• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Penelitian Keanekaragaman Keong Darat di Indonesia: Potensi Obat Herbal dan Ekonomi

Editor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 08:43
BRIN

BRIN

BANDUNG – Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ayu Savitri Nurinsiyah, sedang melakukan penelitian mendalam tentang keanekaragaman dan potensi pemanfaatan keong darat di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada penggalian pengetahuan tradisional masyarakat terkait penggunaan keong darat sebagai obat herbal.

Ayu bersama timnya, yang terdiri dari mahasiswa doktoral IPB, menyelidiki etnomalakologi, yaitu pengetahuan tradisional mengenai pemanfaatan moluska. Penelitian ini menjadi landasan bagi bioprospeksi untuk pengembangan produk obat modern.

RelatedPosts

Harga Emas Batangan Antam Senin 20/4/2026 Rp 2.840.000 Per Gram

Jelang Kurban 2026, Pemkot Siapkan Sistem Kurban Sehat dan Halal

Pemkot Bandung Terus Garuk Parkir Liar, Puluhan Kendaraan Ditertibkan

Dalam penelitian ini, Ayu dan tim berhasil mengidentifikasi lima kelompok keong, yaitu Lissachatina fulica, Amphidromus palaceus, Dyakia rumphii, Ampullariidae, dan Viviparidae.

“Kelima kelompok ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional, seperti untuk menyembuhkan luka, asma, dan berbagai penyakit lainnya,” ungkapnya dalam webinar “Applied Zoologi Summer School #8” pada Kamis (3/10) seperti dikutip situs BRIN.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang penggunaan keong darat semakin langka, masyarakat di beberapa daerah di Indonesia masih memanfaatkan keong ini untuk tujuan pengobatan. Penelitian ini juga menyoroti potensi besar keong darat untuk dikembangkan sebagai bahan dasar obat-obatan modern.

Ayu menjelaskan bahwa dari 126.316 spesies keong yang terdaftar di dunia (Molluscabase.org, 2024), lebih dari 5.000 spesies atau sekitar 6 persen terdapat di Indonesia. Dari total tersebut, terdapat 1.294 spesies keong darat, dengan 595 di antaranya merupakan spesies endemik Indonesia.

Pulau Jawa dan sekitarnya menjadi salah satu daerah dengan keanekaragaman spesies keong darat yang tinggi, dengan 263 spesies yang teridentifikasi, di mana 104 di antaranya adalah spesies endemik. Beberapa spesies hanya ditemukan di lokasi tertentu, seperti pegunungan Halimun dan daerah Yogyakarta.

“Keanekaragaman ini tidak hanya terlihat dari segi jumlah spesies, tetapi juga dari variasi morfologis, habitat, dan perilaku ekologis. Ada keong darat yang hidup di habitat kering, sementara yang lain lebih suka lingkungan lembab,” jelas Ayu.

Potensi Keong Darat

Keong darat memiliki peran ekologis yang penting dan potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk kuliner, obat-obatan, dan kosmetik. Di beberapa negara, keong telah digunakan sebagai sumber protein alternatif yang bernilai tinggi, seperti escargot di Prancis.

Selain itu, lendir yang dihasilkan keong darat juga memiliki nilai medis yang signifikan, dikenal memiliki sifat antibakteri dan efektif dalam penyembuhan luka serta regenerasi jaringan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lendir keong dapat mempercepat proses penyembuhan.

Keong darat juga kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi untuk produk kosmetik, terutama perawatan kulit. Lendirnya yang mengandung kolagen dan elastin diyakini dapat menjaga kelembapan kulit dan merangsang produksi sel baru, sehingga berpotensi untuk produk anti-penuaan.

Ayu mencatat bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan riset ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman keong darat. Banyak yang masih menganggap keong sebagai hama, padahal keong memiliki peran ekologis dan ekonomi yang vital.

“Upaya penelitian dan konservasi juga masih terbatas, terutama dalam pendokumentasian spesies keong darat di Indonesia. Kurangnya data distribusi dan populasi membuat konservasi menjadi lebih sulit,” tutup Ayu.

BRIN terus berupaya melakukan penelitian dan konservasi berkelanjutan untuk memastikan keanekaragaman keong darat tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara bijaksana demi kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan.

Tags: Keongobat berbal

Related Posts

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Batangan Antam Senin 20/4/2026 Rp 2.840.000 Per Gram

Editor
20 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Senin 20/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.840.000 per gram sebelum...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung meninjau proses pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum pemotongan hewan kurban di Pusat Kesejahteraan Kavaleri (Pussenkav), Jalan Salak, Kelurahan Turangga, Selasa (3/6).

Jelang Kurban 2026, Pemkot Siapkan Sistem Kurban Sehat dan Halal

Editor
20 April 2026

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 58 persen penyakit yang menular ke manusia berasal dari hewan. Karena itu, pengawasan hewan kurban bukan...

Penertiban parkir liar di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Terus Garuk Parkir Liar, Puluhan Kendaraan Ditertibkan

Editor
20 April 2026

Dari hasil operasi, petugas berhasil menindak puluhan kendaraan yang melanggar. Sebanyak 5 sepeda motor diangkut. Sedangkan 14 kendaraan roda empat...

71 tahun peringatan Konferensi Asia Afrika di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, Minggu (19/4/2026).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Editor
20 April 2026

KAA merupakan tonggak besar dalam sejarah diplomasi dunia yang memperkuat posisi Indonesia sebagai penghubung negara-negara Asia dan Afrika. SATUJABAR, BANDUNG...

Ikan sapu-sapu.(Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Editor
19 April 2026

Dengan melibatkan 640 personel, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai sekitar 68.880 ekor dengan total berat 6,98 ton. SATUJABAR,...

(Foto: Dok. Kemenhaj)

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

Editor
19 April 2026

Keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan. SATUJABAR, MADINAH - Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.