• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 22 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Penelitian Keanekaragaman Keong Darat di Indonesia: Potensi Obat Herbal dan Ekonomi

Editor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 08:43
BRIN, Minyak kayu putih

BRIN

BANDUNG – Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ayu Savitri Nurinsiyah, sedang melakukan penelitian mendalam tentang keanekaragaman dan potensi pemanfaatan keong darat di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada penggalian pengetahuan tradisional masyarakat terkait penggunaan keong darat sebagai obat herbal.

Ayu bersama timnya, yang terdiri dari mahasiswa doktoral IPB, menyelidiki etnomalakologi, yaitu pengetahuan tradisional mengenai pemanfaatan moluska. Penelitian ini menjadi landasan bagi bioprospeksi untuk pengembangan produk obat modern.

RelatedPosts

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Dalam penelitian ini, Ayu dan tim berhasil mengidentifikasi lima kelompok keong, yaitu Lissachatina fulica, Amphidromus palaceus, Dyakia rumphii, Ampullariidae, dan Viviparidae.

“Kelima kelompok ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional, seperti untuk menyembuhkan luka, asma, dan berbagai penyakit lainnya,” ungkapnya dalam webinar “Applied Zoologi Summer School #8” pada Kamis (3/10) seperti dikutip situs BRIN.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang penggunaan keong darat semakin langka, masyarakat di beberapa daerah di Indonesia masih memanfaatkan keong ini untuk tujuan pengobatan. Penelitian ini juga menyoroti potensi besar keong darat untuk dikembangkan sebagai bahan dasar obat-obatan modern.

Ayu menjelaskan bahwa dari 126.316 spesies keong yang terdaftar di dunia (Molluscabase.org, 2024), lebih dari 5.000 spesies atau sekitar 6 persen terdapat di Indonesia. Dari total tersebut, terdapat 1.294 spesies keong darat, dengan 595 di antaranya merupakan spesies endemik Indonesia.

Pulau Jawa dan sekitarnya menjadi salah satu daerah dengan keanekaragaman spesies keong darat yang tinggi, dengan 263 spesies yang teridentifikasi, di mana 104 di antaranya adalah spesies endemik. Beberapa spesies hanya ditemukan di lokasi tertentu, seperti pegunungan Halimun dan daerah Yogyakarta.

“Keanekaragaman ini tidak hanya terlihat dari segi jumlah spesies, tetapi juga dari variasi morfologis, habitat, dan perilaku ekologis. Ada keong darat yang hidup di habitat kering, sementara yang lain lebih suka lingkungan lembab,” jelas Ayu.

Potensi Keong Darat

Keong darat memiliki peran ekologis yang penting dan potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk kuliner, obat-obatan, dan kosmetik. Di beberapa negara, keong telah digunakan sebagai sumber protein alternatif yang bernilai tinggi, seperti escargot di Prancis.

Selain itu, lendir yang dihasilkan keong darat juga memiliki nilai medis yang signifikan, dikenal memiliki sifat antibakteri dan efektif dalam penyembuhan luka serta regenerasi jaringan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lendir keong dapat mempercepat proses penyembuhan.

Keong darat juga kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi untuk produk kosmetik, terutama perawatan kulit. Lendirnya yang mengandung kolagen dan elastin diyakini dapat menjaga kelembapan kulit dan merangsang produksi sel baru, sehingga berpotensi untuk produk anti-penuaan.

Ayu mencatat bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan riset ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman keong darat. Banyak yang masih menganggap keong sebagai hama, padahal keong memiliki peran ekologis dan ekonomi yang vital.

“Upaya penelitian dan konservasi juga masih terbatas, terutama dalam pendokumentasian spesies keong darat di Indonesia. Kurangnya data distribusi dan populasi membuat konservasi menjadi lebih sulit,” tutup Ayu.

BRIN terus berupaya melakukan penelitian dan konservasi berkelanjutan untuk memastikan keanekaragaman keong darat tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara bijaksana demi kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan.

Tags: Keongobat berbal

Related Posts

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 yang berlangsung pada 21-23 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta koridor hidrogen sepanjang 194 kilometer....

Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima audiensi manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).(Foto: Humas Kemendag)

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Editor
21 Juli 2026

Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia...

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan operasional PT Samwon Busana Indonesia.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Tim Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penangkapan pria tersebut, karena diduga...

Danau Toba. (Foto: Kemlu)

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Editor
21 Juli 2026

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda pada setiap periode. SATUJABAR, BANDUNG...

Taufik Hidayat (30), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Limpahkan Berkas Perkara Kasus Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas perkara kasus penyekapan dan penganiayaan berat YT, wanita berusia 29 tahun oleh kekasihnya,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat