luka serta regenerasi jaringan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lendir keong dapat mempercepat proses penyembuhan.

Keong darat juga kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi untuk produk kosmetik, terutama perawatan kulit. Lendirnya yang mengandung kolagen dan elastin diyakini dapat menjaga kelembapan kulit dan merangsang produksi sel baru, sehingga berpotensi untuk produk anti-penuaan.

Ayu mencatat bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan riset ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman keong darat. Banyak yang masih menganggap keong sebagai hama, padahal keong memiliki peran ekologis dan ekonomi yang vital.

“Upaya penelitian dan konservasi juga masih terbatas, terutama dalam pendokumentasian spesies keong darat di Indonesia. Kurangnya data distribusi dan populasi membuat konservasi menjadi lebih sulit,” tutup Ayu.

BRIN terus berupaya melakukan penelitian dan konservasi berkelanjutan untuk memastikan keanekaragaman keong darat tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara bijaksana demi kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan.

Tags: Keongobat berbal

Related Posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan hadiri kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu 5 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk...

Koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Karhutla Kalimantan, Peluang Hujan Turun 4-8 September 2026

Editor
5 September 2026

PONTIANAK - Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4-8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat....

Orangutan di habitat hutan Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Orangutan Terdampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center

Editor
5 September 2026

PALANGKA RAYA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (04/09/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Dilakukan Tegas, Transparan, dan Akuntabel

Editor
5 September 2026

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di...

Perkumpulan Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASTI periode 2026–2030 sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi, dan mendorong profesionalisme terapis spa dan wellness Indonesia.(Foto: Istimewa)

ASTI Kukuhkan Kepengurusan 2026–2030, Perkuat Profesionalisme Terapis Spa Indonesia

Editor
5 September 2026

JAKARTA - Perkumpulan Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASTI periode 2026–2030 sebagai bagian dari upaya...

KAI Expo 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

KAI Expo 2026, Kemenpar: Dorong Pariwisata Indonesia

Editor
5 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan KAI Expo 2026 yang menawarkan perjalanan kereta api ke berbagai destinasi di Pulau...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.